Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

ASPEK ASPEK KETRAMPILAN DALAM BERBAHASA

 Latar belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia karena bahasa merupakan alat komunikasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa seseorang dapat menyampaikan ide, pikiran, perasaan atau informasi kepada orang lain , baik secara lisan maupun tulisan.

Keterampilan berbahasa Indonesia mencakup empat komponen, yaitu Keterampilan menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampilan membaca (reading skills), dan keterampilan menulis (writing skills). Penyajian materi ini dilatar belakangi oleh suatu kenyataan bahwa keterampilan berbahasa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari Setiap keterampilan berhubungan erat dengan keterampilan yang lain.

Setiap keterampilan berhubungan erat dengan poses-proses berpikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas pula pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dengan cara berlatih maupun praktik.

Dalam berbicara, si pengirim pesan mengirimkan pesan dengan menggunakan bahasa lisan. Kemudian, dalam menyimak si penerima pesan berupaya memberi makna terhadap bahasa lisan yang disampaikan orang lain. Selanjutnya, dalam menulis si pengirim pesan mengirimkan pesan dengan menggunakan bahasa tulis. Dipihak lain, dalam membaca si penerima pesan berupaya memberikan makna terhadap bahasa tulis yang disampaikan orang lain.

D. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kami membuat rumusan masalah sebagai berikut:
  • Apa saja aspek-apek dari keterampilan berbahasa ?   
  • Bagaimana keterkaitan antara aspek-aspek tersebut?
Aspek-aspek Keterampilan Berbahasa
Menurut Hoetomo MA (2005:531-532) terampil adalah cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu dan cekatan. Keterampilan adalah kecakapan untuk menyelesaikan tugas, atau kecakapan yang disyaratkan.
Dalam pengertian luas, jelas bahwa setiap cara yang digunakan untuk mengembangkan manusia, bermutu dan memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan sebagaimana diisyaratkan (Supamo,2001:27). Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar bahasa, yaitu mendengarkan (menyimak), berbicara,' membaca, dan menulis.


Keterampilan menyimak 
Menyimak adalah keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat reseftif. Dengan demikian berarti bukan sekedar mendengarkan bunyi-bunyi bahasa melainkan sekaligus memahaminya. Dalam bahasa pertama (bahasa ibu), kita memperoleh keterampilan mendengarkan
melalui proses yang tidak kita sadari sehingga kitapun tidak menyadari begitu kompleksnya proses pemerolehan keterampilan mendengar tersebut. Berikut ini secara singkat disajikan disekripsi mengenai aspek-aspek yang terkait dalam upaya belajar memahami apa yang kita sajikan dalam bahasakedua.

