Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

PEMIKIRAN NURKHOLIS MADJID (CAK NUR) TERHADAP FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM


PEMIKIRAN NURKHOLIS MADJID (CAK NUR) TERHADAP FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

PENBAHULUAN

A.    Latar Belakang.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi sekarang ini sangat mendukung majunya berbagai dimensi bahkan segala dimensi kehidupan dari kehidupan ekoomi, social, budaya dan yang berhubungan dengan tugas kita sebagai seorang pendidikan yaitu masalah pendidikan.

Terkait masalah filsafat pendidikan Islam tentu ada keterkaitan antara yang lalu terjadi maupun saat sekarang di era kemajuan seperti sekarang. Bangsa Indonesia mulai adanya reformasi, pendidikan merupakan tulang punggung karena berkumpulnya para intelektualis yang mempunyai nilai, sikap, ketrampilan yang lebih yang mendongkrak kemajuan sehingga terwujud bangsa Indonesia yang maju berdasarkan Pancasila.

Keutuhan AIQuran merupakan warisan intelektual Islam yang terpenting dan paling berharga.Mushaf yang ada adalah pembukuan Ustman yang dahulunya digagas oleh Umar. Umar adalah Salah seorang sahabat nabi dan merupakan pemimpin kaum muslimin yang sangat dekat dengan Al Qurra' dan al huflad adalah seorang intelektualis yang dengan intelektualitasnya mampu mengembangkan ide - ide dan melaksanakan tindakan inovatif yang sebelumnya tidak dicontohkan oleh Nabi bahkan yang kadang Nampak tidak sejalan dengan nabi misalnya tentang usulan membukukan alquran karena dulunya hanya berupa catatan - catatan dan hafalan pribadi para sahabat.

Tokoh intelektual Indonesia yang terkenal sebagai pembaharu yang akan saya utarakan disini adalah Nurcholis Madjid atau Cak Nur yang cenderung mengambil rujukan dari tokoh intelektual /failasaui antara lain Muhammad Abduh. Muhammad Iqbal. Mahmud Syaltut, Fazlu Rahman, Ibnu Taymiyyah dan yang lainnya yang obsesinyalebih pada kembalinya cara berpikir dan cara hidup muslim sejati yang secara ironis kini dimiliki masyarakat barat modern.

PEMBAHASAN
A.    Biografi Nurcholis Madjid
Nurcholis Madjid lahir di Jombang Jawa Timur, 17 Maret 1939 (26 muharram 1358), dari keluarga kalangan pesantren. Seorang neomodermis Islam dalam wacana pembaharuan pemikiran Islam. Pola neomodernis itu mengkristal bersama waktu. Ketika masih usia sekolah dasar Nurcholis belajar di Madrasah Al Wathaniyah, jombang, milik Abdul Madjid. ayahnya(murid K.H Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Pengaruh Modernitas pertama ia cecap di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, pesantren yang menggembleng santrinya menguasai bahasa asing dan berpikiran bebas serta lintas mazhab Cak Nur kuliah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan memperoleh gelar Doktor dari Universitas Chicago, d miana sewaktu kuliah Cak Nur aktif dalam keiatan HMl(Himpunan Mahasiswa Islam) dan pernah menjadi ketua umum.

Cak Nur orang yang sangat aktif diberbagai kegiatan, menjadi dosen di IAIN Jakarta berkutat pula di bidang riset dan banyak pula kegiatannya menjadi pembicara ilmiah. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, sampai pada yayasan yang didirikannya yaitu Paramadina dengan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada gerakan intelektual Islam di Indonesia.

Cak Nur meninggal dunia pada 29 Agustus 2005 akibat penyakit sirosis hati.yang dideritanya. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata meskipun merupakan warga sipil karena dianggap telah banyak berjasa kepada Negara.  Cak Nur yang merupakan tokoh yang aktif diberbagai kegiatan pendidikan. Sebagai pembicara ilmiah Nurcholis fasih mengungkapkan pemikiran mendalam dengan bahasayang jernih, kaya dengan ilustrasi, hafal kutipan ayat, dan rujukan kitab kuning (referensi karya ulama klasik)“ 

