Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional

 Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional


 A.    pendahuluan
 sistem pendidikan nasional telah dikembangkan dari masa ke masa. berbagai upaya telah dilakukan untuk mendukungnya dalam setiap implementasinya dalam rangka membangun manusia indonesia yang lebih bermartabat, sehingga kualitas warga negara dan masyarakat indonesia semangkit meningkat. 
sebagaimana termaktub dalam undang-undang dasar 1945, menyataan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. ini berarti bahwa tujuan akhir pendidikan nasional adalah mencipta manusia indonesia seutuhnya atau yang dalam bahasa agamanya disebut insan kamil, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. berkenaan dengan tujuan pendidikan nasional tersebut, pendidikan agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia dan kepribadian guna sebagai modal utama dalam mengarungi samudra kehidupan serta menumbuh kembangkan semangat patriotis dalam bingkai kebangsaan.

B.    pembahasan
pendidikan agama islam - persepsi keilmuan kita saat ini tentang arti pendidikan, mengandung implikasi yang lebih komprehensif ketimbang arti pengajaran, pendidikan biasa didefinisikan sebagai “usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi peranya dimasa yang akan datang”. jelas di sini, pendidikan mencakup proses kegiatan pengajaran di samping bimbingan dan latihan. lebih diorientasikan ke masa depan yang mana fenomenanya tak lain adalah penerimaan betapa pentingnya penguasaan dan pemanfaatan serta pengendalian kemajuan iptek bagi pembagunan bangsa. pendidikan agama pada hakikatnya bertujuan membentuk pribadi yang beriman dan bertaqwa. jika dengan pengertian tersebut, proses kependidikan agama menanamkan atau mempribadikan tata nilai keagamaan di dalam gbpp mata pelajaran pendidikan agama islam kurikulum 1994 pada dasarnya mencakup tujuh unsur pokok, yaitu, al-qur’an dan hadis, keimanan/akidah, akhlak, fiqh (hukum islam), dan tarikh (sejarah) yang menekankan pada perkembangan politik. pada kurikulum tahun 1999 dipadatkan menjadi lima unsur pokok, yaitu, al-qur’an, keimanan, akhlak, fiqih dan bimbingan ibadah, serta tarikh/sejarah yang lebih menekankan pada perkembangan ajaran agama, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.  meskipun masing-masing aspek tersebut dalam praktiknya saling terkait (mengisi dan melengkapi), tetapi jika dilihat secara teoritis masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. aspek al-qur’an-hadis, menekankan pada kemampuan baca tulis yang benar, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. aspek akidah, menekankan pada kemampuan memahami dan mempertahankan keyakinan/keimanan yang benar serta menghayati dan mengamalkan nilai- nilai al-asma’ al-husna. aspek akhlak, menekankan pada pembiasaan untuk melaksanakan akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela dalam kehidupan sehari-hari. aspek fiqh, menekankan pada kemampuan cara melaksanakah ibadah dan muamalah yang benar dan baik. sedangkan aspek tarikh & kebudayaan islam, menekankan pada kemampuan mengambil ibrah (contoh/hikmah) dari peristiwa-peristiwa bersejarah (islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik» ipteks, dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban islam.

dalam hal ini islam yang mengacu kepada keimanan dan ketaqwaan (sebagai pondasi dasar yang tak tampak atau rahasia) yang berdaya dorong memotivasi proses kegiatan perilaku yang tampak, yang mewujud dalam akhlaqul karimah di bidang kehidupan termasuk iptek. di sisi lain dan antara kedua sisi tersebut senantiasa saling berinteraksi.5 pendidikan islam merupakan pendidikan yang dilaksanakan berdasarkan pada ajaran islam, yaitu al-quran dan hadist. 