kegiatan menyimak ialah proses psikomotorik untuk menerima gelombang suara melalui telinga dan mengirimkan impuls-impuls tersebut ke otak. Proses ini merupakan permulaan dari suatu proses interaktif ketika otak bereaksi terhadap impuls-impuls untuk mengirimkan sejumlah mekanisme kognitif dan afektif yang berbeda. Menurut Brown (1995), terdapat delapan proses dalam keterampilan menyimak, yakni:
  • Pendengar memproses raw speech (kata baku) dan menyimpan image darinya dalam short term memory (memori jangka pendek). Image ini berisi frase klausa, tanda baca , intonasi, dan pola-pola tekanan kata dari suatu rangkaian pembicaraan yang didengar;
  • Pendengar menentukan tipe dalam setiap peristiwa pembicaraan yang sedang diproses.
  • Pendengar mencari maksud dan tujuan pembicaraan dengan mempertimbangkan bentuk dan jenis pembicaraan, konteks, dan isi;
  • Pendengar me-recall (menginggat) latar belakang informasi sesuai dengan konteks subjek masalah yang ada;
  • Pendengar mencari arti literal dari pesan yang ia dengar;
  • Pendengar menentukan arti yang dimaksud; 
  • Pendengar mempertimbangkan apakah informasi yang  disimpan di dalam memorinya atau ditunda;
  • Pendengar menghapus bentuk pesan-pesan yang telah ia terima 4 Beberapa tahapan menyimak menurut Kemp (1977), antara lain
  • Identifikasi, ^mpersepsn<arv bunyi-bunyi dan frase : kngan mengidentifikasi unsur-unsur ini secara langsung dan holKfic tertadap artinya.
  • Identifikasi dan seleksi tanpa retensi, mendengarkan utuk memahami,
  • menyarikan sekuen, tanpa dituntut untuk mendemonstrasikan pemahaman melalui penggunaan bahasa secara aktif.Identifikasi dan seleksi searah dengan retensi pendek/terbatas,dan seleksi dengan retensi yang memerlukan waktu yang panjang.
Ketermpilan berbicara
Berbicara adalah suatu keterampilan berbahasa yang berkembang pada kehidupan anak, yang hanya didahului oleh keterampilan menyimak, dan pada saat tersebut kemampuan berbicara dapat dipelajari. Berbicara berhubungan erat dengan perkembangan kosakata yang diperoleh melalui kegiatan menyimak dan membaca.16 Kemudian sehubungan dengan keterampilan berbicara secara garis besar ada tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semiaktif, dan noninteraktif. Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantuan antara berbicara dan mendengarkan, dan juga memungkinkan kita meminta klarifikasi, pengulangan atau kita dapat meminta lawan berbicara, memperlambat tempo bicara dari lawan bicara. Kemudian ada pula situasi berbicara yang semiaktif, misalnya dalam berpidato di hadapan umum secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang tidak dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa situasi berbicara dapat dikatakan bersifat noninteraktif, misalnya berpidato melalui radio atau televisi.

Berikut ini beberapa keterampilan mikro yang harus dimiliki dalam berbicara, dimana pcrmbicara harus dapat;
  • Mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda secara jelas sehingga pendengar dapat membedakannya.
  • Menggunakan tekanan dan nada serta intonasu secara jelas dan tepat sehingga pendengar dapat memahami apa yang diucapkan pembicara. N. Menggunakan bentuk-bentuk kata, urutan kata, serta pilihan kata yang tepat.
  • Menggunakan register atau ragam bahasa yang sesuai terhadap situasi komunikasi termasuk sesuai ditinjau dari hubungan antar pembicara dan pendengar.
  • Berupaya agar kalimat-kalimat untama jelas bagi pendengar.
  • Prinsip-prinsip umum yang mendasari kegiatan berbicara, antara lain:
  • Membutuhkan paling sedikit dua orang.
  • Mempergunakan suatu sandi linguistic yang dipahami bersama.
  • Menerima atau mengakui suatu daerah referensi umum.
  • Merupakan suatu pertukaran antara partisipan.
  • Menghubungkan setiap pembicaraan dengan yang lainnya dan kepada lingkungannya dengan segera.
  • Berhubungan atau berkaitan dengan masa kini.
 Keterampilan membaca 
Membaca adalah sesuatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktifitas visual, berfikir, spikolinguistik dan metakognitif. Membaca merupakan proses meneijemahkan symbol tulisan ke dalam kata- kata lisan. Sebagai suatu proses berfikir membaca mencakup pengenalan kata, pemahaman literal, interprestasi, membaca kritis, dan pemahaman kreatif. Pengenalan kata bisa berupa aktifitas membaca kata- kata dengan menggunakan kamus (crawley dan mountain 1995).  Komponen dasar dari proses membaca adalah recording, decoding, dan meaning. Recording merujuk pada kata- kata dan kalimat, kemudian mengasosiasikannya. Decoding (penyandian) merujuk pada proses penerjemahan rangkaian grafis ke dalam kata- kata. Sedangkan meaning adalah memahami makna melalui berbagai tingkatan mulai dari tingkat pemahaman literal sampai kepada pemahaman interpretative, kreatif, dan evaluative.

