Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Kajian Filosofis tentang Pendidik dan Peserta Didik dalam Pendidikan Islam

Kajian Filosofis tentang Pendidik dan Peserta Didik dalam Pendidikan Islam

A. Pendahuluan
Pendidikan adalah kunci penting dalam mengantarkan kejayaan suatu bangsa.'Masa depan bangsa juga bergantung pada pendidikan seperti apa yang diberdayakan di sebuah negara termasuk Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk memajukan pendidikan di negeri ini diantaranya dengan meningkatkan kualitas guru.

Menghargai dan memberdayakan guru harus sesuai dengan prestasi yang dicapainya. Mutu pendidikan yang diacu dalam satuan program pendidikan bergantung penuh pada profesionalitas guru yang professional, disipl in, tekun, berakhlak keguruan, berkonsentrasi purna waktu dan mengedepankan mutu. Namun banyak kita temui ternyata guru kurang bisa menjadi sosok yang dapat dijadikan teladan bagi peserta didik. Demikian pula dengan peserta didik juga kurang menghargai peran guru. Nasehatnya dianggap angin lalu saja sehinggga masih banyak terjadi tindakan yang melanggar norma yang dilakukan oleh peserta didik.

Pendidikan Islam yang berorientasi menambah kecerdasan spiritual dan intelektual juga bergeser pada UParar. intelektual semata. Orientasi spiritual sedikit demi sedikit tergerus oleh keperluan intelektual sebagai iandasan duniawi. Oleh karenanya, membutuhkan terobosan pemikiran ganda bagi pengelola lembaga pendidikan Islam, bagaimana supaya kecerdasan spiritual tidak mengalami abrasi modernisasi yang berorientasi pada kecerdasan intelektual. Dalam hal ini kita akan membahas tentang kajian filosofis tentang pendidik, peserta ddik dan bagaimana pendidikan islam di indonesia itu.

B. Pembahasan
Pengertian Pendidik-  Kata pendidik secara fungsional mengacu pada seseorang yang melakukan kegiatan dalam memberikan pengetahuan, keterampilan, pendidikan, pengalaman, dan sebagainya. Orang yang melakukan kegiatan ini bias sispa saja dan dimana saja. Di rumah, orang yang melakukan tugas tersebut adalah kedua orang tua, karena secara moral dan teologis merekalah yang diserahi tanggngjawab pendidikan anaknya. Selanjutnya di sekolah tugas tersebut dilakukan oleh guru, dan di masyarakat dilakukan oleh organisasi-organisasi kependidikan dan sebagainya. Atas dasar ini makam yang termasuk ke dalam pendidik itu bisa kedua orang tua. guru, tokoh masyarakat dan sebaginya. 

Pendidik menurut Islam bukanlah sekedar pembimbing melainkan juga sebagai figur teladan yang memilkiki karakteristik baik. sedang hal itu belum tentu terdapat dalam diri pembimbing. Dengan begitu pendidk muslim mestilah aktif dari dua arah; secara eksternal dengan jalan mengarahkan/inembimbing peserta didik, secara internal dengan jalan merealisasikan karakteristik akhlak mulia. 


Al Qur'an menginformasikan bahwa yang menjadi pendidik itu sccara garis besar ada empat. Pertama, adalah Tuhan, Allah SWT. Sebagai guru, Allah SWT menginginkan umat manusia menjadi baik dan bahagia hidup di dunia dan di akhirat. Karena itu mereka harus memiliki etika dan bekal pengetahuan. 

Guru yang kedua adalah nabi Muhammad SAW. Allah juga meminta beliau untukmembina masyarakat, dengan perintah untuk berdakwah ( QS Al Mudassir: 74). Rasul bertugas untuk menyampaikan petunjuk yang terdapat dalam Al Qur'an. Kedudukan Nabi sebagai pendidik atau guru ditunjuk langsung oleh Allah.
Pendidik yang ketiga dalah orang tua. Al Qur'an menyebutkan sifat-sifat yang harus dimiliki orang tua yaitu memiliki hikmah atau kesadaran tentang kbenaran yang diperoleh melalui rasio; dapat bersyukur kepada Allah, suka menasehaii anaknya agar tidak mempersekutukan Tuhan; memerintahkan anaknya agar menjalankan shalat, sabar dalam menghadapi penderitaan 9 Q.S. Luqman, 31: 12-19).

Pendidik yang keempat adalah orang lain. Informasi yang jelas dapat dilihat dalam Qur'an surat al Kahfi yat 60-82. Dalam ayat itu disebutkan mengenai Nabi Musa yang diperintahkan agar mengikuti Nabi Khidir dan belajar kepadanya. Sebagai guru. nabi Khidir menduga Nabi Musa pasti tidak mampu bersaba. karena tidak memiliki ilmu. oleh karena itu Nabi Musa diminta berjanji akan berlaku sabar. Selain itu nabi Khidir mengingatkan nabi Musa agar tidak bertanya sebelum dijelaskan. 

