Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH DAN SEKOLAH DASAR


1. Pengertian Strategi Pembelajaran

Menurut Karnus Umum Bahasa Indonesia, strategi bermakna sebagai rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Strategi dapat diartikan pula sebagai upaya untuk mensiasati agar tujuan suatu kegiatan dapat tercapai. Secara spesifik, Shirley (1980) merumuskan pengertian strategi sebagai keputusan-keputusan bertindak yang diarahkan dan keseluruhannya diperlukan untuk mencapai tujuan. Sementara J. Salusu (1996) mengartikan strategi sebagai suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya untuk, mencapai sasarannya melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dan kondisi yang paling menguntungkan.  

Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, di maná mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa. Dalam konteks pembelajaran, strategi diartikan Gilstrap dan Martin (1975) sebagai “pattem of teacher behavior thare are recurrent, applicable to various subject matters, characteristics of more that one teacher, and relevan leaming*\s Pengertian yang relativ sama dikemukakan oleh T. Raka Joni (1980) yang mendefinisikan strategi belajar mengajar sebagai pola umum perbuatan guru-murid didalam perwujudan kegiatan belajar mengajar yang menunjuk kepada karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru- murid tersebut.

Pengertian lain dikemukakan oleh Sudiyarto (1990) yang mendefinisikan strategi belajar mengajar sebagai upaya memilih, menyusun, dan memobilisasi segala cara, sarana dan prasarana dan tenaga untuk menciptakan sistem lingkungan untuk mencapai perubahan perilaku optimal.  Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.  Strategi belajar-mengajar, menurut J.R. David dalam Teaching Strategies for College Class Room    (1976) ialah a plan, method, or series of activitiesdesign to achieve a particular educational goal (P3G, 1980).

Strategi pembelajaran menurut Zaini dan Bahri mempunyai pengertian tentang suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Strategi pembelajaran bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan pengajar dan peserta didik dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Ada empat strategi dasar dalam pembelajaran, yaitu: (1) mengidentifikasi apa yang diharapkan, (2) memilih sistem pendekatan, (3) memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran, dan (4) menetapkan norma- norma dan batas minimal keberhasilan. 

Menurut Karnus Umum Bahasa Indonesia, strategi bermakna sebagai rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Strategi dapat diartikan pula sebagai upaya untuk mensiasati agar tujuan suatu kegiatan dapat tercapai. Secara spesifik, Shirley (1980) merumuskan pengertian strategi sebagai keputusan-keputusan bertindak yang diarahkan dan keseluruhannya diperlukan untuk mencapai tujuan. Sementara J. Salusu (1996) mengartikan strategi sebagai suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya untuk, mencapai sasarannya melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dan kondisi yang paling menguntungkan.  

Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, di maná mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa. Dalam konteks pembelajaran, strategi diartikan Gilstrap dan Martin (1975) sebagai “pattem of teacher behavior thare are recurrent, applicable to various subject matters, characteristics of more that one teacher, and relevan leaming*\s Pengertian yang relativ sama dikemukakan oleh T. Raka Joni (1980) yang mendefinisikan strategi belajar mengajar sebagai pola umum perbuatan guru-murid didalam perwujudan kegiatan belajar mengajar yang menunjuk kepada karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru- murid tersebut.

Pengertian lain dikemukakan oleh Sudiyarto (1990) yang mendefinisikan strategi belajar mengajar sebagai upaya memilih, menyusun, dan memobilisasi segala cara, sarana dan prasarana dan tenaga untuk menciptakan sistem lingkungan untuk mencapai perubahan perilaku optimal.  Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.  Strategi belajar-mengajar, menurut J.R. David dalam Teaching Strategies for College Class Room    (1976) ialah a plan, method, or series of activitiesdesign to achieve a particular educational goal (P3G, 1980).

Strategi pembelajaran menurut Zaini dan Bahri mempunyai pengertian tentang suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Strategi pembelajaran bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan pengajar dan peserta didik dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Ada empat strategi dasar dalam pembelajaran, yaitu: (1) mengidentifikasi apa yang diharapkan, (2) memilih sistem pendekatan, (3) memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran, dan (4) menetapkan norma- norma dan batas minimal keberhasilan.

