Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL TENTANG PENDIDIKAN ISLAM

PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL TENTANG PENDIDIKAN ISLAM
 Sejarah pendidikan islam sejak dahulu sampai sekarang mengalami perkembangan yang cukup baik dari lingkup lokal maupun internasional. Agama islam berkembangan di negara-negara muslim dan non muslim tidak lain adalah kiprah dari para cendekiawan muslim. Dalam perkembangannya ada yang dengan cepat ada pula yang lambat, banyak faktor cepat dan lambatnya kemajuan islam di berbagai negara.

 Salah satu tokoh cendekiawan Muhammad Iqbal dari India merupakan filosof dan penyair islam. Akan tetapi tidak jarang kita jumpai orang yang hanya kenal dengan namanya saja tanpa mengetahui siapa sebenarnya dia. Seorang tokoh yang hidup pada abad ke-20 yang menjadi kebanggaan dunia islam, dulu, kini dan akan datang Pemikiran-pemikiran yang sangat bagus dan berpengaruh dalam dunia islam, bahkan di negara-negara non islam dan barat Seorang tokoh pemikir islam Muhammad Iqbal merupakan sosok yang patut mendapat apresiasi yang sangat baik, karya-karya syair yang dipadukan dengan filsafat serta sisipan nilai-nilai religiusnya yang tidak ketinggalan.

Berangkat dari pemaparan tersebut, maka sebagai seorang akademisi muslim sudah selayaknya mempelajari konsep-konsep pemikiran dalam dunia islam khususnya dan ilmu pengetahuan pada umumnya yang telah ditawarkan oleh Muhammad Iqbal. 

Biogafl Singkat Muhammad Iqbal- Muhammad Iqbal lahir di Sialkot, Punjab pada tanggal 9 november 1977 yang bertepatan dengan tanggal 3 dzulqodah tahun hijriyah 1294.  Iqbal adalah keturunan Kasta Brahmana dari Kasymir. Kakeknya bernama Syeikh Muhammad Rofiq. Ayahnya, bernama Nur Muhammad adalah seorang tokoh sufi, dan ibunya bernama Imam Bibi, dikenal juga dikenal sebagai muslimah yang sholeh. Keshalihah bapak Iqbal mempunyai pengaruh yang mendalam pada Muhammad Iqbal. 

Pada tahun 1895 Iqbal menyelesaikan pelajarannya di Scottish dan pergi ke Lahore. salah satu kota di India yang menjadi pusat kebudayaan, pengetahuan dan seni. Di kota ini ia bergabung dengan perhimpunan sastrawan yang sering diundang musyara'ah, yakni pertemuan-pertemuan dimana para penyair membacakan sajak- sajaknya. Ini merupakan tradisi yang masih berkembang di Pakistan dan India hingga kini. Di kota Lahore ini, sambil melanjutkan pendidikan sarjananya ia mengajar filsafat di Government College. Pada tahun 1897 Iqbal memperoleh gelar B.A., kemudian ia mengambil program M.A. dalam bidang filsafat. Pada saat itulah ia bertemu dengan Sir Thomas Amold. orientalis Inggris yang terkenal yang mengajarkan filsafat Islam di College tersebut. Antara keduanya terjalin kedekatan melebihi hubungan guru dan murid, sebagaimana tertuang dalam sajaknya Bang-I Dara.  Kedekatan antara guru dan murid antara Iqbal dan Thomas Arnold sangat erat. Ketika Thomas Arnold kembali ke Inggris, Iqbal merasa sedih dan kehilangan, sehingga muncullah bait-baitnya yang bertemakan "Rintihan Perpisahan." Ketika Iqbal memeperoleh gelar Doctor karya disertasinya dipersembahkan kepada gurunya "Thomas Arnold".

