Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

PERBEDAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM KTSP 2006 DAN KURIKULUM 2013


A.    Latar Belakang Masalah
Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang strategis, karena seluruh kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum. Begitu pentingnya kurikulum sebagaimana sentral kegiatan pendidikan, maka didalam penyusunannya memerlukan landasan atau fondasi yang kuat, melalui pemikiran dan penelitian secara mendalamdan pada dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen.“setiap kurikulum biasanya terdiri dari tujuan, isi, strategi/pola belajar-mengajar, dan evaluasi.

Kurikulum merupakan komponen sistem pendidikan yang paling rentan terhadap pembahan. Paling tidak ada tiga faktor yang membuat kurikulum harus selalu dirubah atau diperbaharui. Pertama, karena adanya pembahan filosofi tentang manusia dan pendidikan, khususnya mengenai hakikat kebutuhan peserta didik terhadap pendidikan/pembelajaran. Kedua, cara karena cepatnya perkembangan ilmu dan teknologi, sehingga subject matter yang harus disampaikan kepada peserta didik pun semakin banyak dan beragam. Ketiga,t adanya pembahan masyarakat, baik secara sosial, politik, ekonomi, maupun daya dukung lingkungan alam, baik pada tingkat lokal maupun global.

Adanya faktor-faktor tersebut, maka salah satu kriteria baik buruknya sebuah kurikulum bisa dilihat pada fleksibilitas dan adaptabilitasnya terhadap pembahan. Selain itu juga dilihat dari segi kemampuan mengakomodasikan kepentingan atau muatan lokal dan isu-isu global. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa pendidikan harus mampu mengantarkan peserta didik untuk hidup pada zaman mereka, serta memiliki wawasan global dan mampu berbuat sesuai dengan kebutuhan lokal. Untuk dapat menuju pada karakteristik kurikulum ideal tersebut maka proses penyusunan kurikulum tidak lagi selayaknya dilakukan oleh negara dan diberlakukan bagi seluruh satuan pendidikan tanpa melihat kondisi internal dan lingkungannya. Kurikulum henaknya disusun dari bawah (bottom up) oleh setiap satuan pendidikan bersama dengan stakeholder masing-masing.

Tujuan kurikulum pada hakikatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan pada anak didik Dalam perspektif pendidikan nasional, tujuan  pendidikan nasional dapat dilihat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa :“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
 
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem. Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah di mulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing- masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.

Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran yang termasuk dalam KTSP, posisinya sejajar dengan mata pelajaran lainnya. Di dalam KTSP 2006, mata pelajaran ini dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri serta diajarkan dengan pendekatan yang berbeda. Tiap jenis konten pembelajaran pun diajarkan terpisah.

B.    Rumusan Masalah
Berangkat dari pembahasan pada latar belakang di atas, maka dapatlah dikemukakan permasalahan yang menjadi inti pembahasan dalam makalah ini, yakni sebagai berikut:
1.    Bagaimana kebijakan pelaksanaan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di Indonesia?
2.    Bagaimana posisi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam KTSP ?
3.    Apa perbedaan yang mendasar pada pembelajaran bahasa Indonesia dalam KTSP 2006 dan Kurikulum 2013 ?


A.    Kebijakan Pelaksanaan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di Indonesia

Dalam panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dikeluarkan oleh BSNP, pengertian kurikulum yang digunakan mengacu pada pengertian seperti yang tertera dalam UU tersebut. Secara lebih jelas dikatakan bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

Kebijakan pengembangan kurikulum di Indonesia tercantum dalam Undang- UndangNo. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peratutan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri PendidikanNasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi (SI), Peraturan Menteri PendidikanNasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan PeraturanMenteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL. Semuaperaturan tersebut menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional baikdilihat dari jenjang maupun jenisnya.