dengan demikian pendidikan islam dan pendidikan yang lainya ditentukan oleh adanya dasar ajaran islam tersebut. sejarah pendidikan agama di indonesia- kajian historis seperti yang diungkapkan terdahulu bahwa pendidikan islam di indonesia, telah berlangsung sejak masuknya islam ke indonesia. pendidikan itu pada tahap awal terlaksana atas adanya kontrak antara pedagang arab atau mubaligh dengan masyarakat sekitar, bentuknya lebih mengarah kepada pendidikan informal. setelah berdiri kerajaan-kerajaan islam di indonesia maka pendidikan islam tersebut berada di bawah tanggung jawab kerajaan islam. pendidikan tidak hanya berlangsung dilanggar-langgar atau masjid, tetapi ada yang dilaksanakan di lembaga pendidikan pesantren.
pendidkan agama islam di indonesia sudah ada jauh sebelum kemerdekaan. namun oleh karena politik pemerintahan penjajah, maka di sekolah-sekolah negeri tidak diberikan muatan pendidikan agama. setelah indonesia merdeka, maka para pemimpin dan perintis kemerdekaan menyadari betapa pentingnya pendidikan agama. 

ki hajar Dewantara selaku menteri pendidikan pada waktu itu menyatakan dengan tegas akan pentingya pendidikan agama islam. masuknya kaum penjajah barat, memisahkan pendidikan islam, dengan pendidikan baratz pendidikan barat berada pada alur dan jalur binaan pemerintah dengan fasilitas yang memadai, sedangkan pendidikan islam terlepas dari tanggung jawab pemerintah kolonial.kenyataanya membuat ada dua generasi yang berbeda orientasinya. pertama, pendidikan islam yang ketika itu dilaksanakan di pesantren orientasinya keakhiratan, kedua, pendidikan barat orientasinya adalah keduniaan. sebetulnya perbedaan yang mencolok bukan hanya terletak kepada perbedaan kedua orientasi itu, tetapi lebih dari itu pemerintah kolonial belanda tidak menempatkan pendidikan islam sebagai bagian dari perhatian mereka. tidak memasukkan pendidikan islam dalam system pendidikan kolonial belanda, bukan hanya itu bahkan pendidikan agama pun tidak diberikan di sekolah-sekolah pemerintah.

Kebijakan Pemerintah Belanda Tentang Pendidikan Agama Islam- Pada zaman colonial belanda telah didirikan beraneka ragam sekolah, namun sayang semuanya hanya mengajarkan tentang materi umum saja dan tidak memberikan mata pelajaran agama islam, pada tahun 1905 belanda memberikan aturan bahwa seiap guru agama harus meminta izin dahulu. Pada tahun 1925 muncul peraturan bahwa tidak semua kyai boleh memberikan pelajaran. Pendidikan yang diterapkan belanda lebih bersifat liberal dan sekuler, mereka menganggap bahwasanya pendidikan agam islama sangat berbahaya bagi eksistensi mereka di Indonesia. Secara realitas terlalu banyak ganguan.

Kebijakan pemerintah jepang tentang pendidikan agama islam- Setelah jepang datang ke Indonesia teijadi perubahan di bidang pendidikan, khususnya pendidikan agama islam yaitu dengan menghapus kebijakan pendidikan dari belanda. Selain dibolehkanya PAI di sekolah jepang juga merangkul umat islam bangsa Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya kantor urusan agama atau sumubi yang di pimpin oleh ulama islam yaitu KH. Hasyim Asyarie.
Posisi Kedudukan Pendidikan Agama Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional- Pendidikan agama Islam adalah usaha bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup. Dalam kehidupan suatu negara pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup negara dan bangsa. Hal ini di akui bahwa keberhasilan suatu bangsa sangat di tentukan oleh keberhasilan dalam memperbaiki dan memperbaharui sector pendidikan. Akan tetapi pendidikan tanpa di imbangi dengan akhlak atau pengetahuan keagamaan yang baik semuanya akan sia-sia. Segala kemajuan pendidikan akan di salah gunakan oleh pemakainya. Negara mengamanatkan kepada pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan suatu system pendidikan nasional yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta akhlak mulia dalam mencerdaskan bangsa. Sebagaimana yang dirumuskan dalam tujuan pendidikan nasional yaitu : Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya ’potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Hambatan dan Peluang Pendidikan Agama Islam- Hambatan Pendidikan Agama Islam antara lain adalah: Pendidikan agama islam lebih banyak terkonsentrasi pada persoalan- persoalan teoritis keagamaan yang bersifat kognitif semata serta amalan-amalan ibadah praktis serta Pendidikan agama islam kurang concern terhadap persoalan bagaimana mengubah pengetahuan agama yang kognitif menjadi makna dan nilai yang perlu di intemalisasikan dalam diri siswa. Sedangkan Peluang Pendidikan Agama Islam di Indonesia: Pancasila sebagai asas tunggal, secara filosofis merupakan bagian dari filsafat islam serta System pendidikan agama islam di Indonesia tidak menghadapi dominasi system pendidikan nasional karena ajaran islam tidak bertentangan dengan pandangan hidup bangsa.

