Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

INTEGRASI INTERKONEKSI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DAN LITERASI KEISLAMAN DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN BUDAYA BACA DI AL MAWADDAH PONOROGO



INTEGRASI INTERKONEKSI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DAN LITERASI KEISLAMAN DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN BUDAYA BACA DI AL MAWADDAH PONOROGO

Oleh: Kharis Syuhud Mujahada

Mahasiswa S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan FITK Universitas Islam  Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Email: kharisalmumtaz@gmail.com

Abstrak
almumtaz.wiki- Penelitian ini berangkat darilatar belakang masalah tentang keresahan peneliti tentang  perpustakaan sekolah  yang dijadikan sebagai sarana informasi yang diperlukan sebagai sumber belajar yang memungkinkan para tenaga pendidik meningkatkan kualitasnya justru kurang berjalan secara optimal. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Mengetahui pelaksanaan manajemen perpustakaan dalam upaya meningkatkan minat baca di Al Mawaddah 3 Ponorogo 2) Mengetahui Strategi yang digunakan Pustakawan dalam Meningkatkan Minat Baca Al Mawaddah 3 Ponorogo. 3) mengetahui sejauh mana perpustakaan dapat mengoptimalkan fungsi layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca Al Mawaddah 3 Ponorogo
Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Kualitatif dengan metode deduktif induktif, jenis penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang berlandaskan pada filsafat Post Positifisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiyah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara Observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Uji Keabsahan data dillakukan dengan Uji Kredibilitas dengan Trianggulasi teknik, Trianggulasi sumber dan Trianggulasi  waktu.
Hasil penelitian menunjukkan : (1) Pengelolaan perpustakaan yang dilakukan oleh perpustakaan Al Mawaddah 3 Ponorogo adalah adanya perencanaan sekali pakai dan rencana tetap, pengadaan bahan pustaka, pengelolaan dan perawatan dan peningkatan pelayanan, (2) strategi yang digunakan pustakawan dalam meningkatkan minat baca siswa antara lain dilakukan dengan cara: melengkapi koleksi yang mendukung KBM dan koleksi yang menunjang sesuai perkembangan Iptek, penyediaan media pengajaran serta usaha perpustakaan dalam memotivasi siswa untuk menumbuhkembangkan minat baca yang dilakukan dengan membuat slogan kata kata motivasi, (3)  keberhasilan perpustakaan dalam mengoptimalkan fungsi layanan perpustakaan dan meningkatkan minat baca Al Mawaddah 3 Ponorogo dilakukan dengan menjalankan dan melaksanakan dengan baik fungsi edukatif, informatif, rekreatif, riset serta fungsi tanggung jawab administratif  dalam sebuah perpustakaan tersebut.
Kata Kunci : Manajemen Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca.