Beliau merupakan tokoh pembaharu, pendidikan dan tokoh nasional yang banyak menghasilkan karya yang sangat banyak memberikan sumbangan pemikiran antara lain :
1)    Khazanah Intelektual Islam (Jakarta. Bulan Bintang. 1984),
2)    Islam Kemoderanan dan Keindahan (Bandung, Mizan, 1987)
3)    Islam, Doktrin, dan peradaban: Sebuah Telaah Kritis Tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, Kemodernan{ jakarta , Paramadina, 1992)
4)    Islam Kebudayaan Dan Keindonesiaan (Bandung, Mizan, 1994).
5)    Islam Agama Peradaban, Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Jakarta. Yayasan Wakaf Paramadina, 1995),
6)    Pintu-Pintu Menuju Tuhan (Jakarta. Yayasan Wakaf Paramadina. 1995)
7)    Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah (Jakarta. Yayasan Wakaf Paramadina. 1995).
8)    Tradisi Islam Peran Dan Fungsinya Dalam Pembangunan Di Indonesia (Jakarta. Yayasan Wakaf Paramadina. 1997).
9)    Masyarakat Religius (Jakarta. Yayasan Wakaf Paramadina. 1997)
10)    Kaki Langit Peradaban Islam (Jakarta. Yayasan Wakaf Paramadina. 1997).
11)    Bilik - Bilik Pesantren. Sebuah potret perjalanan(.!akarta. Yayasan Wakaf Paramadina, 1997)
12)    Perjalanan Religius 'Umrah dan Haji'(Jakarta, Yayasan Wakaf Paramadina, 1997)
13)    Cita-cita politik Islam Era Reformasi(.lakarta. Yayasan Wakaf Paramadina. 1999)
14)    Cendekiawan dan Masyarakat Religius(Jakarta. Yayasan Wakaf Paramadina. 1999)

Dan banyak karya-karya beliau yang lelah memotivasi kaum intelektual muslim karena beliau merupakan salah satu cendekiawan muslim yang memberikan corak baru dalam pendidikan Islam di Indonesia.

Diriwayatkan dalam sebuah hadist yang terkenal bahwa Nabi Muhammad Saw menjelang wafatnya pada tahun 11 Hijriyah atau 632 Masehi telah wanti - wanti kepada kaum uslimin jika mereka tidak hendak tersesat untuk berpegang hanya kepada al kitab dan al sunah saja.Yang dimaksud alkitab adalah ialah kitab „ suci alqur'an sedangkan al sunah( tradisi) adalah keseluruhan perilaku nabisemasa hidupnya sebagai utusan Tuhan yang dipandang sebagai contoh pelaksanaan al kitab tersebut 

Islam menurut Cak Nur adalah agama kemanusiaan(fitrah) yang membuat cita - citanya sejajar dengan cita- cita kemanusiaan universal yang juga sesuai cita- cita bangsa Indonesia juga.Cak Nur menyadari benar bahwa masyarakat Indonesia sangat pluralistik, bak dari segi etnis, budaya, suku, adat istiadat, maupun agama  Cak Nur mengusung beberapa pemikiran antara lain
1.    Pluralismejpositif
2.    Realisme
3.    Kontekstualisme
4.    Peingkatan intelektual remaja
5.    Pendidikan pesantren

Pluralisme positif, merupakan semangat yang menjadi salah satu hakikat Islam. Pluralisme oleh Islam yang tidak pernah hilang itu sekarang harus dengan penuh kesadaran diterapkan dalam pola-pola yang sesuai dengan tuntutan zaman moderen, demi memenuhi tugas suci Islam sebagai agama tauhid (ketuhanan YME) untuk ikut serta menyelamatkan umat manusia dan kemanusiaan di zaman mutakhir ini. Pendekatan realisme, menurut pemikiran ini ajaran - ajaran agama yang normatif dan ideal harus disesuaiakan penafsirannya denga keadaan atau realitas yang ada, dan bukan sebagaiamanakaum idealis yang ingin mengubah keadaan sesuai dengan ajaran agama yang ideal tadi.

Pendekatan kontektualisme, usaha pembaharuan akan bisa berjalan dengan baik dan komunikatif jika dilakukan sesuai dengan konteks yang aktual dan secara historis setempat Pendidikan Islam menurut Nurcholis Madjid harus dapat memberikan arah pengembangan dua dimensi bagi peserta didik, yakni dimensi ketuhanan dan dimensi kemanusiaan. Jika diklasifikasikan, maka konsep pembaharuan pendidikan Islam Nurcholis Madjid merupakan sebentuk corak pendidikan progresif dan spiritualitas yang menekankan sikap terbuka, fleksibel, kritis dalam berpikir; gagasan tentang demokrasi; desakralisasi atau sekularisasi; atau cita-cita masyarakat madani yang toleran dan plural.

Nurcholish Madjid sebagai tokoh yang banyak mengemukakan gagasan pembaharuan Islam beranggapan perlu adanya peningkatan kualitas intelektual di kalangan muslim termasuk kaum remaja, pelajar atau santri. Tidak hanya menguasai ilmu agama saja, melainkan ikut bersaing dalam dunia modern, sebagaimana yang pernah dicapai kaum muslimin abad pertengahan yang menguasai banyak ilmu pengetahuan dan unggul dalam banyak bidang.

Pembaharuan pesantren adalah bagian dari cita-cita modernisasinya. Pesantren yang mempunyai posisi penting dalam pendidikan menuntutnya untuk berperan penting dalam setiap proses pembangunan sosial baik melalui potensi pendidikan muupiin pengembangan masyarakat.
Pemikiran Cak Nur tentang pesantren berpendapat pesantren tanggap akan kebutuhan anak didiknya dengan hubunganya terhadap perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi bahkan sampai akhir-akhir ini yang begitu cepat perkembangannya. Untuk itu pesantren di tuntut memberikan pengajaran tidak hanya tentang agama tetapi juga umum, tentunya harus sesuai dengan bakat dan potensi yang dimiliki anak didik.

