Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

KAJIAN FILOSOFIS TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DISEKOLAH, MADRASAH DAN PESANTREN



ABSTRAK
Dalam bidang pendidikan, kurikulum merupakan unsur penting dalam setiap bentuk dan model pendidikan. Tanpa adanya kurikulum sulit rasanya bagi para perencana pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakan. Mengingat pentingnya kurukulum, maka ia perlu di pahami dengan baik oleh semua pihak pendidikan.
 Sekolah, madrasah dan pesantren merupakan suatu lembaga, wadah tempat untuk mendidik dimana seseorang di dalamnya juga terdapat sebuah kurikulum, kurikulum yang dipakai di dalamnya terdapat pula sebuah kurikulum pendidikan islam yang menjadi pokok pertamanya terutama di madrasah dan pesantren.

Dalam pendidikan islam, menurut al syaibany, menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan islam sangat berbeda dengan kurikulum  pada umumnya. Pendidikan islam sepanjang masa kegemilangannya setelah memandang kurikulum sebagai alat untuk mendidik generasi mda, menolong mereka untuk membuka dan mengembangkan potensi potensi, bakat serta kekuatan yang mereka miliki, serta untuk mempersiapkannya dengan baik agar dapat melaksanakan fungsinya sebagai khalifah allah di muka bumi.
Kurikulum dalam sebuah tataran pendidikan selalu mengalami dinamika ke arah yang lebih baik. Di dalam kurikulum tidak mengenal istilah out of date atau kedaluarsa. Perubahan dan perkembangan kurikulum seiring perubahan dan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Akan tetapi perubahan dan perkembangan kurikulum tidak selalu diartikan secara total, tetapi sifatnya lebih merupakan revisi. Maka seiring dengan perkembangan maka kurikulum akan mengalami dinamika kearah yang lebih baik.

PENDAHULUAN
Pengertian kurikulum pendidikan islam
Kurikulum merupakan salahsatu komponen yang sangat penting dalam suatu sistem pendidikan. Oleh karena itu kurikulum digunakan sebagai sarana pencapai tujuan dalam dunia pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan.
Kurikulum adallah konsep yang sering terdengar dalam dunia pendidikaan, tetapi banyak yang mengartikan bahwa kurikulum identik dengan mata pelajaran ataupun mata kuliah. Sebenarnya kurikulum berasal dari bahasa latin Curriculum.  Dan dalam bahasa perancis cuorier  yang artinya berlari. Jadi istilah kurikulum  digunakan  sebagai makna majazi dari mengejar mata pelajaran demi mencapai ijazah dan gelar.
Istilah kurikulum kemudian mengalami perkembangan berbagai arti.  Secara tradisional kurikulum diartikan sebagai mata pelajaran yang diajarkan disekolah. Pegertian kurikulum yang dianggap tradisional ini  masih dianut sampai sekarang oleh orang indonesia.

Kurikulum bukan sekedar mata pelajaran ataupun mata kuliah, kurikulum merupakan semua rencana yang ada dalam proses pembelajaran. Atau bisa di sebut juga dengan lembaga pendidikan yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang sudah disepakati sebelumnya.  Sedangkan nana syaodih sukmadinata, kurikulum adalah rencana pendidikan atau pengajaran. Dalam rencana pendidikan terdapat pedoman atau pegangan dalam kegiatan pembelajaran.
Dari beberapa pengerian diatas dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana atau usaha yang digunakan utuk mengatur dan sebagai pedoman dalam suatu proses pendidikan yang berisikan cakupan hal yang akan dicapai dalam suatu proses pendidikan agar seluruh tujuan pendidikan dapat tercapai.
Dalam bahasa arab, kurikulum disebut juga dengan Manhaj atau Minhaj. Yang memiliki arti sejumlah rencana dan wasilah yang telah ditetapkan oleh sebuah lembaga pendidikan dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan. Atau dapat diartikan dengan jalan yang terang yang dilalui oleh manusia dalam berbagai bidang kehidupan, sedangkan arti “Manhaj” atau kurikulum dalam pendidikan islam sebagaimana yagterdapat dalam kamus Al Tarbiyah adalah seperangkat perencanaan dan media yang dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan.