Orientasi Pelaksanan Pendidikan Agama islam-  Dasar pendidikan yang paling utama adalah Pancasila dan UUD 1945, dasar pendidikan ini secara tidak langsung mengharuskan kita untuk menyelenggarakan proses pendidikan nasional yang konsisten dan secara integralistik menuju ke arah pencapaian tujuan akhir. Terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas unggul yang berkembang dan tumbuh diatas pola kehidupan yang seimbang antara lahiriah dan bathiniyah.

Jalan menuju tujuan tersebut adalah tidak lain adalah melalui proses pendidikan yang berorientasi kepada hubungan tiga arah yaitu hubungan anak didik dengan Tuhannya, dengan masyarakatnya dan dengan alam sekitarnya.

a.    Hubungan dengan Tuhannya menghendaki adanya konsepsi ketuhanan yang telah mapan dan secara pasti dijabarkan dalam bentuk norma-norma yang wajib di taati oleh anak didik secara syar’i.
b.    Hubungan dengan masyarakatnya memerlukan norma-norma dan aturan- aturan yang mengarahkan proses hubungan antara sesama manusia bersifat lentur dalam konfigurasi rentangan tata nilainya, tapi tidak melanggar atau merusak prinsip-prinsip dasarnya yang absolute. Seluruh lapangan hidup manusia adalah merupakan arena dimana hubungan social dari interpersonal teijadi sepanjang hayat, termasuk lapangan hidup iptek.
c.    Hubungan dengan alam sekitarnya menuntut adanya kaidah-kaidah yang mengatur dan mengarahkan kegiatan peserta didik dengan pemanfaatan, dan pengolahan kekayaan yang menyejahterakan kesadaran terhadap bahaya arus balik sanksi alam, akibat pengurasan habis-habisan terhadap kekayaan alam melebihi kapasitas alamiahnya

C.    Penutup
Kesimpulan
Pendidikan merupakan bimbingan yang dilakukan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang unggul dan utama. Pembentukan kepribadian yang utama tentunya tidak terlepas dari peran pendidikan agama. Oleh karena itu pendidikan agama menempati posisi yang penting dalam lingkup sistem pendidikan nasional.Pendidikan agama islam sudah ada di Indonesia sejak jauh-jauh hari sebelum bangsa ini mencapai kemerdekaan. Seiring berjalanya waktu, pendidikan agama islam terus mengalami perubahan menuju kearah yang lebih baik.

Dalam undang-undang sistem pendidikan nasional tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tentunya dari tujuan pendidikan- nasional tersebut kita dapat simpulkan bahwa pendidikan nasional berkehendak mencipta manusia yang relegius dan nasionalis. Relegius berkorelasi dengan penciptaan kepribadian mulia atau ahlak mulia, sedang nasionalis lebih kepada rasa tanggung jawab sebagai putra bangsa.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan nasional sejalan dengan pendidikan islam bahkan merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

Daftar Pustaka

Abudin Nata. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005. Haidar Putra daulay. Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Pendidikan
Isian di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2007.
Muhaimin. Rekonstruksi Pendidikan Islam. Jakarta, Rajawali Press. 2009. Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: Rosda Karya. 2012 Mansur. Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam di Indonesia. Jakarta: DEPAG RI, 2005.
Muzayyin Arifin. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003.
Usman Abu Bakar. Fungsi Ganda Lembaga Pendidikan Islam. Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2005.

UU Sisdiknas No 20 tahun 2003.
Zakiah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1996 Zuhairini dan Abdul Ghofir. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Malang: Universitas Malang. 2004.
Pendidikan Islam Dalam Sistem Pendidikan Nasional Reviewed by Kharis Almumtaz on March 14, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.