Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

KONSEP ENTREPENEURSHIP PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADIST


KONSEP ENTREPENEURSHIP PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADIST

 “ KONSEP ENTREPENEURSHIP DALAM HADITS”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah  Kajian Al Qur’an dan Hadits pendidikan Islam
Dosen Pengampu:  Prof.Dr. Sahiron Syamsudin,M.A 

A.    Pendahuluan
Pemilihan topik makalah ini adalah pentingnya mengkaji apa sudut pandang islam terhadap jiwa kewirausahan / Entrepreneurship sebagaimana yang dituangkan dalam sumber ajarannya yang utama yaitu qur’an dan hadits. Landasan pemikiran yang menjadi argumentasi pentingnya mengkaji entrepreneurship yaitu seseorang yang menjalankan sebuah usaha harus mendasarinya dengan iman dan taqwa. Kemandirian hidup dan kesuksesan yang telah dicapai dan proses pencapaiannya yang membutuhkan pencurahan banyak jerih payah bila tanpa disertai dengan iman dan taqwa, bisa menjauhkan seseorang dari Tuhannya.  Keberhasilan sekalipun bisa terlihat secara langsung misalnya meningkatnya kesejahteraan dari sisi ekonomi, tanpa disertai peningkatan keimanan dan ketaqwaan, semua menjadi kurang berarti bagi hidupnya . Karena manusia dalam hidup tetap sebagai khalifah Allah dan hambaNya yang bertugas memakmurkan bumi dan mensejahterakannya. Karena itu kewirausahaan / Entrepreneurship yang dijiwai dengan nilai-nilai islam dan menjadi roh atau spirit semua usaha menuju keberhasilan tersebut , jatuh-bangunnya akan tetap dicatat sebagai bentuk penghambaan kepada Allah dan pelaksanaan tugas sebagai khalifahNya di bumi.

B. Pembahasan
1.    Pengertian entreoreneurship
    Entrepereneur merupakan konsep ilmu sosial yang bersifat dinamis, dan akan selalu mengalami perubahan seiring dengan kemajuan yang dicapai oleh perkembangan ilmu itu sendiri, maka beragam pula definisi yang lahir dari para pakar mengenai kewirausahaan ini. Entrepreneurship dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama kewirausahaan. Istilah ini ada dalam bahasa inggris dengan kata entrepreneurship . Istilah entrepreneur ini juga berasal dari bahasa prancis: entreprendre, yang dalam bahasa Indonesia diartikan wirausaha atau kewirausahaan. Entrepreneur secara harfiah berarti mengambil langkah memasuki suatu aktifitas tertentu, sebuah entreprise, atau menyambut tantangan. Jadi pada makna kata entrepreneur itu terdapat tiga hal penting, yaitu : creativity-innovation, opportunity creation, dan calculated risk-talking. Jika entrepreneur itu dimengerti dalam tiga hal tersebut, maka dapat dikatakan bahwa setiap manuasia terlahir sebagai entrepreneur dengan potensi kreatif-inovatif, pencipta peluang yang handal, dan pengambil resiko yang berani. 

    Ricard Cantilon pada tahun 1730, kamus the Oxrord French Dictionary Mengartikan Entrepreneur sebagai to undertake (menjalankan, melakukan, berusaha) to set abouth (memulai, menentukan) to begin (melalui) dan to attempt (mencoba, berusaha) istilah ini juga diterjemahkan dalam bahasa inggris yaitu between taker atau go between . Zimmerer dan Scorborough mendefinisikan wirausahawan (Entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan sebuah bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidak pastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan bisnis dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkan sumber daya yang diperlukan untuk mendirikannya .

    Menurut Geoffrey G. Mendith, entrepreneur  merupakan gambaran dari orang yang memiliki   kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan Usaha; mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil keuntungan dari padanya, serta mengambil tindakan yang tepat guna mencapai Keberhasilan. Cukup senada dengan dengan ungkapan Pinchot, menurutnya entrepreneurship  itu merupakan kemampuan untuk menginternalisasikan bakat, rekayasa dan peluang yang ada. Sementara wirausaha adalah orang yang berani mengambil resiko, inovatif, kreatif, pantang menyerah, dan mampu menyiasati peluang secara cepat.  Lebih dari itu, jiwa dan semangat entrepreneur juga sangat urgen dalam menentukan kemajuan perekonomian suatu negara. Bukan hanya ketepatan prediksi dan analisis yang tepat, tetapi juga merangsang terjadi invensi dan inovasi penemuan-penemuan baru yang lebih efektif bagi pertumbuhan ekonomi.