B.    Posisi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam KTSP

Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar pendidikan di semua jenis jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi. Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar khususnya MI/SD yaitu mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi karena bahasa Indonesia merupakan sarana berpikir untuk menumbuh kembangkan cara berpikir logis, sistematis, dan kritis. Sasaran dari pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar adalah siswa terampil dalam menggunakan bahasa.  Jenjang pendidikan dasar mempunyai tujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tertulis. Maia pelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik mempunyai kemampuan sebagai berikut:
  • Berkomunikasi secara efektif dan efisien dengan etika yang berlaku baik secara lisan maupun tertulis.
  • Menghargai bahasa dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasapersatuan dan bahasa negara.
  • Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan.
  • Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial.
  • Menikmati    dan    memanfaatkan karya sastra untuk meningkatkan
  • wawasanmemperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bahasa.
  • Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya perubahan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar yang berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Pembelajaran bahasa Indonesia diharapkan harus menekankan pada aspek komunikatif dan dapat fungsional bahwa bahasa sebagai alat komunikasi. Siswa diajak belajar berbahasa secara komunikatif agar berguna untuk bekal kecakapan hidupnya dan bahasa Indonesia merupakan sesuatu yang fungsional bagi kehidupan siswa.

Arah pembelajaran bahasa Indonesia dalam KTSP lebih menekankan keterlibatan siswa dalam belajar, membuat siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Suatu proses perubahan bahwa pendidikan kita harus bergeser dari belajar yang berfokus pada penguasaan pengetahuan ke belajar holistic realistic yang lebih bermakna dan menyenangkan. Setiap pendidik selalu mengharapkan agar semua ilmu pengetahuan yang diajarkan dapat dimengerti dan dipahami siswa serta mampu menerapkan dalam kehidupan masyarakat.

Kemampuan membaca bagi seorang siswa sangat penting karena merupakan salah satu dasar untuk memahami dan menambah pengetahuan mata pelajaran yang lain. Pendapat Bums dalam Farida Rahim mengemukakan bahwa kemampuan membaca merupakan sesuatu yang sangat penting dalam suatu masyarakat terpelajar. Belajar membaca merupakan usaha terus menerus. Pembelajaran membaca mempunyai kedudukan yang strategis dalam pendidikan dan pengajaran. 

Penggunaan metode yang tepat akan meningkatkan efektifitas dan kualitas dalam pembelajaran. Pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran keterampilan berbahasa yang meliputi empat aspek : menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Membaca merupakan salah satu kemampuan reseptif yang memerlukan pemahaman dari pembaca. Membaca adalah salah satu komunikasi tulis yang tidak hanya sekedar melafalkan huruf atau lambang bunyi tetapi juga memahami dan memberikan tanggapan terhadap apa yang telah dibacanya. Membaca merupakan keterkaitan antara aktivitas fisik dan mental. Secara fisik membaca memerlukan indera visual dan secara mental, membaca memerlukan waktu intensif dan daya ingat.

Rendahnya kemampuan siswa dalam membaca permulaan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor dari guru maupun siswa sendiri. Salah satu faktor penyebab rendahnya membaca permulaan adalah metode penyampaian guru dalam pembelajaran kurang menarik minat siswa sehingga membuat siswa menjadi cepat bosan dan kurang memperhatikan.
Guru kelas I memegang peranan penting dalam bidang pengajaran bahasa Indonesia khususnya membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca yang memadai sejak dini maka anak akan mengalami kesulitan belajar dikemudian hari. Kemampuan siswa dalam mengenal huruf juga harus ditingkatkan karena pengenalan huruf masih rendah. Mengingat pentingnya peranan membaca tersebut bagi perkembangan siswa maka cara guru mengajar membaca harus memilih metode yang tepat dan benar sehingga mudah dipahami siswa.
  • Standar Kompetensi Lulusan Bahasa Indonesia MI/SD (Permendiknas Nomor 24 tahun 2006)
Mendengarkan :
Memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat.
Tes menyimak diselenggarakan dengan memperdengarkan wacana lisan sebagai bahan tes disertai dengan tugas yang harus dilakukan atau menjawab pertanyaan. Contohnya: menjawab pertanyaan kalimat, merumuskan inti wacana, menceritakan kembali.
Berbicara:
Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana, wawancara, percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa dan benda di sekitar, memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng, pantun, drama, dan puisi.