Pendahuluan
Dalam dunia pendidikan, perpustakaan sekolah dijadikan sebagai sarana informasi yang diperlukan sebagai sumber belajar yang memungkinkan para tenaga pendidik meningkatkan kualitasnya. Hal yang paling utama dalam mengoptimalisasikan fungsi perpustakaan adalah minat baca yang harus seseorang dan juga manajemen perpustakaan yang dapat meningkatkan minat baca.
Perpustakaan bisa menjadi sarana untuk menumbuhkan dan maningkatkan minat baca bila perpustakaan dapat berfungsi sebagai tempat untuk mengembangkan minat baca . diantara sarana yang dapat meningkatkan kegemaran membaca adalah perpustakaan seolah. Saat ini perpustakaan belum memberikan gambaran yang ideal untuk disebut sebagai pusat pengembangan minat baca yaitu perpustakan yang nyaman dan tenang serta mencirikan suatu tempat yang ramah dan menyenangkan bagi para penggunanya. Perpustakaan yang ada, belum sepenuhnya memenuhi harapan sebagai tempat atau sarana untuk menggairahkan semangat belajar, menumbuhkan minat baca, dan mendorong membiasakan siswa belajar mandiri.
Peran perpustakaan sangat sentral dalam membina dan menumbuhkan kesadaran membaca. Kegiatan membaca tidak bisa di lepaskan dari keberadaan dan tersediannya bahan bacaan yang memadai baik dari segi jumlah maupun kualitas bacaan. Pada aspek lain, minat baca senantiasa perlu di kembangkan di lingkungan usia sekolah. Usaha pengembangan minat baca dapat dilakukan dengan prinsip jenjang dan piket. Prinsip pertama perlu adanya usaha untuk memikat pengguna untuk mulai menyenangi kegiatn membaca. Prinsip kedua perlu adanya upaya untuk mengkondisikan penyediaan materi bacaan yang sesuai dengan perkembangn siswa yang dapat memperkuat minat baca mereka, yang senantiasa  terus mendorong untuk maju menuju pada kegiatan menbaca yang berkualitas.
Untuk mengelola sebuah perpustakaan diperlukan manajemen yang baik, agar arah kegiatan sesuai tujuan yang diinginkan. Kemampuan manajemen itu juga diperlukan untuk menjaga keseimbangan tujuan-tujuan yang berbeda dan mampu dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengetahuan dasar dalam mengelola perpustakaan agar berjalan dengan baik adalah dengan ilmu manajemen, karenan manajemen sangat diperlukan dalam berbagai kehidupan untuk mengatur langkah-langkah yang harus dilaksanakan oleh seluruh elemen dalam suatu perpustakaan. Oleh karena itu dalam “proses manajemen diperlukan adanya proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian”.  Di samping itu manajemen juga dimaksudkan agar elemen yang terlibat dalam perpustakaan mampu melaksanakan tugas dan pekerjaanya dengan baik dan benar.
Manajemen pada umumnya membutuhkan pendekatan system. Karena  dengan adanya sistem maka manajemen akan berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.”Sistem adalah seperangkat dari hal-hal yang saling bergantung membentuk satu satuan secara kompleks. Sistem sistem tersebut seperti staf anggaran, kegiatan, administrasi, dan manajer”.  Semua sistem tersebut timbul satu pengelolaan yang disebut manajemen.”Pada setiap kegiatan dalam organisasi di tingkat dan jenis apapun peranan manajemen sangat penting, sebab keberhasilan dan kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan tergantung dari manajemennya”.
Dari pemikiran di atas maka perlu pemikiran yang baik, semua fasilitas kebutuhan sumber belajar sekolah selalu dalam keadaan siap pakai dan bekualitas, akan sangat menunjang teraktualisasinya kemampuan profesional yang merupakan syarat mutlak upaya peningkatan minat baca, dijelaskan juga pada undang undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, yaitu tentang kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk “Meningkatkan martabat guru serta perannya sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional”.
Untuk mewujudkan kondisi perpustakaan sesuai dengan fungsi dan peranannya maka perpustakaan harus diubah sistem operasionalnya dari perpustakaan manual menjadi perpustakaan  yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi (perpustakaan digital). Dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan setiap perpustakaan secara bertahap dapat  mengejar ketinggalannya dari perpustakaan yang lebih maju dan lebih modern serta dapat mengoptimalkan fungsi perpustakaan bagi masyarakat. Selain hal tersebur diperlukan suatu manajemen pengelolaan yang sesuai dengan standar internasional dalam mengelola perpustakaan. Karena tanpa manajemen yang baik pekerjaan tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Al Mawaddah 3 Ponorogo merupakan salahsatu pondok pesantren favorit dengan kuantitas lumayan banyak. Perpustakaan yang ada Al Mawaddah 3 Ponorogo sudah terdapat layanan perpustakaan yang masih manual dan masih belom menjalankan fungsinya secara maksimal.
Peneliti tertarik untuk meneliti manajemen perpustakaan dikarenakan membaca diperlukan untuk kepentingan akal, seperti halnya olahraga yang diperlukan untuk kepentingan tubuh. Dalam dunia pendidikan membaca adalah salah satu kunci dari mencari ilmu pengetahuan dan informasi yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Beberapa pokok pikiran sebagai permasalahan dalam penelitian ini, meliputi 1) bagaimana pelaksanaan manajemen perpustakaan dalam upaya meningkatkan minat baca Al Mawaddah 3 Ponorogo 2) bagaimana strategi yang digunakan oleh pustakawan dalam meningkatkan minat baca Al Mawaddah 3 Ponorogo 3) sejauh mana perpustakaan dapat mengoptimalkan fungsi layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca Al Mawaddah 3 Ponorogo
Telaah Pustaka
1.    Manajemen Perpustakaan Sekolah
Manajemen SDM Perpustakaan Sekolah
Sumber daya manusia perpustakaan sekolah adalah orang yang memiliki wewenang maupun yang bertugas dalam mengelola perpustakaan. Sumber daya manusia ini dimungkinkan terdiri atas guru, pustakawan, dan karyawan yang bertugas melaksanakan kegiatan perpustakaan seperti pengadaan, pencatatan,klasifikasi, katalogisasi, penjajaran, pengawetan, dan pemberdayaan perpustakaan.
Petugas perpustakaan sekolah/ pondok pesantren adalah seorang yang telah diangkat oleh pejabat yang berwenang untuk menjabat atau melaksanakan tugas-tugas sehubungan dengan penyelenggaraan perpustakaan sekolah karena dianggap memenuhi syarat-syarat tertentu. Pejabat yang berwenang mengangkat petugas perpustakaan sekolah adalah kepala sekolah.
Manajemen Sarana dan Prasarana Perpustakaan Sekolah
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata "sarana" berarti segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sarana lebih tertuju pada alat-alat yang dibutuhkan langsung dalam aktifitas keseharian pelayanan perpustakaan. Misalnya, pensil, pensil warna, pena, kertas tipis untuk mengetik, kertas manila untuk membuat kartu katalog, formulir pendaftaran, buku catatan, blangko surat, amplop bermacam-macam ukuran, karbon, kertas ,marmer, buku induk peminjaman, kartu anggota, mesin ketik, komputer, printer, mesin sensor barcode, pisau, gunting, pelubang kertas, bantal stempel, stempel, papan tulis, stempel huruf, dan lain sebagainya.  Prasarana berarti segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proyek (usaha, pembangunan, proyek, dan lain sebagainya). Prasarana perpustakaan adalah fasilitas penunjang utama bagi terselenggaranya kegiatan pelayanan perpustakaan. Contohnya, berbagai perlengkapan perpustakaan seperti rak buku, rak surat kabar, rak majalah, kabinet gambar, meja sirkulasi, lemari atau kabinet katalog, kereta buku, papan display, ruang perpustakaan, dan lain sebagainya.
Manajemen Koleksi Perpustakaan Sekolah
Menurut Proyek Pembangunan Sarana Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam koleksi perpustakaan adalah sekumpulan sumber informasi dalam berbagai bentuk yang telah dipilih sesuai dengan tujuan program sekolah yang bersangkutan, mencakup dan menunjang semua bidang studi, memberikan pengetahuan umum yang sesuai dengan tingkat kecerdasan, kemampuan baca, dan perkmembangan jiwa murid dan tuntutan profesi guru. 
Menurut Yusuf dan Suhendar dalam, koleksi perpustakaan adalah sejumlah bahan atau informasi baik berupa buku maupun non buku yang dikelola untuk kepentingan proses belajar mengajar di sekolah yang bersangkutan.
Jadi, dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa koleksi perpustakaan adalah sekumpulan bahan pustaka dan sumber informasi yang berbentuk buku maupun non buku yang disediakan dan dikelola sesuiai dengan kebutuhan masing-masing sekolah untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah
Manajemen Pembiayaan Perpustakaan sekolah
Penganggaran adalah suatu rencana yang membuat penerimaan dan pengeluarannya dinyatakan dalam jumlah uang. Anggaran biasanya dibuat setahun sekali beserta kegiatannya yang disebut Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT). Perpustakaan sekolah belum memiliki anggaran yang pasti. Hal ini diakibatkan kurangnya perhatian pada perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Padahal tanpa anggaran yang memadai, perjalanan perpustakaan akan terganggu. Anggaran juga erat hubungannya dengan perencanaan, karena seluruh sumber daya dan kegiatan akan memerlukan anggaran untuk mencapai tujuan perpustakaan sekolah.
Sesuai Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 23 ayat (6) dan Standar nasional Perpustakaan bahwa sekolah mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional sekolah atau belanja barang di luar belanja pegawai dan pemeliharaan serta perawatan gedung. Artinya anggaran yang 5% dari anggaran belanja operasional sekolah tersebut digunakan untuk pengadaan bahan pustaka, pemesanan kartu-kartu, kegiatan kepustakawanan seperti bedah buku, seminar, bimbingan pemustaka, pemeliharaan, dan pelestarian bahan pustaka (fumigasi, scanning, penjilidan, laminating, dll). Sedangkan untuk pengadaan mebeler, penyediaan fasilitas komputer, pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana diambilkan dari anggaran lain.
Anggaran perpustakaan sekolah dapat berasal dari berbagai sumber anggaran, dari pihak intern sekolah itu sendiri ataupun dari luar sekolah. Sumber anggaran perpustakaan sekolah dapat berasal dari pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) atau yayasan dan atau donasi yang tidak mengikat, termasuk dana dari masyarakat.
Manajemen Pelayanan Perpustakaan Sekolah
Pelayanan perpustakaan adalah kegiatan pemberian pelayanan kepada pengunjung perpustakaan sekolah dalam menggunakan buku-buku dan bahan- bahan pustaka lainnya. Pengunjung perpustakaan sekolah pada dasarnya meliputi murid-murid, guru-guru dan anggota staf lainnya. Pelayanan ini dapat berlangsung dengan baik apabila semua teknis pelayanannya juga dilakukan secara sistematis.  Ase S. Muchyidin yang dikutip oleh Sinaga dalam Andi Prastowo (2012), bahwa kegiatan pelayanan perpustakaan adalah usaha untuk mendayagunakan bahan-bahan bagaimana agar setiap bahan yang tersedia di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pemakainya, khususnya masyarakat yang harus dilayani.