    Dari pemaparan mengenai lingkup pengertian entrepreneurship (kewirausahaan) tersebut, paling tidak telah menggambarkan bahwa entrepreneur bukanlah merupakan hal yang mudah untuk diperoleh sekejap mata tanpa melalui proses dan penanaman jiwa-jiwa mentalitas, kreatifitas dan berviskan inovatif dalam mencapai target dalam nilai-nilai kewirausahaan. Dalam hal ini, perlu bagi peneliti untuk memaparkan esensial dari kreatifitas, inovasi dan karakteristik seorang entrepreneur. Dalam entrepreneur, kreativitas dan inovasi adalah hal yang penting. Bahkan menurut Fadlullah kedua hal tersebut merupakan roh dalam dunia kewirausahaan/entrepreneurship.  Kreativitas pada dasarnya merupakan kemampuan untuk melahirkan sesuatu yang baru. Produk kreatif lahir dari proses kreatif yang identik dengan tipe berfikir divergen yang berusaha melihat berbagai dimensi yang beragam atau bahkan bertentangan menjadi suuatu produk atau pemikiran yang baru. Proses kreatif itu merentang dari : pengumpulan informasi, inkubasi, iluminasi, verifikasi/evaluasi, dan aplikasi.

    Kemampuan berfikir kreatif dapat dilihat  dari kualitas respon seseorang terhadap masalah yang dihadapi. Sejauh manakah ia memiliki keunikan dan berbeda dari kebanyakan orang dalam upaya pemecahan masalah. Mengutip ungkapan dari Guilford, Fadlullah mengemukakan bahwa ada lima sifat yang mejadi ciri kemampuan berfikir kreatif, yaitu :
1)    Kelancaran yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
2)    Keluesan yaitu Kemampuan untuk mengungkapkan bermacam-macam (alternatif) pemecahan atau pendekatan terhadap masalah
3)    Keaslian yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan-gagasan dengan cara yang asli, tidak klise.
4)    Elaborasi yaitu kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara rinci.
5)    Perumusan kembali Yaitu kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan prespektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.

2.    Entreoreneurship dalam hadits
    Islam memang tidak memberikan penjelasan secara eksplisit terkait konsep tentang kewirausahaan (entrepreneurship) ini, namun di antara keduanya mempunyai kaitan yang cukup erat; memiliki ruh atau jiwa yang sangat dekat, meskipun bahasa teknis yang digunakan berbeda. Dalam Islam digunakan istilah kerja keras, kemandirian (biyadihi), dan tidak cengeng. Setidaknya terdapat beberapa ayat al-Qur’an  maupun Hadis yang dapat menjadi rujukan pesan tentang semangat kerja keras dan kemandirian ini, seperti; “Amal yang paling baik adalah pekerjaan yang dilakukan dengan cucuran keringatnya sendiri, ‘amalurrajuli biyadihi” ; “Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah”; “al yad al ‘ulya khairun min al yad al sufla”  (dengan bahasa yang sangat simbolik ini Nabi mendorong umatnya untuk kerja keras supaya memiliki kekayaan, sehingga dapat memberikan sesuatu pada orang lain).

    Bekerja keras merupakan esensi dari kewirausahaan. Prinsip kerja keras, menurut Wafiduddin adalah suatu langkah nyata yang dapat menghasilkan kesuksesan (rezeki), teapi harus melalui proses yang penuh dengan tantangan (risiko). Dengan kata lain, orang yang berani melewati reziko akan memperoleh peluang rezeki yang besar. Kata rezeki meiliki makna bersayap, rezeki sekaligus risiko . Rasulullah bersabda:
حَدَّثنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيْلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْيَدُالْعُلْيَا خَيْرٌمِنْ الْيَدِالسُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُالصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللّهُ وَعَنْ وُهَيْبِ قَالَ أَخْبَرً نَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُ النَّبِيِّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا
Nabi SAW bersabda : “Tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah, mulailah orang yang wajib kamu nafkahi, sebaik-baik sedekah dari orang yang tidak mampu(diluar kecukupan), barang siapa yang memelihara diri (tidak meminta-minta) maka Allah akan memeliharanya, barang siapa yang mencari kecukupn maka akan dicukupi oleh Allah.” 