Pada tahun 1905, Iqbal melanjutkan studi di London di Universitas Cambrigde dan bidang yang ditekuninya adalah filsafat moral. Ia mendapat bimbingan dari James Wird dan seorang oe-Hegelian, James Tagart.  Muhammad Iqbal juga sering diskusi dengan pemikir lain serta mengunjungi perpustakaan Cambridge London dan Berlin. Untuk keperluan penelitiannya, Ia pergi ke Jerman mengikuti kuliah selama dua semester di Universitas Munich yang kemudian mengantarkannya meraih gelar Doctoris Philishophy grandum, gelar doctor dalam bidang filsafat pada November 1907, dengan desertasi The Developmertt of Metaphisics in Persia, dibawah bimbingan Hommel. Selanjutnya, balik ke London untuk meneruskan studi hukum dan sempat masuk school ofpolitical science.

Kemudian peijalanan Muhammad Iqbal dicatat dengan gagasan estetika Iqbal adalah tren pemikiran yang berkembang di Eropa saat itu. Masyarakat Jerman, saat
Iqbal tinggal disana, sedang berada dalam ccngkraman filsafat Nietnche (1844- 1990X yakni filsafat kehendak pada kekuasaan. Gagasannya tentang manusia super (super-man) mendapat perhatian besar dari pemikir Jerman, seperti Stefen Georgc, Richard Wagner dan Oswald Spengler. Hai yang sama terjadi juga di Perancts, berada di bawah pengaruh filsafat Henri Bergson (1859-1941), Elan vital, gerak dan perubahan. Sementara itu di Inggris Lloyd Morgan dan Mc DougaJl, menganggap tenaga kepahlawanan sebagai esensi kehidupan dan dorongan perasaan keakuan sebagai inti kepribadian manusia. Filsafat vitalis yang muncul secara simultan di Eropa tersebut memberikan pengaruh yang besar pada lqbal.

Selanjutnya, saat di London yang kedua Kalinya, lqbal sempat ditunjuk sebagai guru besar bahasa dan sastra Arab di Universitas London, menggantikan Thomas Arnold. Juga diserahi jabatan ketua jurusan filsafat dan kesusastraan Inggris di samping mengisi ceramah-ceramah ke-Islaman. Namun itu tidak lama, karena Iqbal lebih memilih pulang ke Lahore, dan membuka praktek pengacara di samping sebagai guru besar di Goverment Colleg Lahore. Akan tetapi, panggilan jiwa seninya yang kuat membuat ia keluar dari profesi tersebut Ia juga menolak ketika ditawari sebagai guru besar sejarah di universitas Aligarh 1909. lqbal memilih sebagai penyair yang kemudian mengantarkannya ke puncak popularitas sebagai seorang pemikir yang mendambakan kebangkitan dunia Islam, yang kemudian juga menyampaikannya untuk mendapat gelar sir dari pemerintah, sekitar tahun 1922. 

Karya-Karya Muhammad Iqbal- Sebagai seorang pemikir Islam tidak lepas dari karya-karya yang dihasilkannya. Muhammad Iqbai terus berkarya, dengan karya-karya yang membangkitkan semangat jiwa bangsanya. Tahun 1935 Ia diangkat sebagai ketua Liga Muslim cabang Punjab dan terus berkomunikasi dengan Ali Jinnah. Namun, pada tahun yang sama, Ia mulai terserang penyakit dan semakin parah sampai mengantarkannya pada kematian, tanggal 20 April 1938. 