2.    Peningkatan Minat Baca
Pengertian peningkatan
Peningkatan adalah usaha secara sadar dalam proses meraih sesuatu yang dapat meningkatkan dalam kualitas dengan cara usaha, maupun kegiatan lainnya. Seperti yang dijelaskan oleh Pius A Partanto dan U. Dahlan Al Barry, dalam Kamus Ilmiah Popular :
“Peningkatan berasal dari kata dasar ‘tingkat’ kemudian mendapat kata imbuhan,’ pe-an’ yang berarti suatu keadaan dari rendah menjadi tinggi, atau merupakan proses, cara, perbuatan meningkatkan (usaha, kegiatan, dan sebagainya)”
Pengertian Minat Baca
Berbicara mengenai minat baca, banyak sekali tokoh yang mencetuskan pemikirannya mengenai minat baca.  Salah satu tokoh yang berbicara mengenai minat baca adalah sutarno dalam buku tanggung jawab Perpustakaan Dalam Mengembangkan Masyarakat Informasi :
“Minat baca adalah minat seseorang terhadap sesuatau kecenderungan hati yang tinggi, gairah atau keinginan seseorang tersebut terhadap sesuatu. Minat baca yang dikembangkan pada usia dini selanjutnya dapat dijadikan landasan bagi perkembangnya budaya baca, suburnya dan terpuruknya perkembangan budaya baca tentu sangat tergantung pada tersedianya bahan bacaan yang memadai”.

