Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

PENGEMBANGAN KURIKULUM INTEGRATIF DI SD/MI

pengembangan kurikulum integratif di sd/mi
PENGEMBANGAN KURIKULUM INTEGRATIF DI SD/MI

A.Pengembangan Kurikulum

almumtaz.wiki- Pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum agar menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik. Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar mengajar antara lain: penetapan satuan pengorganisasian kurikulum dan spesifikasi tujuan yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan sumber dan alat pengukur pengembangan kurikulum yang mengacu pada kreasi sumber-sumber unit, rencana unit dan garis pelajaran kurikulum lainnya, untuk memudahkan proses belajar mengajar.

Pengembangan kurikulum tidak dapat terlepas dari berbagai aspek yang memengaruhinya, seperti cara berfikir, sistem nilai (nilai moral, keagamaan, politik, budaya, dan sosial), proses pengmbangan, kebutuhan peserta didik, kebutuhan masyarakat maupun arah program pendidikan. Aspek-aspek tersebut akan menjadi bahan yang perlu dipertimbangkan dalam suatu pengembangan kurikulum. Model pengembangan kurikulum merupakan suatu alternatif prosedur dalam rangka mendasain (designing), menerpakan (implementation), dan mengevaluasi (evaluation) suatu kurikulum.

Dalam pengembangan kurikulum, hendaknya sebisa mungkin didasarkan pada faktor-faktor yang konstan sehingga ulasan mengenai hal yang dibahas dapat dilakukan secara konsisten. Faktor-faktor konstan yang dimaksud adalah dalam pengembangan kurikulum perlu didasarkan pada tujuan, bahan pelajaran, proses belajar mengajar, dan evaluasi yang menggambarkan dalam pengembangan tersebut.  Faktor-faktor konstan tersebut, yang terdiri dari beberapa komponen tersebut, harus saling bertalian erat. Misalnya evaluasi harus sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, begitujuga dengan bahan ajar dan proses belajar mengajar.

Sehingga, agar dapat mengembangkan kurikulum secara baik, pengembang kurikulum semestinya memahami berbagai jenis model pengembangan kurikulum. Yang dimaksud dengan model pengembangan kurikulum yaitu langkah atau prosedur sistematis dalam proses penyusunan suatu kurikulum. Dengan memahami esensi model pengembangan kurikulum dan sejumlah alternatif model pengembangan kurikulum, para pengembang kurikulum diharapkan akan bisa bekerja secara lebih sistematis, sistemik dan optimal. Sehingga harapan ideal terwujudnya suatu kurikulum yang akomodatif dengan berbagai kepentingan, teori dan praktik, bisa diwujudkan.

B. Kurikulum Integratif
Usaha mengintegrasikan bahan pelajaran dari berbagai mata pelajaran menghasilkan kurikulum yang integrated atau terpadu. Integrasi ini tercapai dengan memusatkan pelajaran pada masalah tertentu yang memerlukan pemecahannya dengan bahan dari segala macam disiplin atau mata pelajaran yang diperlukan. Bahan mata pelajaran menjadi instrumental dan fungsional untuk memecahkan masalah itu. Batas-batas antara mata pelajaran dapat ditiadakan.

Menurut Drake, kurikulum integratif (integated curriculum) adalah model
kurikulum yang disusun dan dilaksanakan dengan mengedepankan berbagai perspektif, di dalamnya terangkum berbagai pengalaman belajar, dan menjangkau berbagai ranah pengetahuan sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Lebih lanjut Drake menyatakan bahwa model kurikulum ini banyak memberikan manfaat kepada anak didik, dari sisi keilmuan maupun pengalaman yang berguna bagi kehidupannya di masa mendatang.

Kurikulum ini membuka kesempatan yang lebih besar untuk mengadakan kerja kelompok, memanfaatkan masyarakat dan lingkungan sebagai sumber belajar, memperhatikan perbedaan individual, melibatkan para siswa dalam perencanaan pelajaran. Selain memperoleh sejumlah pengetahuan secara fungsional, kurikulum ini mengutamakan proses belajaranya. Dikatakan bahwa cara memperoleh ilmu itu fungsional oleh sebab ilmu itu dikumpulkan bertalian dengan usaha memecahkan masalah. Misalnya dengan belajar membuat radio, siswa mempelajarai hal-hal yang berkenaan dengan listrik, siaran, penerimaan dan sebagainya.