Dari uraian beberapa pendapat tentang strategi pembelajaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana yang dilaksanakan pendidik (guru) untuk mengoptimalkan potensi peserta didik agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Strategi merupakan suatu cara dalam kegiatan pengajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan dengan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran.

2. Cakupan Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran mencakup:
  • Tujuan kegiatan pembelajaran yaitu efisiensi dan efektifitas proses belajar mengajar.
  • Siapa yang terlibat dalam kegiatan yaitu guru dan siswa
  • Isi kegiatan berupa materi pelajaran
  • Proses kegiatan yaitu tahap-tahap pembelajaran
  • Sarana penunjang kegiatan yaitu semua pendukung kegiatan belajar mengajar berupa fasilitas dan alat belajar.
Istilah lain yang selama ada dalam pembelajaran adalah pendekatan, metode, teknik pembelajaran, model dan lainnya. Padanan ka    adalah kegiatan spesifik yang diimplementasikan dalam kelas sesuai metode dan pendekatan yang dipilih.

Iskandarwasid dan Sunendar menyatakan bahwa pendekatan merupakan sikap atau pandangan tentang sesuatu, yang biasanya berupa asumsi atau seperangkat asumsi yang saling berkaitan. Metode adalah penjabaran dari pendekatan yang dianut. Metode merupakan prosedur untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Metode digunakan untuk menyatakan kerangka yang menyeluruh tentang proses pembelajaran. Proses itu tersusun dalam rangkaian kegiatan yang sistematis, tumbuh dari pendekatan yang digunakan sebagai landasan. Sedangkan teknik merupakan cara yang khas dan operassional, yang digunakan untuk mencapai tujuan, berdasarkan pada proses yang sistematis yang terdapat daam metode.

Strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan; sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran, guru dapat menentukan teknik yang dianggapnya relevan dengan metode.


3. Kriteria Strategi Pembelajaran
Sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan :
  • Relevansi yaitu derajat kaitan fungsional antara strategi pembelajaran sebagai dimensi instrumental dengan tujuan/sasaran belajar, dengan tolok ukur dari segi bagaimana sesuatu itu dipelajari, dan bukan dari apa yang dipelajari. Derajat relevansi ada tiga kriteria yaitu secara epistimologi yaitu relevan dengan hakekat ilmu pengetahuan, psikologi dari pengalaman belajar dan sosial yaitu kedudukan dan fungsi sekolah.
  • Pertimbangan Efektifitas (hasil guna) yakni tingkat instrumentalis atau kausal linear antara strategi dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dapat berupa tujuan instruksional atau utama dan tujuan pengiring
  • Pertimbangan efisiensi atau guna yaitu berkaitan dengan perbandingan proses dan hasil yang dicapai.
  • Pertimbangan-pertimbangan lainnya:Apakah untuk mencapai tujuan hanya cukup dengan satu strategi. 2) Apakah strategi yang kita tetapkan dianggap satu-satunya strategi yang dapat digunakan ?

Selain kriteria diatas menurut kriteria strategi pembelajaran berbahasa :
  • Relevan dengan tujuan pembelajaran
  • Menantang dan merangsang siswa untuk belajar
  • Mengembangkan kreativitas siswa secara individual ataupun kelompok.
  • Memudahkan siswa memahami materi pelajaran
  • Mengarahkan aktivitas belajar siswa kepada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
  • Mudah diterapkan dan tidak menuntut disediakannya peralatan yang rumit.
  • Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.
B.    Strategi Pembelajaran Empat Kemampuan Berbahasa
a. Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI Peta Konsep14 Strategi Pembelajaran
  •  Menyimak - CTL
  •  berbicara - cooperatif learning
  •  Membaca - Quantum Learning
  •  menulis - active learning
  •  independen learning

Menyimak dan berbicara merupakan keterampilan berbahasa lisan yang amat fungsional dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan keterampilan menyimak dan berbicara kita dapat memperoleh dan menyampaikan informasi. Kegiatan menyimak dan berbicara tidak dapat dipisahkan. Oleh sebab itu, siswa dituntut untuk mampu menyimak dan berbicara dengan baik. Hal tersebut juga terkait bahwa menyimak dan berbicara merupakan kegiatan komunikasi dua arah secara langsung, merupakan komunikasi tatap muka atau, face to face communication. (Brooks, 1964:134)