 Keterampilan-keterampilan mikro yang terkait dengan proses membaca yang harus dimiliki oleh pembicara adalah:
  • Mengenal sistem tulisan yang digunakan.
  • Mengenal kosakata.
  •  Menentukan kata-kata kunci yang mngindentifikasikan topik dan gagasan utama.
  • Menentukan makna kata-kata, termasuk kosakata split, dari konteks tertulis.
  • Mengenal kelas kata gramatikal, kata benda, kata sifat, dan sebagainya.
Membaca hendaknya mempunyai tujuan, karena seseorang yang membaca dengan tujuan maka cenderung akan lebih mudah memahami isi bacaan.Tujuan membaca mencakup kesenangan, menyempurnakan membaca nyaring, menggunakan setrategi tertentu, memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topic, mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahui, memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis, menginformasikan atau menolak prediksi serta menampilkan eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang struktur teks.
Keterampilan menulis
Menulis adalah keterampilan produktif dengan menggunakan tulisan. Menulis dapat dikatakan suatu keterampilan berbahasa yang paling rumit di antara jenis-jenis keterampilan berbahasa lainnya. Ini karena menulis bukanlah sekedar menyalin kata-kata dan kalimat-kalimat, melainkan juga mengembangkan dan menuangkan pikiran-pikiran dalam suatu struktur tulisan yang teratur. Menulis menuntut pengalaman, waktu, kesempatan, pelatihan, keterampilan dan pengajaran.
Berikut ini keterampilan-keterampilan mikro yang diperlukan dalam menulis:
  • Menggunakan ortografi dengan benar, termasuk di sini penggunaan ejaan.
  • Memilih kata yang tepat.
  • Menggunakan bentuk kata dengan benar.
  • Mengurutkan kata-kata dengan benar.
  • Menggunakan struktur kalimat yang tepat dan jelas bagi pembaca.


Keterampilan menulis adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang tulis menulis sehingga tenaga potensial dalam menulis. Keterampilan menulis untuk saat sekarang telah menjadi rebutan dan setiap orang berusaha untuk dapat berperan dalam dunia menulis. Banyak orang berusaha meningkatkan keterampilan menulisnya dengan harapan dapat menjadi penulis handal.

Seperti diketahui, menulis itu adalah sebuah keterampilan sehingga dapat dilatih sedemikia rupa meningkatkan kemampuan tersebut. Dalam dunia penulisan, pengertian keterampilan menulis seringkah menjadi sesuatu yang biasa sehingga banyak yang tidak memahami pengertian yang sesungguhnya. Hal ini banyak dibuktikan dari kenyataan banyak yang menganggap bahwa menulis itu ditentukan karena- bakat.keterampilan menulis adalah kemampuan yang didapat dan dimiliki oleh seseorang setelah melalui proses pelatihan secara itens, khusus dalam bidang menulis. Dengan mengikuti pelatihan atau berlatih secara itens, maka seseorang dapat terampil menulis.