Kurikulum ini dengan sendirinya fleksibel dan tidak mengharapkan hasil belajar yang sama dari semua murid. Tanggung jawab mengembangkan kurikulum banyak dipercayakan kepada guru-guru, orang tua, dan murid-murid. Anak dihadapkan pada berbagai situasi yang mengandung permasalahan yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari (life centered) yang dikaitkan dengan pelajaran di sekolah.

Integrated curriculum tersebut pada akhirnya akan menghasilkan interconnected curriculum atau interdependent curriculum. Perwujudan integrated curriculum dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

Pertama, penggabungan (fusion) beberapa topik menjadi satu. Misalnya topik tentang lingkungan hidup, tanggung jawab sosial dan perilaku masyarakat digabungkan menjadi satu dalam kajian tentang geografi.

Kedua, memasukkan sub disiplin keilmuan ke dalam induknya menjadi satu kesatuan (within one subject). Misalnya, ilmu fisika, matematika, kimian dan biologi dimasukkan ke dalam kelompok ilmu murni (pure science).

 Ketiga, dengan cara menghubungkan satu topik dengan pengetahuan-pengetahuan lain yang sedang dipelajari oleh siswa tetapi berbeda jam. Ini diistilahkan Drake dengan multidisciplinary. Misalnya, ketika jam tertentu siswa belajar tentang mahluk hidup, maka guru dapat meminta siswa untuk mengingat atau mengungkapkan pengetahuan yang diperolehnya dalam pelaj aran lain yang terkait.

Keempat, mempelajari satu topik dengan menggunakan berbagai perspektif dalam waktu bersamaan. Ini disebut Drake dengan istilah interdicplinary. Misalnya, topik lingkungan dijelaskan melalui perspektif budaya, geografi, biologi, sosial, agama dan sebagainya. Langkah keempat tersebut cenderung mengedepankan pendekatan perandingan (comparative perspective).

Kelima, transdiciplinary, yaitu mengaitkan suatu topik dengan nilai nilai, peristiwa, isu-isu terkini (current issues) yang sedang berkembang. Dalam  prakteknya penyusunan dan pelaksanaan kurikulum tidak dimulai dari apa yang tertulis, tetapi berdasarkan pertanyaan siswa terhadap permasalahan tertentu atau hasil penelitian para peneliti tentang sesuatu yang dianggap urgen serta penting.

C. Pengembangan Kurikulum Integratif di SD/MI (di SD Muhammadiyah Domban 4)

Pengembangan kurikulum integratif di SD/MI berkaitan dengan pengembangan Kurikulum 2013. Hal ini sesuai dengan pendekatan yang dipakai dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013 yaitu tematik integratif. Pendekatan yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut, dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan.

 Dalam implementasi Kurikulum 2013, pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam seluruh pembelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan nilai-nilai atau norma pada setiap bidang studi perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari.

D. Landasan Pengembangan Kurikulum 2013
Pengembangan Kurikulum 2013 dilandasi secara filosofis, yuridis, dan konseptual sebagai berikut:
  1. Landasan Filosofis Filosofis Pancasila memberikan berbagai prinsip dasar dalam pembangunan pendidikan. Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta didik, dan masyaraka
  2. Landasan Yuridis Pengembangan Kurikulum 2013 mengacu pada RPJMN 2014 sektor pendidikan yang memuat tentang perubahan metodologi pembelajaran dan penataan kurikulum. Instruksi Presiden nomor 11 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional menegaskan bahwa penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan Nilai-nilai Budaya Bangsa untuk membentuk daya saing karakter bangsa.
  3. Landasan Konseptual Secara konseptual, pengembangan Kurikulum 2013 memperhatikan prinsip:
      • Relevansi pendidikan (link and match)
      • Kurikulum Berbasis Kompetensi, dan karakter
      • Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning)
      • Pembelajaran aktif (student active learning)
      • Penilaian yang valid, utuh, dan menyeluruh.