Ketrampilan menyimak adalah satu bentuk ketrampilan berbahasa yang bersifat reseptif.   Strategi pembelajaran menyimak berkembang terus terutama bahasa asing, dan majunya tehnologi sangat memfasilitasi kegitan menyimak misalnya dengan kaset, video, dan yang lainnya. Strategi yang digunakan pada ketrampilan menyimak antara lain :
  • Strategi menyimak dan berpikir langsung MBL / DLTA {Direct Listening Thinking
  • Activities) yaitu dengan cara guru memberitahukan judul cerita yang akan disimak kemudian    guru menanyakan sesuatu kepada siswa, untuk membangkitkan
  • imajinasi siswa guru bisa menunjukkan gambar dan selanjutnya guru mengajukan pertanyaan. Apa kira-kira isi cerita yang akan dibacakan, apa yang kira-kira menarik sampai terakhir refleksi.
  • Strategi Kegiatan Menyimak Secara Langsung/KML Atau DLA (Direct Listening Activities) yaitu denga cara guru mengemukakan tujuan pembelajaran, membacakan judul teks sirnakan, bertanya jawab dengan siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan judul bahan sirnakan sebagai upaya untuk pembangkitan skemata siswa. Selanjutnya guru mengemukakan hal-hal pokok yang perlu dipahami siswa dalam menyimak, guru meminta siswa mendengarkan materi sirnakan yang dibacakan oleh guru. Melakukan tanya jawab tentang isi sirnakan. Guru memberikan latihan/tugas/kegiatan lain yang berfungsi untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam menyimak.
  • Strategi pertanyaan jawaban (PJ) yaitu tanya jawab secara langsung dari hasil menyimak
  • Contextual Teaching Learning yaitu dengan pengaitan langsung dengan apa yang ada atau dialami siswa dalam kehdupan nyata sehari-hari karena mengutamakan pemahaman makna.
  • Menurut aliran komunikatif dan pragmatik ketrampilan berbicara dan menyimak berhubungan sangat erat.  Strategi pembelajaran berbicara merujuk pada prinsip stimulus respon. Pemilihan strategi lebih mudah misalnya dengan penerapan metode tau tehnik yang tepat pula.
Hal tersebut juga terkait bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi - bunyi artikulasi atau kata- kata untuk mengekspresikan, menyatakan, atau menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.

Adapun model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran berbicara adalah :
  1. Tehnik Kancing Gemerincing yaitu dengan kegiatan kelompok menggunakan suara gemerincing mainan yang dengan pemerataan tanggungjawab anggota untuk berpartisipasi dalam pembelajaran
  2. Berpikir Berpasangan Berempat ( Think-Pair- Share) yaitu struktur kegiatan cooperative learning. Siswa diberikan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran baik sendiri maupun dalam kelompok.

Strategi Pembelajaran Koperatif ( Cooperative Laeming) atau yang dikenal pembelajaran kooperatif adalah salah satu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama teratur dalam kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih. Keberhasilan kerja sangat dipengaruhi oleh keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu sendiri. Dalam pendekatan ini, siswa merupakan bagian dari suatu sistem kerja sama dalam mencapai hasil yang optimal dalam belajar. Cooperative learning memandang bahwa keberhasilan dalam belajar bukan semata-mata harus diperoleh dari guru, melainkan juga bisa dari pihak lain yang terlibat dalam pembelajaran itu, yaitu teman sebaya. Jadi keberhasilan belajar dlaam pendekatan ini bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu secra utuh melainkan perolehan itu akan bijak jika dilakukan secara bersama-sama dalam kelompok kecil yang testurtur dengan baik.

