Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

5 Asumsi Dasar Teori Kognitif Sosial


B. Asumsi Dasar Teori Kognitif Sosial
ALMUMTAZ.WIKI- Pemahaman mengenai 'proses belajar dalam perspektif kognitif sosial dapat dijelaskan melalui beberapa asumsi dasar dari teori kognitif sosial, yaitu:

1. Orang dapat belajar dengan mengamati orang lain

Dari perspektif kondisioning operant, belajar seringkali merupakan proses trial and error. Orang mencoba banyak respon yang berbeda dengan meningkatkan respon-respon yang menghasilkan konsekuensi-konsekuensi yang diinginkan dan membuang yang tidak produktif. Teori kognitif sosial menyatakan bahwa seseorang tidak harus melakukan trial and error tersebut. Seseorang dapat menguasai banyak respon baru hanya dengan mengamati perilaku orang lain atau model. Sebagai contoh, seorang siswa mungkin mempelajari cara menyelesaikan soal pembagian yang panjang, mengeja sinonim kata dengan benar, atau mengungkapkan gagasan secara tidak sopan ke guru hanya dengan mengamati orang-orang lain melakukan hal-hal ini pertama kali.
Dalam implikasinya terhadap pendidikan, sebagai guru kita hendaknya membantu siswa untuk menguasai perilaku baru dengan lebih cepat dengan memodelkan atau memberi contoh perilaku itu.

2. Belajar merupakan suatu proses internal yang mungkin atau mungkin juga tidak menghasilkan perubahan perilaku.

Beberapa dari hal yang dipelajari orang muncul dalam perilaku mereka dengan segera, yang lainnya mempengaruhi perilaku mereka di kemudian hari, dan yang lain lagi ticiak mempengaruhi perilaku mereka sama sekali. Misalnya, seseorang mencoba mengayunkan pemukul raket tenis segera setelah mempelajari cara terbaik untuk melakukannya. Di ¿isi lain, seseorang mungkin tidak menunjukkan bahwa dia telah mempelajari cara meminta inaaf ketika melihat temannya yang sedang meminta maaf sampai suatu saat ketika ia harus melakukannya sendiri. Sementara itu, seseorang mungkin tidak pernah berjalan dengan kaki telanjang di atas batu bara yang panas walaupun dia berulang kali melihat orang lain melakukannya.
Dengan demikian, sekali lagi para ahli kognitif sosial mendefinisikan belajar sebagai sebuah proses mental internal yang belum tentu akan tercermin dalam perilaku. Hal tersebut tidak sama dengan pandangan behavioris yang mendifinisikan belajar sebagai suatu perubahan perilaku. Berkaitan dengan implikasinya terhadap pendidikan, kita sebagai guru harus mengingat bahwa hasil pembelajaran yang baru ridak selalu nampak seketika, melainkan bisa tercermin dalam perilaku siswa kelak di kemudian hari.

3. Manusia dan lingkungannya saling mempengaruhi

Pada tingkat tertentu, seseorang mempengaruhi lingkungan melalui perilakunya. Sebagai contoh, pilihan-pilihan mahasiswa seperti mata kuliah yang dipilih, aktivitas ekstrakurikuler atau teman bermain akan menentukan berbagai kesempatan belajar yang c.kan menentukan berbagai kesempatan belajar yang akan mereka miliki dan konsekuensi yang akan mereka alami. Variabel individu seperti proses-proses kognitif internal, karakteristik kepribadian, dan lain-lain, juga berperan penting. Hubungan seperti ini disebut sebagai hubungan resiprokal, yaitu hubungan untuk menjelaskan kaitan yang konstan antara variabel lingkungan, perilaku dan individu.
Dalam implikasinya bagi pendidikan, maka seorang guru hendaknya mendorong siswa dalam membuat pilihan-pilihan yang akan mengarah pada pengalaman-pengalaman belajar bermanfaat.

4. Perilaku terarah pada tujuan-tujuan tertentu

Para ahli kognitif sosial mengemukakan bahwa orang seringkah menetapkan tujuan bagi diri mereka sendiri dan mengarahkan perilaku mereka berdasarkan tujuan
itu. Pada dasarnya mereka termotivasi untuk mencapai tujuan mereka Tujuan itu cendorong memotivasi mereka untuk menunjukkan perilaku yang sesuai. Siswa cenderung memiliki banyak tujuan mungkin mendapatkan nilai rata-rata yang tinggi, mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi, dli.
Dalam implikasinya bagi pendidikan, maka hendaknya guru mendorong siswa menetapkan tujuan-tujuan yang produktif bagi diri mereka sendiri, khususnya yang menantang namun dapat dicapai.

5. Perilaku menjadi semakin bisa diatur sendiri

Pada tahun-tahun awal kehidupan, perilaku anak-anak bisa jadi banyak dikontrol dan diarahkan oleh orang di sekitarnya (orang tua, pengasuh, guru dan sebagainya). Sehingga pertambahan usia, kebanyakan dari mereka semakin mampu mengontrol dan mengarahkan sendiri hidupnya. Kontrol tersebut tidak hanya berlaku dalam pembuatan keputusan tentang tujuan yang ingin dicapai namun juga mengarahkan dan memonitor perilaku serta proses-proses pikiran ketika mencapai tujuan tersebut. Berkaitan dengan implikasinya terhadap pendidikan, seorang guru harus mengajari siswa tentang strategi-strategi untuk membantu diri mereka sendiri berperilaku secara tepat dan belajar secara efektif.
ALMUMTAZ.WIKI
5 Asumsi Dasar Teori Kognitif Sosial Reviewed by Kharis Almumtaz on July 29, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.