Pada hakikatnya, guru dan anak didik itu bersatu. Mereka satu dalam jiwa, terpisah dalam raga. Raga mereka boleh terpisah, tetapi jiwa mereka tetap satu sebagai " Dwitunggal" yang kokoh bersatu. Posisi mereka boleh berbeda, tetapi tetap seiring dan setujuan, bukan seiring, tetapi tidak setuju Kesatuan guru dengan anak didik tidak tidak dapat dipisahkan oleh dimensi dan udara. Tidak pula dapat dicerai-beraikan oleh lautan, dartan , adan udara. Guru tetap guru dan anak didik tetap anak didik. tidak ada istilah "bekas guru" dan bekas anak didik" mckipun suatu waktu guru telah pensiun dari pengabdiannya di sekolah atau anak didiknya telah menamatkan sekolah di lembaga tempat guru tersebut mengabdikan dirinya. 

Guru yang berkualitas tidak hanya memiliki profesionalisme dalam mengajar namun juga memiliki kepribadian yang utuh. keccrdasan sosial, dan kecerdasan intelegensi.  seorang guru harus dapat mcnjdi sosok yang patut untuk digugu dan ditiru oleh anak didiknya.
Karakter Pendidik- Karakter guru muslim yang dikemukakan oleh Mnhr.uid Khalifah dan Usamah Outhub diantaranya:
  1. Ruhiyah dan akhlakiyah- Hal ini diejawantahkan dengan beriman kepada Allah, beriman kepada qadha; dan qadar allah, beriman dengan nilai-nilai Islam yang abadi, melakukan perintah-perintah yang diwajibkan agama dan menjauhi segala yang dilarang agama, baik dalam perkataaan dan perbuatan
  2. Asa dan penopang dalam mengajar - adalah menyebarkan ilmu dan demi merengkuh pahala akhirat
  3. Tidak emosional- Yang dimaksud adalah mampu mengekang diri, meredam kemarahan, teguh pendirian, dan jauh dari sikap sembrono, sikap yang tidak didasari dengan pemikiran matang
  4. Rasional. Sifat ini seperti pandai, mampu untuk menyelesaikan permasalahan dengan baik. cerdas, cekatan, serta kuat daya ingatnya
  5. Sosial. Yang termasuk dalam sifat ini adalah mental m hubungan baik dengan orang lain, haik di kala senang maupun susah, kususnya dengan orang -orang yang bertanggung jawab dalam dunia pendidikan.
  6. Profesi. Yang termasuk dalam sifat ini adalah keinginan dan kccintaan yang tulus untuk mengajar, serta yakin atas menfaat dari pengabdiannya terhadap masyarakat. 
Pengertian Peserta Didik- Peserta/anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan dan ilmu, bimbingan dan pengarahan Dalam pandangan islam, hakikat ilmu berasal dari Allah, sedangkan proses memperolehnya dilakukan melalui belajar kepada guru. Karena ilmu dari akhlak, maka membawa konsekuensi perlunya seorang anak didik mendekatkan diri kepada Aliah atau menghisi diri dengan akhlak mulia yang disukai Allah, dan sedapat mungkin menjauhi perbuatan vang tidak disukai Allah. Dalam hubungan ini muncullah aturan normatif tentang perlunya kcsucian jiwa bagi seseorang yang sedang menuntut ilmu. karena ia sedang mengharapkan ilmu yang merupakan anugerah Allah. Selain itu jga dalam menuntut ilmu diperlukan syarat syarat tertentu yag salahsatunya adalah sabar, maka kesabaran dan ketekunan adalah kunci utama dalam mencari ilmu.

Hakikat Peserta Didik- Dalam pespektif filsafat pendidikan Islam, hakikat anak didik terdiri dari beberapa macam:
  1. Anak didik adalah darah daging sendiri, orang tua adalah pendidik bagi anak- anaknya maka semua keturunannya menjadi anak didiknya di dalam keluarga;
  2. Anak didik adalah semua anak yang berada di bawah bimbingan pendidik di lembaga pendidikan formal maupun nonformal, seperti sekolah, pondok pesantren, tempat pelatihan, sekolah keterampilan, tempat pengajian anak-anak seperti TPA, majelis taklim, dan sejenis bahwa peserta pengajian di masyarakat yang dilaksanakan seminggu sekali atau sebulan sekali, semuanya orang -orang yang menimba ilmu yang dapat dipandang sebagai anak didik;
  3. Anak didik secara khusus adalah orang-orang yang belajar di lembaga pendidikan tertentu yang menerima bimbingan, pengarahan, nasihat, pembelajaran dan berbagai hal yang berkaitan dengan proses kependidikan. 