Beberapa karakteristik pendekatan Cooperative Ieaming, antara lain:
  • individual accountability, yaitu bahwa setiap individu di dalam kelompok mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok sehingga keberhasilan kelompok sangat ditentukan oleh tanggung jawa setiap anggota;
  • social skill, meliputi seluruh hidup sosai, kepekaan sosial, dan mendidik siswa untuk menumbuhkan pengekangan diri dan pengarahan diri demi kepentingan kelompok. Keterampilan ini mengajarkan siswa untuk belajar memberi dan menerima, mengambil dan menerima tanggung jawab, menghormati hak orang lain, dan membentuk kesadaran sosial;
  • group Processing, proses jawaban permasalahan dikerjakan kelompok secara bersama- sama

Perancangan dan pelaksanaan model pembelajaran Cooperative Learning dasar oleh pemikiran filosofis “Greeiing Better Together”, yang berarti untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dalam belajar hendaknya dilakukan secara bersama-sama. Untuk menciptakan “kebersamaan” dalam belajar, guru harus merancang program pembelajarannya dengan mempertimbangkan aspek kebersamaan siswa sehingga mampu mengondisikan dan memformulasikan kegiatan belajar siswa dalam interaksi yang aktif interaktif dalam suasana kebersamaan bukan saja di dalam kelas melainkan juga di luar lingkungan sekolah.

Langkah-langkah model pembelajaran Cooperative Learning sebagai berikut:

  1. guru merancang pembelajaran, mempertimbangkan, dan menetapkan target pembelajaran yang ingin dicapai dalam pembelajaran. Guru juga menetapkan sikap dan keterampilan-keteramplian sosial yang diharapkan dapat dikembangkan dan diperlihatkan oleh siswa selama berlangsungnya pembelajaran. Guru dalam merancang pembelajaran juga harus mengorganisasikan materi tugas-tugas yang dikeijakan bersama-sama dalam dimensi keija kelompok. Untuk memulai pembelajarannya, guru harus menjelaskan tujuan dan sikap serta keterampilan sosal yang ingin dicapai dan diperlihatkan oleh siswa selama pembelajaran;
  2. dalam aplikasi pembelajarannya di kelas, guru merancang lembar observasi kegiatan siswa, dalam belajar secara bersama-sama dalam kelompok- kelompok kecil. Dalam menyampaikan materi, pemahaman, dan pendalamannya akan dilakukan siswa ketika belajar secara bersama-sama dalam kelompok. Pemahaman dan konsepsi guru terhadap siswa secara individual sangat menentukan kebersamaan dari kelompok yang terbentuk;
  3. dalam melakukan observasi kegiatan siswa, guru mengarahkan dan membimbing siswa bak secara individual maupun kelompok, dalam pemahaman materi maupun mengenai sikap dan perilaku siswa selama kegiatan belajar;
  4. guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Guru juga memberikan beberapa penekanan terhadap nilai, sikap, dan perilaku sosial yang harus dikembangkan dan dilatihkan kepada para siswa.

Alasan pembelajaran Codperative Learning perlu dlaksanakan dengan alasan
sebagai berikut:
  1. Terciptanya kehidupan bermasyarakat yang saling”asah-ash-asuh”, rukun, damai, harmonis tanpa saling curiga merupakan impian semua orang. Bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang masyarakatnya majemuk, isu-isu SARA mudah sekali digunakan oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab untuk memecahkan bangsa,
  2. Keharmonisan dapat terwujud jika masing-masing mau terbuka, mau mendengar, dan saling memahamikekurangan serta kelebihan orang lain. Menyadari hal yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil Jadi, guru dapat memulainya sejak anak-anak duduk di sekolah dasar melalui proses pembelajaran.