Muhammad Iqbal mewariskan banyak karya tulis, berbentuk prosa, puisi, jawaban atas tanggapan orang atau kata pengantar bagi karya orang lain. Karya-karyanya, antara lain:
  1.  The Development of Metaphysic in Persia (desertasi, terbit di London, 1908)
  2. Rumuz-I Bukhudi (Lahore, 1918)
  3. Asra-I Khndi (Lahore, 1916, tentang proses mencapai insan kamil)
  4. Javid Nama (Lahore, 1932)
  5. The Reconstruction or Religious Thought in Islam (London, 1934)
  6. Musafir (Lahore, 1936)
  7. Zarb-l Katim (Lahore, 1937) h Bal-I Jibril (Lahore, 1938)
  8. Letters and Writings of Iqbal (Karachi, 1967, kumpulan surat dan artikel lqbal.)
Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Pendidikan Islam-  Sebagai seorang tokoh pemikir Islam tidak lepas dari beberapa komponen dalam dunia pendidikan yang menjadi hasil dari pemikiran-pemikirananya, di antaranya;
  1. Kurikulum- Kurikulum adalah kegiatan yang mencakup berbagai macam rencana kegiatan anak didik yang terperinci yang berupa bentuk-bentuk bahan pendidikan, sarana- sarana strategi belajar mengajar dan hal-hal yang mencakup kegiatan yang bertujuan mencapai tujuan yang diinginkan. Adapun isi kurikulum pendidikan menurut Muhammad Iqbal adalah: Isi kurikulum pendidikan harus mencakup agama, sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi. Muhammad Iqbal berpendapat bahwa agama adalah suatu kekuatan dari kepentingan besar dalam kehidupan individu juga masyarakat. Apabila pengetahuan dalam arti ini tidak ditempatkan dibawah agama, ia akan menjelma menjadi kekuatan syetan. Pengertian dalam arti ini dipandang berfungsi sebagai langkah pertama dalam rangka mendapatkan pengetahuan yang sebenarnya. Oleh karenanya kitab merupakan sarana dalam penyampaian ilmu pengetahuan.  Jadi menurut Muhammad Iqbal, antara agama dan ilmu pengetahuan harus berjalan bersamaan, karena agama mampu menyiapkan manusia modern untuk memikul tanggung jawab yang besar dalam mengemban sebagai khalifah fil ard, dimana setiap disiplim ilmu sains tidak bisa dipisahkan dari agama.
  2.  Tujuan Pendidikan Islam- Pendidikan merupakan daya budaya yang mempengaruhi kehidupan perorangan maupun kelompok masyarakat untuk membentuk manusia mukmin sejati atau yang biasa disebut dengan Insan Kamil. Adapun rincian dari tujuan pendidikan itu, di antaranya:
  • Pendidikan tidak semata-mata untuk mencapai kebahagiaan hidup di akherat dalam pengenalan jiwa dengan Tuhan.
  • Tujuan akhir dari pendidikan hendaknya dapat memperkokoh dan memperkuat individualitas dari semua pribadi, sehingga mereka dapat menyadari segala kemungkinan yang dapat saja menimpa mereka. 
  • keseluruhan potensi manusia yang mencangkup intelektual, fisik dan kemauan untuk maju. Dalam kaitanya dengan ini Muhammad Iqba) menjelaskan beberapa pemikiranya tentang kehendak kreatif. Hidup adalah kehendak kreatif yang oleh Muhammad Iqbal disebut dengan Soz.  Yaitu diri yang selalu bergerak kesatu arah. Aktivitas kreatif perjuangan tanpa henti dan partisipasi aktif dalam permaslahan dunia harus menjadi tujuan hidup. Berkat kreativitas itulah manusia telah berhasil mengubah dan menggugah yang belum tergarap dan belum terselesaikan dan mengisinya dengan aturan dan keindahan. 
  • Tujuan pendidikan harus mampu memecahkan masalah-masalah baru dalam kondisi perorangan dan masyarakat atau menyesuaikan dengan kondisi masyarakat. 
Metode Pembelajaran-  Proses pembelajaran tidak lepas dari metode pendidikan, metode pendidikan merupakan bagian dari alat-alat pendidikan dalam upaya untuk mencapai tujuan pendidikan.  Metode pendidikan didasarkan pada tingkat usia anak didik berdasarkan pertimbangan periode perkembangan anak didik. Adapun metode pendidikan yang sesuai menurut Muhammad Iqbal adalah :
  •  Self activity: metode yang terbuka bebas bagi keaktifan sendiri. Metode ini di gunakan untuk mencari potensi diri atau mengembangkan potensi diri peserta didik dengan kebebasan mengembangkan kreativitas sesuai dengan yang di kehendaki.
  •  Learning by doing. Jenis pengajaran yang di kehendakinya adalah menghadapkan siswa pada situasi baru yang mengundang mereka untuk bekerja dengan penuh kesadaran akan tujuan yang digalinya dari sumber yang tersedia dalam lingkungan mereka. Metode eksperimen sangat dibutuhkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan pengetahuan tidak hanya sekedar bersifat teoritis saja akan tetapi perlu pembuktian dan aktualisasi.
  •  Tanya jawab: Menurut Muhamamad Iqbal pendidikan harus mampu untuk mencetak pribadi yang kritis, yaitu terus bertanya dan tidak begitu saja menerima pandangan atas dasar kepercayaan belaka.
  •  Metode proyek atau unit adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari sesuatu dan bermakna. Penggunaan metode ini bertitik tolak dan anggapan bahwa pemecahan masalah-masalah, kemudian dibahas dari yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan harus ditinjau dari berbagai macam segi agar tuntas dalam melibatkan mata pelajaran yang ada kaitannya sebagai sumber dari pemecahan masalah tersebut. Metode pengajaran seperti metode proyek, sepanjang bertopang pada kegiatan yang tertuju kepada sasaran, lebih besar kemungkannaya untuk mengembangkan sikap intelektual yang tepat daripada metode tradisional yang lebih mengutamakan ingatan serta cara belajar yang pasif.
  • Metode pemecahan masalah atau problem solving . Bukan hanya sekedar metode berfikir sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode- metode lainya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