Fungsi perpustakaan sangat penting dalam membina dan menumbuhkan kesadaran minat baca. Kegiatan minat baca tidak bisa dilepaskan dari keberadaan dan ketersediaan bahan bacaan yang memadai baik dari segi jumlah maupun kualitas bacaan. Pada aspek lain minat baca perlu dikembangkan. Di lingkungan siswa, usaha pengembangan mnat baca  dapat dilakukan dengan prinsip, jenjang dan pikat. Prinsip pertama perlu adanya usaha untuk memikat pengguna untuk memulai menyenangi kegiatan membaca. Prinsip kedua perlu adanya penyediaan materi bacaan yang sesuai dengan perkembangan siswa yang dapat memperkuat  minat baca siswa, yang senantiasa mendorong siswa untuk terus maju menuju pada kegiatan membaca yang berkualitas.  Bedanya membaca secara berkualitas besar manfaatnya bagi pengembangan ilmu pengetahuan siswa.
Menurut Darmono, peran yang dilakukan oleh perpustakaan dalam menciptakan tumbuhnya kondisi minat baca di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut:
a.    Memilih bacaan yang menarik bagi pengguna perpustakaan
b.    Mengajukan berbagai cara penyajian pelajaran di sekolah dikaitkan dengan tugas- tugas di perpustakaan
c.    Memberikan berbagai kemudahan dalam mendapatkan bacaan yang menarik untuk  penggunaan perpustakaan
d.    Memberikan penghargaan kepada siswa yang paling banyak meminjam buku
e.    Meningkatkan bulan Mei setiap tahun sebagai bulan buku Nasional
f.    Melakukan berbagai kegiatan seperti lomba minat baca dan kegemaran membaca untuk anak sekolah.
g.    Menanamkan kesadaran dalam diri pemakai perpustakaan bahwa membaca sangat penting dalam ehidupan, terutama dalam mencapai keberhasilan sekolah
h.    Perpustakaan perlu melakukan berbagai macam promosi kepada masyarakat berkaitan dengan peningkatan minat dan kegemaran membaca
i.    Perpustakaan perlu dikelola dengan baik agar pemakai merasa betah berkunjung di perpustakaan
j.    Memberikan kebebasan membaca secara leluasa kepada pemakai perpustakaan. Hal ini dimaksudkan untuk memotivasi anak, mencari dan menemukan sendiri bacaan yang sesuai dengan minatnya.