Juga Bersabda Artinya : mencari rizki yang halal adalah jihad ( perjuangan ) ( hadits riwayat al-qudlo’i dari ibnu abbas ra. Dan riwayat Abi na’im dalam al-khilyah dari ibnu umar ra.)  .
Dari aktivitas perdagangan yang dilakukan, Nabi dan sebagian besar sahabat telah mengubah pandangan dunia bahwa kemuliaan seseorang bukan terletak pada kebangsawan darah, tidak pula pada jabatan yang tinggi, atau uang yang banyak, melainkan pada pekerjaan. Entrepreneurship merupakan ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan optimisme, dorongan semangat dan kemampuan memanfaatkan peluang.
Adapun entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur Entrepreneurship (secara) internal, mengolah dan berani menanggung resiko untuk memanfaatkan peluang usaha dan menciptakan sesuatu yang baru dengan ketrampilan yang dimiliki.  Rasulullah bersabda :
حَدَّ ثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ عَنْ مُحَمَّدٍ بْنِ عَمَّا رٍ كَشَا كِشٍ قَالَ سَمِعْتُ سَعِيْدًا الْمُقْبُرِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ الْكَسْبُ يَدِلْعَامِلِ إِذَانَصَحَ   
Nabi SAW bersabda : “Usaha yang paling baik adalah hasil karya seseorang dengan tangannya jika ia jujur (bermaksud baik).”

Rasulullah menyatakan bahwa usaha yang paling baik adalah berbuat sesuatu dengan tanganya sendiri dengan syarat jika dilakukan dengan baik dan jujur. Hadits tersebut berarti usaha seseorang dengan tangannya dapat dimaknai dengan wirausaha, karena melakukan sesuatu dengan tanggannya berarti seseorang dituntut dapat menciptakan sesuatu dan dapat memanfaatkan peluang dan kemampuan yang dimiliki. Maksudnya seorang muslim hendaknya melakukan wirausaha dengan menciptakan sesuatu berdasarkan kemampuan yang dimiliki, berkarya tanpa henti untuk berinovasi, memanfaatkan peluang yang ada, agar dapat mencapai keuntungan yang optimal.

 Dalam al-Qur’an dijelaskan agar manusia mencari keuntungan dari apa yang diciptakan Allah SWT semisal lautan. Oleh sebab itu, setiap muslim diwajibkan untuk berusaha mengembangkan sesuatu yang bermanfaat,. Allah SWT menyukai orang-orang yang kuat dan mau berusaha, serta mampu menciptakan kreasi baru yang lebih baik untuk kebahagiaan didunia dan akhirat. Rasulullah bersabda :
حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ وَائِلٍ أَبِي بَكْرٍ عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَا فِعٍ بْنِ خَدِيْجٍ عَنْ جَدِّهِ رَافِعِ بْنِ خَدِيْجٍ قَالَ قِيْلَ يَاسُولَ اللّهِ أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ  قَالَ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ
Rasulullah ditanya: “ usaha apa yang paling baik?” beliau menjawab: “usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan jual beli yang baik.”