Hubungan Aspek-aspek keterampilan berbahasa
Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar berbahasa yaitu, menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Keempat keterampilan tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lain :
  • Hubungan Menyimak dengan Berbicara.
Menyimak dan berbicara merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung, merupakan komunikasi tatap muka atau face to fcace communication (Brooks, 1964: 134) . Hubungan antara berbicara dan menyimak terdapat hubungan yang erat, yang terdapat dalam hal-hal berikut :
  • Ujaran, biasanya dipelajari melalui menyimak dan meniru.
  • Kata-kata yang akan dipakai serta dipelajari oleh sang anak ditentukan oleh perangsang yang ditemuinya dan kata-kata yang paling banyak memberi bantuan atau pelayanan dalam penyampaian gagasan-gagasannya.
  • Ujaran sang anak mencerminkan pemakaian bahasa di rumah dan dalam masyarakat tempatnya hidup.
  • Anak yang masih kecil lebih dapat memahami kalimat-kalimat yang jauh lebih panjang dan rumit ketimbang kalimat-kalimat yang dapat diucapkamiya.
  • Meningkatkan keterampilan menyimak berarti pula membantu meningkatkan kualitas berbicara seseorang.
  • Bunyi suara Merupakan suatu factor penting dalam peningkatan cara pemakaian kata-kata sang anak.
  • Berbicara dengan bantuan alat-alat peraga akan menghasilkan
  • penangkapan informasi yang lebih baik pada pihak penyimak. 
 Hubungan Menyimak dan Membaca.
Menyimak dan membaca sama-sama merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Menyimak berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Penyimak maupun pembaca malakukan aktivitas pengidentifikasian terhadap unsure-unsur bahasa yang berupa suara (menyimak), maupun berupa tulisan (membaca) yang selanjutnya diikuti diikuti dengan proses decoding guna memperoleh pesan yang berupa konsep, ide, atau informasi. Keterampilan menyimak merupakan kegiatan yang paling awal dilakukan oleh manusia bila dilihat dari proses pemerolehan bahasa. Secara berturut-turut pemerolehan keterampilan berbahasa itu pada umumnya dimulai dari menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kegiatan menyimak diawali dengan mendengarkan, dan pada akhirnya memahami apa yang disimak. Untuk memahami isi bahan sirnakan diperlukan suatu proses berikut; mendengarkan, mengidentifikasi, menginterpretasi atau menafsirkan, memahami, menilai, dan yang terakhir menanggapi apa yang disimak. Dalam hal ini menyimak memiliki tujuan yang berbeda-beda yaitu untuk; mendapatkan fakta, manganalisa fakta, mengevaluasi fakta, mendapat inspirasi, menghibur diri, dan meningkatkan kemampuan berbicara. Beberapa hubungan antara membaca dan menyimak, sebagai berikut:
  • Pengajaran serta petunjuk-petunjuk dalam membaca disampaikan
  • oleh sang guru melalui bahasa lisan, dan kemampuan sang anak
  • untuk menyimak dengan pemahaman ternyata penting sekali.
  • Menyimak merupakan cara atau model utama bagi pelajaran lisan,
  • selama tahun-tahun permulaan di sekolah.
  • Walaupun menyimak pemahaman lebih unggul daripada membaca
  • pemahaman, anak-anak sering gagal untuk memahaminya, dan tetap menyimpan, memakai, menguasai sejumlah fakta yang mereka dengar atau mereka simak.
  • Para siswa membutuhkan bimbingan dalam belajar menyimak lebih efektif dan lebih tertutup lagi agar, hasil pengajaran lebih baik.
  • Menyimak turut membantu sang anak untuk menangkap ide pokok atau gagasan utama yang diajukan oleh sang pembicara.
Hubungan Membaca dan Menulis
Antara membaca dan menulis terdapat hubungan yang sangat erat. Jika kita menulis, maka kita ingin tulisan kita dibaca orang lain, paling tidak dibaca diri sendiri.23 Menulis adalah kegiatan berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca adalah kegiatan yang bersifat reseptif. Seorang penulis menyampaikan gagasan, perasaan, atau informasi dalam bentuk tulisan. Sebaliknya seorang pembaca mencoba memahami gagasan, perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan tersebut. Membaca adalah suatu proses kegiatan yang ditempuh oleh pembaca yang mengarah pada tujuan melalui tahap-tahap tertentu (Bums, 1985). Proses tersebut berupa penyandian kembali dan penafsiran sandi. Kegiatan dimulai dari mengenali huruf, kata, ungkapan, frasa, kalimat, dan wacana, serta menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya (Anderson, 1986).
ASPEK ASPEK KETRAMPILAN DALAM BERBAHASA Reviewed by Kharis Almumtaz on May 01, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.