Istilah pendidikan dalam islam pada umumnya  mengacu pada kontek al tarbiyah, dan al ta’lim. Dari ketiga istilah tersebut term yang populer yang digunakan dalam praktek pendidikan islam adalah Term Al Tarbiyah. Sedangkan Ta’dib dan Ta’lim sangat jarang digunakan. Padahal dua istilah tersebut telah digunakan sejak awal pertumbuhan pendidikan islam. Pendidikan islam adalah pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan al qur’an, as sunah, pendapat ulama serta warisan sejarah, maka pendidikan islampun mendasarkan diri pada tersebut. Dengan demikian perbedaan pendidikan islam dengan pendidian lainnya ditentukan oleh kompetensi standar tersebut tercermin pada pemguasaan kitab kitab secara graduatif dari yang tipis hingga yang tebal, atau dari yang mudah menju yang sukar dan dari yang ringan ke yang berat. Dalam prakteknya pengajaran kitab kitab ini meskipun berjenjang materi yang diajarkan kadang kadang berulang ulang, maka perjenjangan ini dimaksudkan untuk pendalaman dan perluasan, sehingga penguasaan santri terhadap materi semakin lama dan berulang akan semakin mantab.
Adanya ajaran islam tersebut jika pendidikan lainnya di dasarkan pada pemikiran rasional yang sekuler dan impristik semata, maka pendidikan islam selain menggunakan  pertimbangan rasional dan data empiris juga berdasar pada alqur’an dan as sunnah, pendapat ulama serta warisan sejarah tersebut.
Pendidikan islam juga diartikan sebagai suatu sistem yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan ideologi islam.  Melalui pendekatan ini maka seseorang akan lebih mudah membentuk kehidupan dirinya sesuai dengan ajaran ajaran islam yang diyakininya
Inti pendidikan islam menurut Jawwad Ridho adalah pemikiran yang memandang islam sebagai “madrasah” tempat belajarnya orang islam. Dengan pengertian ini maka dapat diketahui bahwa pendidikan islam dimaksdkan sebagai usaha yang dilakukan islam dalam rangka pembentukan masyarakat baru yang merupakan lawan dari masyarakat jahiliyah.

Hakikat kurikulum
Secara filosofis, hakikat kurikulum adalah model yang diacu oleh pendidikan dalam upaya membentuk citra sekolah dengan mewujudkan tujuan pendidikan yang disepakati bersama. Oleh karena itu setiap lembaga pendidikan memiliki kurikulum masing masing.  Kurikulum yang terbaik adalah kurikulum yang dinamis, aktual, teoritis, dan aplikatif. Sebagai mana tujuan yang hendak ducapai dalam pendidikan, semisal pendidikan digunakan untuk menungkatkan pengetahuan siswa, pengembangan pribadi siswa, kemampuan sosial, atau kemampuan ketrampilan kerja. Dengan tujuan tersebut sudah tentu kurikulum harus diarahkan untuk mencapainya. Pemguasaan ilmu pengetahuan akan berkaitan dengan pemyajian materi ilmu pengetahuan secara teoritis, pengembangan pribadi akan berkaitan dengan kurikulum yang diarahkan pada pengetahuan tingkah laku, moralitas dan agama. Fungsi kurikulum utamanya adalah dalam pengembangan, penerapan, evaluasi, dan penyempurnaannya  baik secara dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis.
 Pada hakikatnya  fungsi kurikulum pendidikan adalah:
1.      Sistem hidup yang menjadi tuntunan masyarakat sebagai anak didik
2.      Alat dan bekal hidup di dunia
3.      Metode dan strategi menjalani kehidupan duniawi
4.      Sistem evaluasi diri, pengawaan diri dalam menanggapi kehidupan
Hakikat kurikulum ini memberikan pemahaman pada kita bahwa lembaga pendidik wajib menyajikan mata pelajaran dan menyajikan kepada anak didik dengan dasar dasar moralitas dan falsafah yang benar. Mata pelajaran tersebut diarahkan untuk membina akal dan hati anak didik serta memperkuat keimanan dan ketaqwaan mereka kepada allah. Dalam filsafat pendidikan, hakekat kurikulum adalah pola pembentukan karakter anak didik, oleh karena itu kurikulum akamn membawa alam pikir anak didikmenuju wujud yang baru dan berbeda.