Tes kemampuan berbicara menuntut siswa menunjukkan kemampuan dan penguasaannya terhadap beberapa aspek dan kaidah penggunaan bahasa yang diungkapkan secara lisan. Contohnya:bercerita singkat, menceritakan kembali, berpidato, berdialog 

Membaca:
Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama.
Tes membaca dilaksanakan dalam bentuk tes esai dengan pertanyaan yang dapat dijawab dengan jawaban panjang dan lengkap. Selain itu, tes membaca dapat pula disajikan dengan soal objektif, seperti pilihan ganda, melengkapi, menjodohkan, atau bentuk gabungan. Contohnya; melengkapi wacana, menjawab pertanyaan, meringkas isi bacaan 
Menulis:
Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun.
Tes menulis dapat berupa menulis bebas atau menulis berdasarkan rambu- rambu tertentu. Namun, sebaiknya untuk memudahkan siswa mengeijakannya dan guru memeriksanya, bentuk menulis apa pun sebaiknya ada rambu-rambu sebagai petunjuknya. Contohnya: menceritakan gambar, menceritakan kembali, membuat ringkasan/rangkuman/sinopsis, menulis bebas dengan rambu-rambu minimal. 

  • Silabus Bahasa Indonesia MI/SD7
Silabus disusun berdasarkan Standar Isi, yang di dalamnya berisikan IdentitasMata
Pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD),
MateriPokok/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian,
AlokasiWaktu, dan Sumber Belajar. Dengan demikian, silabus pada dasarnya
mdip^bpermasalahan-permasalahan antara lain:
  • Kompetensi apa saja yang harus dicapai siswa sesuai dengan yang dirumuskanoleh Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar).
  • Materi Pokok/Pembelajaran apa saja yang perlu dibahas dan dipelajari pesertadidik untuk mencapai Standar Isi.
  • Kegiatan Pembelajaran apa saja yang seharusnya diskenariokan oleh gurusehingga peserta didik mampu berinteraksi dengan sumber-sumber belajar.
  • Indikator apa saja yang harus dirumuskan untuk mengetahui ketercapaian SKdan KD.
  • Bagaimanakah cara mengetahui ketercapaian kompetensi berdasarkanlndikator sebagai acuan dalam menentukan jenis dan aspek yang akan dinilai.
  • Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai Standar Isi tertentu.
  • Sumber Belajar apa yang dapat diberdayakan untuk mencapai Standar Isi


C. Perbedaan yang mendasar pada pembelajaran bahasa Indonesia dalam KTSP 2006 dan Tematik Integratif kurikulum 2013
Kurikulum 2013 yang baru saja diterapkan ini memiliki perbedaan dengan KTSP. Perbedaan tersebut menyangkut beberapa hal antara lain pada standar isi, standar proses dan standar penilian. Ketiga standar inilah yang sangat membedakan bila kedua kurikulum ini kita badingkan.
Perbedaan yang mendasar pada pembelajaran bahasa Indonesia dalam pembelajaran terpadu KTSP 2006 dan Tematik Integratif kurikulum 2013 ialah:
  1.  KTSP 2006 Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel dan pembelajaran secara terpisah Sedangkan pada kurikulum 2013 bersifat tematik integratif Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema mata pelajaran. Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain yaitu pengantar kemata pelajaran lain
  2.  Di dalam KTSP 2006, mata pelajaran Bahasa Indonesia dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri. Mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda. Tiap jenis konten pembelajaran pun diajarkan terpisah. Sedangkan pada kurikulum 2013, mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat Kompetensi Inti
Standar Kompetensi   
Kompetensi Dasar
  • Membaca
7. Memahami teks dengan membaca sekilas, membaca memindai, dan membaca cerita anak    7.1    Membandingkan isi dua teks yang dibaca dengan membaca sekilas
7.2    Menemukan informasi secara cepat dari berbagai teks 1 khusus (buku petunjuk telepon, jadwal peijalanan, dañar susunan acara, dañar menu, dll.) yang dilakukan melalui membaca memindai
7.3    Menyimpulkan isi cerita anak dalam beberapa kalimat
  • Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan fakta secara tertulis dalam bentuk ringkasan, laporan, dan puisi bebas    
8.1 Meringkas isi buku yang dipilih sendiri dengan memperhatikan penggunaan ejaan
82 Menulis laporan pengamatan atau kunjungan
berdasarkan tahapan (catatan, konsep awal, perbaikan, final) dengan memperhatikan penggunaan ejaan
8.3 Menulis puisi bebas dengan pilihan kata yang tepat