E. Alasan Pengembangan Kurikulum 2013

Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Faktor yang menjadi alasan pengembangan Kurikulum 2013 adalah: pertama, tantangan masa depan diantaranya globalisasi, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, dll. Kedua, kompetensi masa depan yang meliputi kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, dll. Ketiga, fenomena sosial seperti perkelahian remaja, korupsi, plagiarisme, dan gejolak sosial (social unrest). Keempat, persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter.


F. Tujuan Pengembangan Kurikulum 2013

Tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi.

G. Prinsip Pengembangan Kurikulum 2013

Pengembangan Kurikulum 2013 yang berbasis karakter dan kompetensi perlu memperhatikan dan mempertimbangkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Pengembangan kurikulum dilakukan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
  2. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
  3. Mata pelajaran merupakan wahana untuk mewujudkan pencapaian kompetensi.
  4. Standar Kompetensi Lulusan dijabarkan dari tujuan pendidikan nasional dan kebutuhan masyarakat, Negara serta perkembangan global.
  5. Standar Isi dijabarkan dari Standar Kompetensi Lulusan.
  6. Standar Proses dijabarkan dari Standar Isi.
  7. Standar Penilaian dijabarkan dari Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan Standar Proses.
  8. Standar Kompetensi Lulusan dijabarkan ke dalam Kompetensi Inti.
  9. Kompetensi Inti dijabarkan ke dalam Kompetensi Dasar yang dikontekstualisasikan dalam suatu mata pelajaran.
  10. Kurikulum satuan pendidikan dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah, dan satuan pendidikan.
      • Tingkat nasional dikembangkan oleh Pemerintah
      • Tingkat daerah dikembangkan oleh Pemerintah daerah
      • Tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh satuan pendidikan
Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.


KESIMPULAN 

Berdasarkan pembahasan dalam makalah ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan kurikulum adalah proses perencanaan kurikulum agar menghasilkan rencana kurikulum yang luas dan spesifik. Proses ini berhubungan dengan seleksi dan pengorganisasian berbagai komponen situasi belajar mengajar antara lain: penetapan satuan pengorganisasian kurikulum dan spesifikasi tujuan yang disarankan, mata pelajaran, kegiatan sumber dan alat pengukur pengembangan kurikulum yang mengacu pada kreasi sumber-sumber unit, rencana unit dan garis pelajaran kurikulum lainnya, untuk memudahkan proses belajar mengajar.

Kurikulum integratif (integated curriculum) adalah model kurikulum yang disusun dan dilaksanakan dengan mengedepankan berbagai perspektif, di dalamnya terangkum berbagai pengalaman belajar, dan menjangkau berbagai ranah pengetahuan sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Integrasi ini tercapai dengan memusatkan pelajaran pada masalah tertentu yang memerlukan pemecahannya dengan bahan dari segala macam disiplin atau mata pelajaran yang diperlukan. Bahan mata pelajaran menjadi instrumental dan fungsional untuk memecahkan masalah itu. Batas-batas antara mata pelajaran dapat ditiadakan.

Pengembangan kurikulum integratif di SD/MI berkaitan dengan pengembangan Kurikulum 2013. Hal ini sesuai dengan pendekatan yang dipakai dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013 yaitu tematik integratif. Pendekatan yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut, dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Di SD Muhammadiyah Domban 4 sudah mulai diimplementasikan Kurikulum 2013 secara mandiri.

terimakasih telah berkunjung ke blog kami di: almumtaz.wiki


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Idi, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013.
E. Mulyasa, Pengembangan Implementasi Kurikulum 2013, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2002.
Karwadi, JURNAL PENELITIAN AGAMA VOL. XVII, NO. 3: Integrasi Paradigma Sains dan Agama dalam Pembelajaran Aqidah (Ketuhanan) (Telaah Teoritis dari Perspektif Kurikulum Integratif), Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2008.

Oemar Hamalik, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum 2007. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.
S. Nasution, Pengembangan Kurikulum, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1993.
Sholeh Hidayat, Pengembangan Kurikulum Baru, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013.
Susan M. Drake, Menciptakan Kurikulum Terintegrasi yang Berbasis Standar, Jakarta: Indeks, 2013.
Toto Ruhimat dan Muthia Alinawati, Kurikulum dan Pembelajaran,  Jakarta: Rajawali Press, 2013.

PENGEMBANGAN KURIKULUM INTEGRATIF DI SD/MI Reviewed by Kharis Almumtaz on May 01, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.