Kesiapan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar ditentukan oleh sebarapa jauh siswa sudah mempelajari bahan yang telah diajarkan oleh guru. Di samping itu kesiapan juga ditentjkan oleh kemauan siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar. Kalau yang pertama lebih banyak menekankan aspek kognitif maka yang kedua lebih banyak menekankan terhadap aspek afektif. Kemauan siswa ini sangat berkaitan erat dengan perilaku guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. 

Sifat-sifat Peserta Didik- Peserta didik terdiri atas anak didik dengan sifat-sifat yang berbeda, yaitu: Anak didik yang belum mengerti apapun tentang ilmu pengetahuan atau anak didik yang hanya mengenal sesuatu, tetapi belum mengerti dan mamahami sesuatu.Oleh karenanya orang tuanya bertindak sebagai pendidik pertama yang mengenalkan semua ilmu awal bagi anak-anaknya; Anak didik yang baru mengenal dan mengetahuinya, tetapi belum begitu memahami ilmu pengetahuan yang dimaksudkan; Anak didik yang sudah mengenal, mengetahui, memahaminva. tetapi belum mengamalkannya dalam kehidupan; Anak didik yang telah memahami ilmu pengetahuan dan mengamalkannya dalam kehidupan. 

Makna Pendidikan islam- Pendidikan Islam adalah pendidikan Islami, pendidikan yang punya karakteristik dan sifat keislaman, yakni pendidikan yang didirikan dan dikembangkan atas dasar ajaran Islam. Hal ini memberi ani signifikan, bahwa seluruh pemikiran dan aktivitas pendidikan Islam tidak mungkin lepas dari ketentuan bahwa semua pengembangan dan aktivitas kependiehkan haruslah benar-benar merupakan realisasi atau pengembangan dari ajaran Islam itu sendiri. 
Suatu hal yang penting untuk didasari bahwa pendidikan dan pengajaran bertugas untuk mengembangkan potensi manusia baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat. Proses pendidikan mencakup usaha perkembangan secara optimis kualitatif terhadap semua aspek peranan manusia dalam kehidupannya. 

Rumusan Nilai dalam Pendidikan Islam- Rumusan-rumusan nilai dalam pendidikan Islam memiliki  keunikan di antara pendidikan yang lain yaitu:
  1. Pemahaman tentang esensi bahwa manusia adalah makhluk monodualis, makhluk jasmani dan ruhani, maka pendidikan tidak hanya bersifat anthoposentris, akan tetapi juga harus bersuifat theosentris. Pendidikan yang hanya mendasarkan pada materi saja. tentunya dalam pandangan Al Qur'an adalah suatu distorsi yang nyata, karena hakekat manusia bukan sekedar makhluk materi 
  2. Manusia adalah makhluk yang berkembang dengan tahapan-tahapan, maka pendidikan mestilah sejalan dengan tahapan ynag dilaluinya Dan. dalam Al quran. tidak pernah kita menemukan satu pendidikan yang berhenti pada tataran tertentu. Pendidikan berlangsung seumur hidup pada semua tahapan pertumbuhan manusia. 
  3. Pendidikan dalam konsepsi al Qur'an adalah memperhatikan nilai keseimbangan, antara jasmani/fisik dan ruhani/psikis. Pendidikan harus mampu secara bersama memenuhi basic need baik fisik maupun psikis.
  4. Nilai pendidikan Islam, terletak pada keseimbangan antar aspek pemikiran dan perasaan. Pengembangan pemikiran saja, akan mengantarkan manusia pada sikap rasionalistik. Kemampuan dalam menyeimbangkan pemikiran dan perasaan akan mengantarkan manusia pada kemmapuan untuk hidup secara selaras baik dalam hubungannya dengan Tuhannya, dengan sesama manusia, maupun dengan alam lingkungannya.
  5. Setelah keseimbangan antar pikir dan rasa dapat ditumbuhkembangkan, maka akan terbentuk dalam diri manuisa itu keseimbangan antar dimensi kehambaan dan dimensi kekhalifahan.
  6. Teori fitrah dalam islam, menurut adanya keseimbangan pandangan terhadap faktor penentu arah pendidikan. Meskipun manusia mernilki fitrah keberagaman sebagai sutu potensi yang dikaruniakan oleh Tuhan, akan tetapi orang tuanya(lingkungan pendidikan) lebih menntukan wujud akhir keberagaman anak. 

Pendidikan merupakan tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun maksudnya pendidikan itu yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak ilu. agar mereka sebagai manusiaa dun sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. 