Peserta didik- Peserta didik adalah anak yang sedang tumbuh dan berkembang, baik fisik maupun psikis untuk mencapai tujuan pendidikannya melalui proses pendidikann.  Mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan fitrahnya. Pemikiran Muhammad Iqbal tentang pendidikan khususnya pada peranan peserta didik adalah berpangkal pada kebebasan manusia. Manusia merupakan ego yang memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan sendiri dengan segala konsekuensinya. Dengan kebebasannya itu, peserta didik memungkinkan untuk diarahkan agar memiliki kreativitas berfikir tinggi sehingga dapat memunculkan inovasi-inovasi baru yang dapat dipergunakan untuk menjawab berbagai tantangan dimasa sekarang dan akan datang yang merupakan dampak negatif dari globalisasi dan industrialisasi. Muhammad Iqbal sepenuhnya meyakini besarnya nilai kebudayaan suatu masyarakat terhadap pendidikan serta terhadap hak pengembangan idividu.  Muhammad Iqbal mengharap agar sekolah dapat membina dan mengembangkan pribadi-pribadi yang bebas, berani dan kreatif.

Pendidik- Pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung)"awab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah SWT.
Muhammad Iqbal berpendapat bahwa tumbuh kembangnya individualitas tidak mungkin teijadi tanpa kontak langsung dengan lingkungan yang konkrit dan dinamis. Sikap pendidik yang baik menurut Muhammad Iqbal adalah dengan jalan membangkitkan kesadaran pada anak didiknya beikenaan dengan aneka ragam relasi dengan lingkungannya dan dengan jalan demikian merangsang pembentukan sasaran-sasaran baru secara kreatif.

Muhammad Iqbal kurang menyetujui pendidikan sistem kelas, maksudnya guru yang mengurung siswanya diantara tempat dinding kelasnya. Hal ini dikarenakan bahwa anak perlu berhubungan dengan alam dalam setiap proses belajarnya, yaitu untuk menumbuhkan kreativitasnya. 

Relevansi Pemikiran Muhammad Iqbal dengan Pendidikan di Indonesia

Tujuan pendidikan- Jika kita telaah dari hasil pemikiran Muhammad IqbaJ tentang tujuan pendidikan, maka kita dapat mengambil kesimpulan. Bahwa pendidikan diharapkan dapat membentuk pribadi manusia pada umumnya dan peserta didik khususnya yang tangguh dan kuat serta menjadi insan kamil Disamping itu pendidikan itu dapat membekali pada peserta didik agar mempunyai pondasi yang kuat dalam pemikiran. Harapannya agar mereka dapat memecahkan persoalan yang akan dihadapinya. Dengan demikian tujuan yang dikemukakan oleh Muhammad Iqbal itu masih relevan atau berlaku untuk zaman sekarang. Dalam pelaksanaannya diserahkan kepada pendidik, karena pendidiklah yang bertanggung jawab di dalam proses pembelajaran.