Beberapa manfaat model pembelajaran Cooperative Learning dalam proses belajar-mengajar antara lain:
  • dapat melibatkan siswa secara aktif dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya dalam suasana belaj ar-mengaj ar yang bersifat terbuka dan demokratis;
  • dapat mengembangkan aktualisas berbagai potensi diri yang telah dimiliki oleh siswa;
  • dapat mengembangkan dan melatih berbagai sikap, nilai, dan keterampilan- keterampilan sosial untuk diterapkan dalam kehidupan di masyarakat;
  • siswa tidak hanya sebagai objek belajar tetapi juga sebagai subjek belajar karena siswa dapat menjadi tutor sebaya bagi siswa lainnya;
  • siswa dilatih untuk bekerja sama, karena bukan materi saja yang dipelajari melainkan juga tuntutan untuk mengembangkan potensi, dirinya secara optimal bagi kesuksesan kelompoknya;
  • fmemberi kesempatan kepada siswa untuk belajar memperoleh dan memahami pengetahuan yang dbutuhkan secara langsung.
Membaca dan Menulis
Membaca merupakan kegiatan yang dapat mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir. Ketika membaca, pengetahuan akan bertambah. Seiring dengan bertambahnya pengetahuan yang didapatkan dari membaca akan meningkatkan kemampuan memori dan pemahaman. Jika sering membaca, kemampuan dan cara berpikir akan berkembang sesuai pengetahuan-penegtahuan yang didapatkan dari membaca. Pengetahuan yang telah dipahami dan tersimpan dalam memori dapat digunakan untuk menambah wawasan dalam cara pandang dan cara berpikir yang tidak hanya dilihat dari satu aspek. Selain itu pengetahuan-pengetahuan tersebut dapat menjernihkan pikiran yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan kurang jelas menjadi jelas.

Dalam teori membaca, dikenal beberapa strategi membaca. Strategi membaca menggambarkan bagaimana pembaca memproses bacaan sehingga dia memperoleh pemahaman terhadap bacaan tersebut. Klein dkk. (dalam Farida Rahim) mengategorikan model-model strategi mambaca ke dalam tiga jenis, yaitu bawah-atas (bottom-up\ atas- bawah (top-down), dan model membaca campuran (eclectic).

Dalam strategi bawah atas pembaca memulai proses pemahaman teks dari tataran kebahasaan yang paling rendah menuju ke yang tinggi. Pembaca model ini mulai dari mengidentifikasi hurf-huruf, kata, frasa, kalimat dan terus bergerak ke tataran yang paling tinggi, sampai akhirnya dia memahami isi teks. Biasanya strategi ini digunakan dalam pembelajaran membaca awal. Strategi atas bawah merupakan kebalikan dari strategi bawah atas. Pembaca mulai dari prediksi, kemudian mencari input untuk mendapatkan informasi yang cocok dalam teks. Strategi atas bawah terlihat pada model yang dikembangkan oleh Coady yang mendasarkan teorinya pada konsep psikolinguistik. Dia menjelaskan bahwa latar belakang pengetahuan berinteraksi dengan kemampuan konseptual dan strategi proses yang menentukan berhasil atau tidaknya suatu pemaknaan. Strategi campuran mengambil dan memilih yang terbaik dari semua strategi yang ada. Termasuk pandangan-pandangan teoritis dan model pengajaran membaca.
Ada beberapa faktor yang yang menghambat aktivitas membaca. Beberapa diantaranya adalah kesehatan pembaca, suasana lingkungan, materi, dan dorongan atau kesadaran dari dalam diri pembaca. Jika salah satu faktor tersebut terganggu maka kegiatan membaca yang dilakukan tidak berlangsung dengan nyaman. Faktor yang paling berpengaruh adalah dorongan atau kesadaran untuk membaca dari diri sendiri.

Teknik dalam pengajaran membaca diantaranya lihat dan baca, menyusun kalimat, menyempurnakan paragraph, mencari kalimat topic, menceritakan kembali, paraphrase, melanjutkan cerita, mempraktikan petunjuk, baca dan terka, membaca sekilas, SQ3R, individmJize instruction.21

Dalam pembelajaran menulis ada berbagai teknik yang dapat digunakan rnenurut Tarigan yakni menyusun kalimat, memperkenalkan karangan, meniru model, karangan bersama, menyusun kembali, menyelesaikan cerita, menjawab pertanyaan, reka cerita gambar, memerikan, mengembangkan kata kunci, mengembangkan kalimat topic, mengembangkan judul, mengembangkan peribahasa, menulis surat, dan menyusun dialog.28

Implikasi Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD
Strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modem, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik.
Pada waktu proses pembelajaran, ketrampilan menyimak jelas mendominasi aktifitas siswa dibanding ketrampilan lainnya, termasuk berbicara 9.