Pendidikan Islam Disekolah-  Guru sangat berperan besar dalam mempersiapkan kehidupan bangsa yang akan datang. Suatu bangsa akan baik jika sumber daya yang memegang kekuasaan itu berkualitas tinggi. Dan sumber daya yang berkualitas itu sebagian dibebankan kepada guru. Guru sebagai pemberi pengetahuan yang benar kepada muridnya seyogyanva dapat bersikap sabar, penuh keikhlasan tanpa pamrih dapat menempatkan dirinya menjadi orang yang dihormati. Dengan demikian sccara filosofis penghormatan yang tinggi kepada guru adalah suatu Guru sebagai pemberi pengetahuan yang benar kepada muridnya seyogyanva dapat bersikap sabar, penuh keikhlasan tanpa pamrih dapat menempatkan dirinya menjadi orang yang dihormati. Dengan demikian sccara filosofis penghormatan yang tinggi kepada guru adalah suatu yang logis dan secara moral dan sosial sudah selayaknya dilakukan. Ilmu adalah modal untuk mengangkat derajat manusia, dengan ilmu itu seseorang akan memiliki rasa percaya diri dan bersikap mandiri Dengan ilmu yang dimiliki maka bangsa akan dapat berkembang. sosial sudah selayaknya dilakukan. Ilmu adalah modal untuk mengangkat derajat manusia, dengan ilmu itu seseorang akan memiliki rasa percaya diri dan bersikap mandiri Dengan ilmu yang dimiliki maka bangsa akan dapat berkembang.

Pada dasarnya seorang pendidik adalah subjek penanam konsep ilmu pengetahuan serta penanam nilai sehingga dalam penerapannya diperlukan berbagai strategi yang tepat untuk tranfer wawasan dan nilai. pemahaman terhadap kondisi siswa juga sangat diperlukan dan merupakan hal yang paling urgen ketika kita bertindak sebagai guru dan pendidik lainnya. maka tugas seorang pendidik adalah lebih dalam daripada sekedar mengajar.


Penutup

Kesimpulan-Pendidik menurut Islam bukanlah sekedar pembimbing melainkan juga sebagai figur teladan yang memilkiki karakteristik baik, sedang hal itu belum tentu terdapat dalam diri pembimbing. Dengan begitu pendidik muslim mestilah aktif dari dua arah; sccara eksternal dengan jalan mengarahkan/membimbing peserta didik, sccara internal dengan jalan merealisasikan karakteristik akhlak mulia 
Anak didik perlu mendekatkan diri kepada Allah atau menghisi diri dengan akhlak mulia yang disukai Allah, dan sedapat mungkin menjauhi perbuatan yang tidak disukai Allah. Perlu kesucian jiwa bagi seseorang yang sedang menuntut ilmu, karena ia sedang mengharapkan ilmu yang merupakan anugerah Allah 
Pendidikan Islam adalah pendidikan Islami, pendidikan yang punya karakteristik daq sifat keislaman, vakni pendidikan yang didirikan dan dikembangkan atas dasar ajaran Islam. Hal berarti bahwa seluruh pemikiran dan aktivitas pendidikan Islam tidak mungkin lepas dari ketentuan bahwa semua penambangan dan aktifitas kependidikan haruslah benar-banar merupakan realisasi atau pengembangan dari ajaran Islam itu sendiri


Daftar Pustaka
Alantaqi. Wajihudin, Rahasia Menjadi Guru Teladan penuh Empati, Yogyakarta: Garailmu, 20 tc
As said, Muhammad, Filsafat Pendidikan Islam, Yogyakarta : Mitra Pustaka. 2011.

Assegaf. Abd Rachman, Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Pi Raja Grafmdo Persada, 2011
Barizi. Ahmad & Muhammad Idris, Menjadi Guru Unggul, Yogyakarta : Arruzz Media Group.2010.
Basri. Hasan. Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2009
Dewantara. Ki Hajar,Pendidikan ,Yogyakartar Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.2004.
Djamal, Noerhadi, Reformulasi Fisafat Pendidikan Islam. Semarang: Pustaka Pelajar,!996. 
Khalifah, Mahmud & Usamah Quthub, Menjadi Guru yang Dirindu. Ziyad Visi Media: Surakarta.2009.
Listyarti. Retno, Pendidikan Karakter dalanm Metode aktif Inovatif dan Kreatif. Jakarta: Esensi. 2012.
Nata,Abudin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Logos Wacana Ilmu .1997
Navis, Ali Akbar, Rahasia Menjadi Pendidik Jempolan Sekaligus Motivator Ulung dalam
Hitungan Menit, Yogyakarta. Ar-Ruz Mcdia,2013 
Riyadi. Ahmad Ali, Filsafat Pendidikan Islam,Yogyakarta: Teras.2010 
Usman, Metafora Al Qur'an dalam Nilai-nilai Pendidikan dan Pengajaran. Yogyakarta: Teras 2010.
Zamroni. Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: Ombak .2013. 







Kajian Filosofis tentang Pendidik dan Peserta Didik dalam Pendidikan Islam Reviewed by cari tugas on February 12, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.