Kurikulum- Dari hasil pemikiran Muhammad Iqbal dalam masalah kurikulum, Muhammad Iqbal memaparkan secara ideal dan relevan dengan kurikulum pendidikan pada zaman sekarang. Akan tetapi problemnya sekarang adalah kurikulum belum bisa disusun secara baik dalam pelaksanannya secara realistis sesuai yang diharapkan. Jadi aspek-aspek isi kurikulum yang meliputi agama, ilmu pengetahuan, sejarah serta teknologi tidak bisa berkembang secara bersamaan. Tentu saja ada kendala yang menghambat pelaksanaan implementasi kurikulum tersebut dilapangan dalam upaya pengembangannya. Disini faktor yang paling berpengaruh terhadap sukses tidaknya pelaksanaan kurikulum tersebut dalam pendidikan adalah tenaga pendidik. Pada umumnya tenaga pendidik saat ini masih menjadi teknis. Diharapkan tenaga pendidik sanggup membuat perubahan dan punya inisiatif untuk berbuat secara kreatif dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan sesuai tuntutan yang telah tertuang di dalam isi kurukulum, karena kurikulum dari hasil pemikiran Muhammad Iqbal telah memenuhi segala aspek yang dibutuhkan manusia, diharapkan manusia menjadi orang yang beragama, berilmu, berbudaya dan berwawasan global.
Metode Pembelajaran- Metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Muhammad lqbal ini bila di kaitkan dengan pendidikan pada masa sekarang baik yang sifatnya formal maupun non formal sangat revelan. Adapun metode pendidikan pemikiran iqbal yang sangat relevan dengan masa sekarang yaitu; 
  • Self activity: metode ini sangat penting mengingat penerapan kurikulum saat ini sangat menitikberatkan setiap anak dapat berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.
  • Learning by doing. Jenis pengajaran ini sangat sesuai dengan kurikulum saat ini yang sudah menerapkan kurikulum 2013, karena di dalam buku pelajarannya setiap materi sudah di sajikan sesuai urut-urutan yang jelas dan memicu peserta didik aktiv bergerak dalam mengeijakan sesuatu yang di hadapkan.
  • Metode Tanya jawab juga sangat penting sekali bila di terapkan dalam proses pembelajaran. Sehingga akan dapat mencetak peserta didik berjiwa kritis percaya diri dan menjadikan mental pribadi peserta didik kuat dan tidak penakut mereka menjadi terbiasa memberikan argument dan mengkritisi mana yang betul dan yang salah.
  • Metode proyek atau unit adalah sangat memungkinkan untuk diterapkan saat ini, karena besar kemungkinnaya dapat mengembangkan sikap intelektual.
  • Metode pemecahan masalah atau problem solving. Dalam penerapannya dapat melibatkan metode-metode lainnya, jadi penggunaan metode ini sangat memungkinkan peserta didik dapat mengetahui persoalan yang dihadapinya dengan maksimal.
Peranan peserta didik- Konsep peserta didik yang dikembangkan dalam dunia pendidikan di Indonesia sampai saat ini mengalami berbagai perubahan dan mengalami inovasi yang berulang-ulang, yang disesuikan dengan iklim akademik pendidikan yang sedang terjadi secara aktual. Ketika iklim akademik yang sedang berkembang pada akhir-akhir ini, banyaknya problem mengenai ketidak kreatifan peserta didik dalam pembelajaran dan kepasifan peserta didik dalam tatap muka pengajaran di kelas, yang menyebabkan kurang tercapainya ranah kognitif afektif dan psikomotorik secara seimbang dan sempurna. Adapun peserta didik yang saat ini dikembangkan lebih kita kenal dengan student centre dengan di dukung pendekatan scientific, guru dtsini menjadi fasilitator yang hanya mengarahkan dan mengamati cara belajar peserta didik. Dalam hal ini ternyata konsep peranan peserta didik yang sedang dikembangkan dalam sistem pendidikan sekarang ini sangat relevan dengan apa yang telah di paparkan oleh Muhammad Iqbal, yakni pendidikan yang berpangkal pada kebebasan manusia, yang dengan kebebasan tersebut kemungkinan peserta didik diarahkan agar memiliki krcatifitas dalam berfikir sehingga dapat melakukan sebuah inovasi-inovasi pendidikan serta dapat menjawab tantangan zaman, baik sekarang maupun akan yang akan datang.