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيْكٌ عَنْ وَائِلٍ عَنْ جُمَيْعِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ خَالِهِ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَفْضَلِ الْكَسْبِ فَقَالَ بَيْعٌ مَبْرُورٌ وَعَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ
Rasulullah ditanya tentang usaha yang paling utama, beliau menjawab: “jual beli yang baik dan usaha yang dilakukan seseorang dengan tangannya sendiri.”
Dengan demikian dalam melakukan usaha, disamping harus mempunyai etos kerja yang tinggi, seorang muslim harus mempunyai jiwa wirausaha agar usaha dapat berkembang dengan baik, dan tidak mengalami kerugian, karena pada hakikatnya kewirausahaan adalah untuk muningkatkan kualitas hidup  seseorang dengan mewujudkan gagasan inovatif dan kreatif. Nabi SAW bersabda : sesungguhnya Allah S.W.T. menyukai hambaNya yang mukmin yang berketrampilan ( hadits riwayat ath-thabarani dan al-baihaqi dari ibnu umar)dan juga diriwayatkan ibnu ‘adi dan ibnu an-najjar
dari ibnu umar ra. Dan dalam hadits yang lain Rasulullah Bersabda :
Artinya :termasuk sebaik-baik penghasilan adalah penghasilan para pedagang yang bila berbicara tidak berbohong , bilah diberi kepercayaan tidak mengkhianati, bila berjanji tidak menyalahi, bila membeli tidak mencela , bila menjual tidak meninggikan harga , bila punya tanggungan tidak menunda-nunda (hadits riwayat al -hakimdan al-baihaqi dari mu’adz ra. )
Juga Rasulullah juga Bersabda Artinya: Nabi saw bersabda : pedagang yang jujur , benar ,dan beragama islam bersama para syahid di hari kiamat ( hadits riwayat al-baihaqi dan al-hakim dari ibnu umar ra. ) dan dalam riwayat at-turmudzi dan al-hakim dari abi sa’id ra. bersama para nabi , ash-shiddiqin , dan para syahid .dan dalam riwayat al-ashfahani dari anas ra. Di bawa naungan arsy di hari kiamat .

C.    Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah lewat maka bisa diambil beberapa kesimpulan sebagaiamana berikut :
1.    Lelah dan capeknya orang bekerja mencari rizki yang halal bisa menjadi pelebur dosa.
2.    Kedudukan orang yang bekerja mencari rizki yang halal tidak kalah dengan orang yang berjihad di medan perang .
3.    Terdapat dosa yang tidak bisa dihapus oleh amalan sholat, puasa dan haji , akan tetapi justru dosa tersebut bisa dihapuskan oleh jerih payahnya mencari rizki atau nafkah .
4.    Orang yang bekerja mencari rizki yang halal untuk menghindarkan dari perbuatan meminta-minta , dan agar bisa berbagi rizki dab bersedaqah kepada tetangga sekitar maka di hari kiamat wajahnya cerah dan bercahaya seperti bulan . dan mencari rizki untuk kesombongan akan mendapatkan murka dari Allah S.W.T.
5.    Orang yang bersusah pah payah mencari rizki yang halal untuk menghindarkan dari meminta-minta adalah sebagai hamba kekasih Allah S.W.T.
6.    Allah S.W.T. sangat mencintai hambanya yang kelelahan akibat dari mencari rizki yang halal.
7.    sehat wal ’afiat terdapat di dalam sepuluh hal , sembilan terdapat dalam jerih paya mencari rizki dan yang satu terdapat sesuatu yang lainnya.
8.    Allah S.W.T. akan memberi rohmat bagi hambanya yang mencari rizki yang halal , membelanjakannya dengan tidak berlebihan , dan menshodaqahkah sebagian dari kelebihan , agar dia mempunyai bekal di saat hari-hari dia jatuh ke dalam kefakiran atau banyak kebutuhan


D.    Daftar pustaka
Alma, Buchari , Kewirausahaan untuk mahasiswa dan umum.(bandung: Alfabeta, 2013).
Abdul Baqi ,Muhammad , al-lu’lu’ wa al-marjan.( Dimasyq :Maktabah daaru al-faikha’, 1994M/1414H)
Baso, Ahmad, Entrepreneur Organik: Rahasia Sukses KH Fuad Afandi Bersama Pesantren dan Terakat Sayuriahnya. (Bandung: Nuansa Citra, 2009).
Basrowi.Kewirausahaan untuk Perguruan Tinggi. (Bogor: Ghalia Indonesia,2011).
Barnawi & M. Arifin, School Preneurship.(Jakarta: Ar-Ruzz Media,2012).
Kasmir Kewirausahaan.(Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2010).




KONSEP ENTREPENEURSHIP PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADIST Reviewed by Kharis Almumtaz on September 20, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.