Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Variasi bentuk Pemberian Hadiah dan Hukuman dalam Pendidikan Islam


Variasi bentuk Pemberian Hadiah dan Hukuman dalam Pendidikan Islam


Variasi bentuk Pemberian Hadiah dan Hukuman dalam Pendidikan Islam

Almumtaz.wiki-
Berbagai macam cara yang dapat dilakukan dalam memberikan Hadiah (ganjaran) antara lain:
  • Ekspresi Verbal/Pujian yang Indah.
Pujian ini diberikan agar anak lebih bersemangat belajar.. Oleh karenanya guru diharapkan mengikuti makna-makna dalam rangka memberi penguatan atau pujian yang akan bermanfaat dan lebih menarik perhatian.
  • Imbalan Materi/Hadiah.
Tidak sedikit anak-anak yang termotivasi dengan pemberian hadiah. Cara ini bukan hanya menunjukkan perasaan cinta, tetapi juga dapat menarik cinta dari si anak, terutama apabila hal itu tidak diduga. Setiap orang tua mengetahui apa yang disukai dan diharapkan oleh anaknya, sehingga hadiah yang diberikan dapat berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan keadaan anaknya.
  • Menyayanginya
Di antara perasaan-perasaan mulia yang Allah titipkan pada hati kedua orangtua dan guru adalah perasaan sayang, ramah, dan lemah lembut terhadapnya, la merupakan perasaan yang mulia yang memiliki dampak yang paling utama dan pengaruh yang sangai besar dalam mendidik, menyiapkan, dan membetuk anak. Hati yang tidak memiliki kasih sayang akan memiliki kekerasan dan kekasaran yang lercela. Diketahui bahwa sifat-sifat yang buruk ini akan menimbulkan reaksi pada anak-anak berupa kebencian mereka terhadap ayah dan ibunya. Karena itu, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan at-Tirmidzi dan Amr bin Syu'aib, Rasulullah saw mengatakan, “Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil.” Jadi, kasih sayang itu harus diberikan kepada anak- anak. Anak tidak boleh dihukum ketika melakukan kesalahan seperti tindakan terhadap orang dewasa. Karena, orang dewasa dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah. Sedangkan anak tidak demikian. Jadi, yang menjadi prinsip ketika berinteraksi dengan anak adalah kelembutan, kasih sayang, dan keramahan, d. Memandang dan Tersenyum Kepadanya
Hal ini terkadang dianggap 'sepele, padahal ia menunjukkan cinta dan kasih sayang, sebagaimana juga dapat menunjukkan hukuman apabila pandangan yang diberikan
adalah pandangan yang tajami disertai muka yang masam. Karena itu, pandangan yang lembut disertai dengan senyuman dapat menambah kecintaan anak terhadap orang tua atau guru. Pandangan sering pula menjadi sebab kebencian anak terhadap orangtuanya apabila mereka bermuka masam terhadapnya tanpa sebab yang jelas dan menyangkanya sebagai kewibawaan.

Kelebihan Penguatan (reward)


Sebagaimana pendekatan-pendekatan pendidikan lainnya, pendekatan penguatan juga tidak bisa terlepas dari kelebihan    dan    kekurangan    berikut:
  • a) Memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap jiwa anak didik untuk melakukan perbuatan yang positif dan bersikap progresif,
  • b) Dapat menjadi pendorong bagi anak-anak didik lainnya untuk mengikuti anak yang telah memperoleh pujian dari gurunya; baik dalam tingkah laku, sopan santun ataupun semangat dan motivasinya dalam berbuat yang lebih baik. Proses ini sangat besar kontribusinya dalam memperlancar pencapaian tujuan pendidikan.


Kelemahan penguatan (reward)
  • Dapat menimbulkan dampak negatif apabila guru melakukannya" s^dm-a berlebiha^sehingga mungkin bisa mengakibatkan muruTmenjadfmerasa bahwa dirinya lebih tinggi dari teman-temannya
  • Umumnya ganjaran membutuhkan alat tertentu dan membutuhkan biaya.


Bentuk-bentuk hukuman dapat dibedakan sebagai berikut:
1.    Berdasarkan alasan diterapkannya suatu hukuman tersebut, yaitu:
  • Hukuman preventif, yaitu hukuman yang bertujuan agar anak tidak melakukan suatu kesalahan atau kebandelan, sehingga proses pendidikan dapat beijalan dengan baik, contohnya tata tertib, anjuran dan perintah, larangan, paksaan dan disiplin,
  • Hukuman Represif, yaitu hukuman yang dilakukan karena adanya pelanggaran atau kesalahan, contohnya pemberitahuan, teguran, peringatan, dan hukuman (sanksi).5
2.    Berdasarkan usia anak, yaitu:
  • Hukuman asosiatif, diasosiasikan antara hukuman dan kejahatan, atau pelanggaran, antara penderitaan yang diakibatkan oleh hukuman dengan perbuatan pelanggaran yang dilakukan. Untuk menghilangkan perasaan tidak enak biasanya anak dianjurkan untuk menjauhi perbuatan yang tidak baik atau yang dilarang.
  • Hukuman yang logis, biasa diterapkan pada anak yang agak besar. Dengan hukuman ini anak mengerti bahwa hukuman itu akibat yang logis dari perbuatan yang tidak baik.Contoh anak disuruh menghapus coret-coretannya ditembok, saat datang terlambat dikasih pekeijaan rumah.
  • Hukuman normative, hukuman yang bermaksud memperbaiki moral anak. Seperti berdusta, menipu dan mencuri.
Dalam memberikan hukuman perlu memperhatikan prosedur sebagai berikut,
  1. Jenis hukuman yang diberikan perlu disepakati dengan anak terlebih dahulu
  2. Hukuman yang diberikan harus jelas sehingga anak dapat memahami kesalahan yang dilakukan
  3. Harus dapat terukur efektivitas dan keberhasilannya dalam mengubah perilaku siswa
  4. Harus disampaikan dengan cara yang menyenangkan
  5. Hukuman dilakukan dengan konsisten
  6. Hukuman segera diberikan jika perilaku yang tidak diinginkan muncul. 

Variasi bentuk Pemberian Hadiah dan Hukuman dalam Pendidikan Islam Reviewed by Kharis Almumtaz on August 28, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.