C. Perbedaan yang mendasar pada pembelajaran bahasa Indonesia dalam KTSP 2006 dan Tematik Integratif kurikulum 2013
Kurikulum 2013 yang baru saja diterapkan ini memiliki perbedaan dengan KTSP. Perbedaan tersebut menyangkut beberapa hal antara lain pada standar isi, standar proses dan standar penilian. Ketiga standar inilah yang sangat membedakan bila kedua kurikulum ini kita badingkan.
Perbedaan yang mendasar pada pembelajaran bahasa Indonesia dalam pembelajaran terpadu
KTSP 2006 dan Tematik Integratif kurikulum 2013 ialah:
  • KTSP 2006 Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel dan pembelajaran secara terpisah Sedangkan pada kurikulum 2013 bersifat tematik integratif Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema mata pelajaran. Bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain yaitu pengantar kemata pelajaran lain
  • Di dalam KTSP 2006, mata pelajaran Bahasa Indonesia dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiri. Mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda. Tiap jenis konten pembelajaran pun diajarkan terpisah. Sedangkan pada kurikulum 2013, mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasar yang diikat Kompetensi Inti tiap kelas. Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (sikap, keterampilan, pengetahuan). Pada Kurikulum 2013 ini, pengurangan mata pelajaran sekolah akan teijadi di tingkat SD dan SMP. SMP yang semula mempunyai 12 mata pelajaran, pada tahun 2013 hanya akan mempunyai 10 mata pelajaran. 10 mata pelajaran tersebut yakni Pendidikan Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya dan Muatan Lokal, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, dan Prakarya.Bahasa Indonesia berperan sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge. atau pengantar ilmu pengetahuan.
  • Pada KTSP 2006 setiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda sedangkan pada kurikulum 2013 semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik) contohnya melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan.


KESIMPULAN
Kebijakan pelaksanaan KTSP di Indonesia merupakan amanah dari UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2003 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk satuan pendidikan.

Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar pendidikan di semua jenis jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi. Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar khususnya MI/SD yaitu mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi karena bahasa Indonesia merupakan sarana berpikir untuk menumbuh kembangkan cara berpikir logis, sistematis, dan kritis.
Perbedaan yang mendasar pada pembelajaran Bahasa Indonesia di KTSP 2006 adalah Bahasa Indonesia sejajar dengan mapel dan pembelajaran secara terpisah, sedangkan pada kurikulum 2013 bersifat tematik integratif. Di dalam KTSP 2006, mata pelajaran Bahasa Indonesia dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar sendiriSedangkan pada kurikulum 2013, mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain. Perbedaan yang lain adalah pada KTSP 2006 setiap mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan berbeda sedangkan pada kurikulum 2013 semua mata pelajaran diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik).

DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk SD dan MI.,Jakarta: Depdiknas, 2006.
Depdiknas. PermediknasNomor 24 Tahun 2006, Jakarta: Depdiknas, 2006 Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, cet. ke-4, Bandung: PT Bumi Aksara, 2009
Mulyasa,E.¿Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; Sebuah Panduan Praktis, Bandung: PT. Remaja Rosdakaiya, 2006.
PP No. 46 Tahun 2008.Tentang Wajib Belajar.. Jakarta: CV. Eko Jaya, 2008 Subana, M dan Sunarti,Strategi Belajar Mengajar Bahasa IndonesiaBandung: Pustaka Setia, 2009
PERBEDAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM KTSP 2006 DAN KURIKULUM 2013 Reviewed by Kharis Almumtaz on May 01, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.