Peranan Pendidik- Kebanyakan guru saat masih banyak menggunakan metode-metode klasik, sehingga banyak dari peserta didik yang kurang tergali potensinya dengan maksimal, peserta didik lebih banyak yang datang, duduk, diam, pulang dengan menerima banyak materi dari guru. Maka disini Muhammad Iqbal mencoba mengkritisi terhadap sikap pendidik yang seperti itu menurutnya tumbuh kembangnya individualitas tidak mungkin terjadi tanpa kontak langsung dengan lingkungan yang konkrit dan dinamis. Dengan mengenalkan peserta didik ke alam akan membawa dampak yang baik, karena disinilah peserta didik menjadi subyek utama dalam pembelajaran.

KESIMPULAN
Kehidupan peijalalan tokoh pemikir seperti Muhammad lqbal sangat layak dijadikan acuan dalam pengembangan pendidikan dan lembaga pendidikan, dari sejarah peijalanan hidupnya yang sangat memperhatikan akan pentingnya pendidikan, dengan berbagai pemikiran-pemikiran yang dituangkan dalam tulisan-tulisannya seperti; The Development of Metaphysic in Persia, The Reconstruction or Religious Thought in Islam, Letters and Writings of Iqhal dll, yang mampu menggugah banyak orang untuk berfikir kearah perubahan demi terwujudnya kemajuan manusia yang terdidik dan lebih luasnya adalah suatu negara.

Pendidikan sangatlah luas dalam pembahasannya, karena pendidikan menjadi satu tujuan dalam kehidupan manusia untuk mencapai insan kami!, adapun tujuan dari pendidikan sendiri dalam penerapannya mengalami berbagai problematika yang sangat actual. Dalam hal ini Muhammad Iqbal memberikan konsep tujuan pendidikan, peranan pendidik, peserta didik, kurikulum, metode dan lingkungan yang dibangun oleh Muhammad Iqbal sangat sesuai dengan yang diharapkan dalam pengembangan pendidikan pada zaman sekarang secara ideal.
Hasil pemikiran Muhammad Iqbal dalam dunia pendidikan di Indonesia banyak yang relevan terhadap dunia pendidikan saat ini seperti muatan kurikulum di Indonesia yang dalam penerapannya dengan mempertimbangkan pada tiga ranah kognitif^ afektif dan psikomotorik.

DAFTAR PUSTAKA
Adian, Donny Gahral Adian, Muhammad Iqbal, (Bandung: Teraju)
Aziz, Abdul, Filsafat Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Teras, 2009)
Danusiri, Epistemologi Dalam Tasawuf Iqbal, (Yogjakarta: Pustaka Pelajar, 19%)
Iqbal, Muhammad, The Achievement oflove (Metode Sufi Meraih Cinta Ulahi), /diterjemahkan
oleh Tim Inisiasi Press. (Jakarta: Innisiasi Press, 2002) Luce, Miss dan Claude Maitre, Introduction ala pense (fiqbal. (Pengantar ke Pemikiran Iqbal)
diterjemahkan oleh Djohan Effendi. (Jakarta: Pustaka Kencana, 1981) Nasution, Hasyimsyah, Filsafat Islam, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999) K.G. Saiyidain, Iqbals Educational Philosophy, Penerjemah : M.I. Soelaeman, (Bandung: CV.
Diponegoro, 1981) Salahudin, Anas, Filsafat Pendidikan (Bandung: CV Pustaka Setia, 2011) Soleh, A. Khudari, Wacana Baru Filsafat Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012) Sudarsono, Filsafat Islam, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1997)

















PEMIKIRAN MUHAMMAD IQBAL TENTANG PENDIDIKAN ISLAM Reviewed by Kharis Almumtaz on March 14, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.