Dalam KBM menyimak, pola KBM umum yang dikemukakan oleh Kemp (1977) dapat diperlakukan pada aktifitas menyimak.30 Tahapannya :
  • Identifikasi yaitu siswa mempersepsi bunyi dan frase dengan mengidentifikasi secara langsung dan artinya
  • Identifikasi dan seleksi tanpa retensi yaitu siswa mendengarkan untuk kesenangan tanpa dituntut mendemonstrasikan ulang.
  • Identifikasi dan seleksi terarah dengan retensi pendek/terbatas yaitu siswa diberi indikator dan mendemostrasikan kembali apa yang disimak
  • Identifikasi dan retensi dengan memerlukan waktu yang panjang.       
Keempat tahapan ini dapat diimplementasikan pada tingkat belajar permulaan, menengah dan lanjutan jadi cocok untuk kelas rendah maupun tinggi. Dalam KBM menyimak baik untuk kelas tinggi atau rendah dapat menggunakan metode dan tehnik yang bervariasi bisa dengan menyimak mumi, wicara, gerakan, maupun menulis. Jadi menyimak merupaka proses yang harus diajarkan secara sistematis sepanjang proses belajar berlangsung. Sedangkan dalam berbicara lebih cocok dengan memvariasikan berbagai metode ataupun tehnik pembelajaran.

Dalam mengajarkan kemampuan membaca dan menulis, pembelajaran bahasa harus berani mengambil resiko dalam melakukan kegiatan belajar. Artinya, pembelajar berani memutuskan secara sadar untuk mengambil resiko. Pembelajar tidak perlu takut salah dalam berbahasa. Dalam pembelajaran model quantum, pengambilan resiko dipandang sebagai salah satu penentu keberhasilan.

PENUTUP
A.    Strategi menurut kamus bermakna sebagai rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Strategi dapat diartikan pula sebagai upaya untuk mensiasati agar tujuan suatu kegiatan dapat tercapai. Strategi pembelajaran adalah suatu rencana yang dilaksanakan pendidik (guru) untuk mengoptimalkan potensi peserta didik agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi.
B.    Macam Strategi pembelajaran Bahasa Indonesia antara lain :
  1. Menyimak - CTL
  2.  berbicara - cooperatif learning
  3.  Membaca - Quantum Learning
  4.  menulis - active learning
  5.  independen learning
C.    Implikasi strategi pembelajaran dikelas kita sebagai guru profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai strategi, pendekatan, model, dan metode pembelajaran Bahasa Indonesia MI/SD yang efektif, kreatif, dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan K13.


Daftar Pustaka
Abimanyu, Soli dkk, Strategi Pembelajaran, Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas, 2008.
Asrorijmam, Srategi Belajar Bahasa Arab, Malang; Misykat Indonesia, 2011.
Cahyani, Isah, Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia, cet ke-2, Jakarta: Dirjen Pendidikan Islam Kemënag RI, 2012.
Hidayah, Ainatul, Membaca Super Cepat, Jakarta Timur: Laskar Aksara, 2012.
http://lelvchusna.blogspot.com/201 1/04/strategi-pembeIaiaran-di-sd.htm diakses 18 Maret 2015
Ingridwati Kumia dkk, Perkembangan Belajar Peserta Didik, Jakarta: Dirjm Dikti Depdiknas: 2007.
Iskandarwassid, Strategi Pembelajaran Bahasa, Bandung: Rosdakarya, 2009.
Madjid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2012.
Tarigan, Henry Guntur, Berbicara sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa, Bandung: Angkasa, 2008.
Nugraheni, Aninditya Sri, Modul Bahasa Indonesia MIt Yogyakarta UIN Sunan Kalijaga, 2012. Rahim, Farida, Pengajaran Membaca di Sekolah, cet ke-2, Jakarta: Bumi Aksara, 2008. Sudrajad, Akhmad, Kurikulum & Pembelajaran dalam Paradigma Baru, Yogyakarta:
Paramitra Publishing, 2011.
Sufanti, Main, Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Surakarta: Yuma Pustaka: 2012.
Tarigan, Henry Guntur, Menyimak sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa, Bandung: Angkasa, 2008.
Tim Penyusun Kamus, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka 2011.
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH DAN SEKOLAH DASAR Reviewed by Kharis Almumtaz on May 10, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.