Menurut Nurcholish Madjid ilmu pengetahuan atau Science adalah prasyarat untuk mewujudkan salah satu diciptakan alam ini, yaitu untuk manfaat manusia. Gagasan pembaharuan pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dengan kebangkitan gagasan dan pembaharuan Islam, hal inidikarenakan kerangka dasar yang berada dibalik pembaharuan isi secara keseluruhan adalah bahwa pembaharuan pemikiran dan kelembagaan Islam merupakan prasyarat bagi kebangkitan kaum muslim d i masa modern.7 Kebangkitan Islam sebagai kebangkitan pemikiran Islam yang menurut gagasan Cak Nur dan banyak dilakukan dipesantren atas kesadaran akan keterbukaan untuk menerima atau dan bahkan berbcntuk dialog dengan pemikiran dan perkembangan intelektual serta kesadaran bahwa dalam konteksk pemikiran Islam ini faktor pendidikan sangat menentukan dalam menumbuhkan, mengembangkanatau menghentikan pemikiran Islam.

Sementara itu kebanyakan sarjana yang(beraliran) modernis dan Marn's mengangggap bahwa diskusi - diskusi disekitar ekonomi Islam, sains Islam, dan Islamisasi ilmu pengetahuan adalah pekerjaan sia - sia , maka bagi intelektual - intelektual yang sedang tumbuh ini diskusi - diskusi disekitar tema itu adalah suat u batu loncatan dalam rangka pengembangan tradisi intelektual Islam yang sesungguhnya, dan dengan begitu memberi landasan bagi suatu kebangkitan Islam yang sesungguhnya8 Pembelajaran dipesantren antara lain berisi:
a)    Mempelajari Alquran dengan cara yang sungguh-sungguh
b)    Melalui pertolongan sebuah bahan bacaan atau buku pegangan.
c)    Memanfaatkan mata pelajaran lain untuk disisipi pandangan-pandangan keagamaan lain.

Mempelajari Alquran dengan cara yang sungguh - sungguh daripada yang umumnya dilakukan orang sekarang, yaitu dengan menitik beratkan pada pemahaman makna dan ajaran ajaran yang terkandung di dalamnya. Ini memerlukan kemampuan pengajaran yang lebih besar. Pengajaran kesatuan tentang ayat-ayat atau surat-surat yang dibacanya dengan menghubungkan dengan ayat dan surat-surat lain. Pengajaran diatas mungkin mirip dengan pelajaran tafsir, tapi dapat diberikan tanpa sebuah buku atau kitab tafsir melainkan cukup dengan Alquran secara langsung.

Melalui pertolongan sebuah bahan bacaan atau buku pegangan. Penggunaan cara ini sangat bergantung pada kemampuan para pengajar dalam mengembangkanya secara lebih luas. Selain itu, baik sekali memanfaatkan mata pelajaran lain untuk disisipi pandangan-pandangan keagamaan lain. Dan menanamkan kesadaran dan penghargaan yang lebih wajar pada hasil-hassil seni budaya islam atau untuk menumbuhkan kepekaan rohani, termasuk kepekaan rasa ketuhanan yang menjaadi inti rasa keagamaan.


PENUTUP
Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa pemikiran Cak Nur memang tidak akan pernah bisa terlepas dari ke-Islaman dengan mengusung pemikiran pluralis, realis, kontekstualis. Begitu pula dengan pemkirannya terkait dengan pendidikan. Cak Nur lebih banyak menyorot pesantren yang memang masih dirasa perlu memberikan perhatian khusus.
Cak Nur mengemukakan pendidikan cara pesantren dengan penertiban manajemen pesantren, merumuskan kembali tujuan pesantren, kurikulum pesantren, sistem nilai pesantren serta penanaman va/ue (nilai) kepada peserta didik. Briman. berilmu dan beramal.
Selain itu Cak Nur juga berpandangan bahwa masyarakat indonesia adalah masyarakat madani sehingga konsep Cak Nur adalah mengambil jalan tengah antara peradaban barat dengan khasanah kebudayaan klasik yang ada adalam Islam.


DAFTAR PUSTAKA
Madjid, Nurcholis. Islam, Doktrin dan Peradaban; sebuah telaah kritis tentang masalah keimanan, kemanusiaan dan kemoderenan. 1992. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina.
Madjid, Nurcholis. Khazanah Intelektual Islam , l994.Jakarta: PT Bulan Bintang
Rakhmat Jalaludin, et al. Tharikat Nurcholishy Jejak Pemikiran dari Pembaharu sampai Guru Bangsa, 200 L Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
Suwito, Sejarah Sosial Pendidikan Islam. 2005Jakarta: Prenada Media
PEMIKIRAN NURKHOLIS MADJID (CAK NUR) TERHADAP FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Reviewed by Kharis Almumtaz on February 22, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.