Prinsip Prinsip Kurikulum Pendidikan Islam
Prinsip kurikulum pendidikan diarahkan sepenuhnya pada tujuan pendidikan. Oleh karena itu semu akomponen kurikulumnya harus berbasis visi dan misinya lembaga pendidikan. Baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan demikian kurikulum yang berbasis pada visi dan misi lembaga pendidikan merupakan kurikulum yang mengantarjkan anak didik mencapai tujuan lembaga  pendidikan yang mewakili pendidikan itu sendiri. Artinya ilmu pengatahuan yang ditransfer ke anak didik menjadi bekal hidup di masyarakat atau bermanfaat dalam kehidupan.
Omar muhammad at toumy as syaibani menyebutkan lima ciri kurikulum pendidikan islam, kelima ciri tersebut secara singkat dapat diringkas sebagai berikut:
1.      Menonjolkan tujuan agama  dan akhlaq pada berbagai tujuannya kandungannya, metode, alat dan tekniknya bercorak agama.
2.      Meluas cakupannya dan menyeluruh kandungannya, yaitu kurikulum yang betul betul mencerminkan semangat, pemikiran dan ajaran yang menyeluruh. Selain itu juga luas dalam perhatiannya. Ia memperhatikan bimbingaan dan perkembangannya dalam segala aspek pribadi pelajar dari segi intelektual, psikologi, sosial dan spiritual
3.      Bersikap seimbang diantara berbagai ilmu yang dikandung dalam kurikullum yang akan digunakan. Selain itu juga seimbang antara pengetahuan yang bagi pengembangan individu dan pengembangan sosial
4.      Bersikap menyeluruh dalam menata seluruh mata pelajaran yang diperlukan oleh anak didik
5.      Kurikulum yang disusun  selalu disesuaikan dengan bakat dan minat anak didik
Hakikat dan prinsip keseimbangan kurikulum didasarkan pada firman allah dalam surat Al-Qasash ayat 77.
Kurikulum Pendidikan Islam Di Sekolah, Madrasah Dan Pesantren
Sekolah madrasah dan pesantren merupakan suatu lembaga yang didirikan senagai tempat untuk menuntut ilmu yang di dalamnya terdapat sebuah kegiatan trasfer ilmu pendidik ke peserta didiknya untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Akan tetpi berbeda dengan pesantren, sekolah dan madrasah merupakan lembaga pendidikan yang lebih modern dari sudut metodologi dan kurikulum pengajarannya. Pada sekolah dan madrasah terdapat tujuan institusional yang tertulis, kurikulum yang terstandarkan, metode pengajaran yang telah di tentukan, tenaga pelajar yang telah memiliki kelayakan, masuknya ilmu ilmu umum, eksakta, evaluasi dan sebagainya.

Dalam falsafah pendidikan islam, alquran merupakan sumber utama yang dijadikan sebagai pedoman utama dalam penyusunan kurikulumnya. Banyakl sinyal alquran tentang bentuk kurikulum pendidikan islam. Diantaranya muatan materi yang mamou menyesuaikan perkembangan zaman, muatan filosofis materi yang mampu memprediksi apa yang akan terjadi, muatan materi sistematik, muatan menyeluruh, aspek kemanusiaan(jasmani, akal dan hati), dan lainnya. Sehingga inti kurikulum pendidikan islam adalah “tauhid”.  Pemantapan kalimah tauhid hendaknya sudah dimulai sejak bayi dilahirkan misalnya dengan memperdengarkan adzan dan iqamah ketika lahir.

PENUTUP
Dari pembhasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kurikulum pendidikan islam baik di sekolah, madrasah dan pesantren pada dasarnya merupakan seperangkatrencana yang dijadikan pedoman dalam suatu pendidikan yang bersumber utama dari al qur’an dan hadist dalam mengajarkan tauhid serta menitik beratkan pada pendidikan karakter atau akhlaq pada peserta didik sehingga menjadi manusia yang beriman, bertaqwa dan berakhlaq mulia dan dapat hidup di masyarakat dengan mematuhi nilai nilai yang ada di dalamnya sesuai dengan ajaran islam.
Kurikulum mempunyai prinsip prinsip antara lain: 1) pertautan yang sempurna dengan agama, 2) universal, 3) keseimbangan yang relatif antara tujuan dan kandungan kurikulum dan lainnya yang pada hakekatnya kurikulum sebagai pedoman dalam pengajaran kepada peserta didik diharapkan mampu mewujudkan tujuan yang sudah di tetapkan sebelumnya.
Kurikulum pendidikan islam disekolah dan madrasah sudah terstruktur secara rapi dan telah dilakukan oleh departemen agama. Terdapat kompetensi dasar yang harus di kuasai oleh peserta didik dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
Sedangkan kurikulum pendidikan islam di pesantren tidak seperti di sekolah dan madrasah, karena hanya dengan mengajarkan kitab kitab dan tamat atau dapat lanjut apabila sudah menguasai kitab yang di tentukan akantetapi tidak ada batasan waktu dalam mempelajarinya.


Daftar pustaka
Basri, Hasan, filsafat pendidikan islam, bandung: pustaka setia.2014
Idi, Abdullah, Pengembangan Kurikulum: Teori Dan Praktik, Cet Ke 1 Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999
Ihsan, Hamdani, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia. 2004
Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah Dan Perguruan Tinggi, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.2005
Nasution, s, Asas-Asas Kurikulum. Edisi ke vi , Bandung: Jemmers, 1982
Nata, Abudin, Filsafat Pendidikan Islam (Edisi Baru) Jakarta: Gaya Media Pratama.2005
Raharjo, Rahmat, Inovasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Pengembangan Kurikulum Dan Pembelajaran, Cet Ke- 1 Yogyakarta: Magnum Pustaka.2010
Salahudin, Anas,Filsafat Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia 2011
KAJIAN FILOSOFIS TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DISEKOLAH, MADRASAH DAN PESANTREN Reviewed by Kharis Almumtaz on March 14, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.