Yang di maksud minat membaca dalam tesis ini adalah minat membaca pada pendidikan formal, yakni proses pendidikan dan pengetahuan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Al Mawaddah Ponorogo Jawa Timur.
Dari pengertian di atas, yang dimaksud dengan peningkatan minat baca dalam panel adalah usaha-usaha yang dilakukan secara sadar serta terus menerus dengan menggemari dan berminat untuk membaca dalam kualitas pendidikan yang di harapkan sesuai dengan tujuan yang di tetapkan.
Minat Baca Siswa di Sekolah
Minat baca seseorang ditunjukan dengan seberapa besar keinginan orang tersebut untuk membaca dan memanfaatkan waktu luang mereka dengan mencari-cari bahan bacaan untuk memenuhi keingintahuan mereka terhadap ilmu pengetahun. Sebelum membahas mengenai minat baca siswa di Sekolah Dasar, hendaknya terlebih dahulu mengetahui konsep minat, konsep membaca dan minat baca siswa memerlukan pembinaan yang positif agar dapat tumbuh.
3.    Strategi Pembinaan Minat Baca
Pengertian Strategi Pembinaan Minat Baca
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia 2011 offline strategi adalah "rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus". Sedangkan Sudjana menyatakan kata "strategi" (strategy) berasal dari bahasa latin "strategos" yang pada mulanya dimaksudkan untuk kegiatan seorang jendral militer yang mengkombinasikan "stratos" yang berarti militer dan "ago" yang berarti memimpi, oleh karena itu strategi bermakna sebagai kegiatan mempimpin militer dalam melaksanakan tugas-tugasnya.  Lebih lanjut, Gaffar menyatakan bahwa strategi merupakan sebuah rencana yang komprehensif mengintegrasikan segala sumber dan kemampuan yang mempunyai tujuan jangka panjang untuk memenangkan kompetensi. Berdasarkan pengertian strategi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian strategi dalam pendidikan khusunya pembinaan minat baca siswa adalah rencana atau taktik dalam memelihara, menyempurnakan dan usaha meningkatkan minat baca siswa dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki khusunya perpustakaan.
Strategi Pustakawan Dalam Peningkatan Minat Baca Siswa
Strategi pustakawan dalam meningkatkan minat baca tidak dapat dilepaskan dengan seluruh fungsi perpustakaan. Fungsi perpustakaan menurut Sulistyo-Basuki adalah sebagai berikut:  1) Sebagai sarana simpan karya manusia Perpustakaan berfungsi sebagai tempat menyimpan karya manusia, khususnya karya cetak seperti buku, majalah, dan sejenisnya. Perpustakaan berfungsi sebagai arsip umum bagi produk masyarakat berupa buku dalam arti luas. 2) Fungsi Informasi Bagi anggota masyarakat yang memerlukan informasi dapat memintanya ataupun menanyakannya ke perpustakaan, informasi yang diminta dapat berupa informasi mengenai tugas sehari-hari, pelajaran maupun informasi lainnya. 3) Fungsi Rekreasi Masyarakat dapat menikmati rekreasi kultural dengan cara membaca dan bacaan ini disediakan oleh perpustakaan. 4) Fungsi Pendidikan Perpustakaan merupakan sarana pendidikan nonformal dan informal, artinya perpustakaan merupakan tempat belajar di luar bangku sekolah maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah. 5) Fungsi Kultural Perpustakaan merupakan tempat untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat. Pendidikan ini dapat dilakukan dengan cara menyelenggaakan pameran, ceramah, pertunjukan kesenian, pemutaran filmbahkan bercerita untuk anak anak. maaf belom selesai dalam penulisan.almumtaz.wiki










INTEGRASI INTERKONEKSI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DAN LITERASI KEISLAMAN DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN BUDAYA BACA DI AL MAWADDAH PONOROGO Reviewed by Kharis Almumtaz on November 01, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.