Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Konsepsi-konsepsi mengenai inteligensi yang bersifat spekulatif – filsafat



A.    Kesimpulan
Inteligensi berasal dari bahasa latin yaitu Intellegere yang berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain. Inteligensi menurut istilah adalah kecerdasan. Kemampuan seseorang dalam berfikir dan belajar, memecahkan masalah, memproses sesuatu, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri pada lingkungan.
 Secara garis besar konsepsi-konsepsi mengenai inteligensi pada dasarnya digolongkan menjadi:
1. Konsepsi-konsepsi mengenai inteligensi yang bersifat spekulatif – filsafat
Konsepsi-konsepsi yang bersifat spekulatif – filsafati itu menjadi tiga kelompok, yaitu:
a.    Yang memberikan definisi mengenai inteligensi umum.
b.    Yang memberikan definisi mengenai daya-daya jiwa khusus yang merupakan bagian daripada inteligensi.
c.    Yang memberikan definisi mengenai inteligensi sebagai taraf umum daripada sejumlah besar daya-daya khusus
2. Konsepsi-konsepsi yang bersifat pragmatis
Dasar dari konsepsi ini adalah yang dinyatakan oleh Boring, bahwa inteligensi adalah apa yang di tes oleh tes inteligensi.
3. Konsepsi-konsepsi faktor
Konsepsi-konsepsi faktor terdiri atas Teori Uni Factor, Teori Two Factors, Teori Multi Factors, Teori Primary and Mental Abilities, Teori Sampling.
4. Konsepsi yang bersifat operasional
Ahli-ahli yang mengikuti operasionisme mengajukan keberatan-keberatan terhadap pendapat para pengikut teori dengan cara pendekatan filsafati dan pragmatis, yaitu pertama mendefinisikan dan kedua mengukurnya. Keberatan yang pertama ialah karena tindak (operation) pengukuran itu sendiri sebenarnya secara implisit telah pula mendefinisikan. Selanjutnya, keberatan yang kedua, ditujukan pada jalan pikiran ini; dengan menganalisis hasil tes-tes, ahli-ahli mengikuti teori faktor berpendapat telah mengetahui faktor-faktor inteligensi itu.
5. Konsepsi-konsepsi fungsional
Konsepsi ini disusun atas dasar pemikiran atau analisis mengenai bagaimana berfungsinya inteligensi itu, lalu dirumuskan sifat-sifat hakikat atau definisinya.
Untuk mengetahui tingkat inteligensi seseorang tidak bisa hanya dengan berdasarkan perkiraan melalui pengamatan, akan tetapi harus menggunakan alat khusus yang dinamakan tes inteligensi atau IQ (intelligence Quotient). Tes IQ ini banyak bentuknya. Beberapa tes menggunakan tipe item tunggal, contohnya Peabody Picture Vocabulary Test (untuk  anak-anak) dan Raven Progressive Matrices (tes nonverbal, yang membutuhkan penalaran induktif mengenai pola perseptual). Bentuk tes lain menggunakan tipe item yang bervariasi, verbal maupun non verbal, karena mengukur inteligensi umum. Tes inteligensi umum ini dapat menghasilkan skor untuk bagian-bagian (sub skor) maupun untuk global. Contohnya tes Stanford Binet dan tes Wechsler.
Adapun ciri-ciri pelaku inteligensi sebagai berikut:
1.    Terarah pada tujuan (purposeful behavior)
2.    Perilaku yang terorganisasikan (organized behavior)
3.    Perilaku dengan nada fisik yang baik (physical well toned behavior)
4.    Memiliki daya adaptasi yang baik (adabtable behavior)
5.    Orientasi pada sukses (succes oriented behavior)
6.    Mempunyai motif yang jelas (clearly motivated behavior)
7.    Perilaku cepat (rapid behavior)
8.    Perilaku luas (broad behavior)

Dari hasil penyelidikan inteligensi yang dilakukan oleh para ahli psikologi, didapat beberapa kesimpulan yang sangat penting bagi pendidikan dan pengajaran, diantaranya:
a.    inteligensi itu bergantung kepada dasar dan keturunan (hereditas).
b.    Tercapai atau tidaknya batas kecerdasan atau batas kemampuan pikiran seseorang dipengaruhi pula oleh faktor-faktor dari luar.
c.    Adanya kekuatan tumbuh dari dalam itu harus kita akui tiap-tiap anak mengalami perkembangan dalam pertumbuhan inteligensinya.
d.    Mendapat sendiri suatu paham yang baru adalah jauh lebih sukar daripada pemahaman pendapat-pendapat orang lain yang sudah ada.
B.    Saran
Demikianlah makalah ini kami buat, semoga dengan penyusunan makalah ini dapat mengerti mengenai definisi inteligensi, konsep hakikat inteligensi, cara pengukuran inteligensi, ciri-ciri perbuatan inteligensi, dan hasil penyelidikan inteligensi.
Kami menyadari bahwa masih terdapat kesalahan dalam penulisan makalah ini. Untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini serta kami ucapkan terimakasih.










Konsepsi-konsepsi mengenai inteligensi yang bersifat spekulatif – filsafat Reviewed by Kharis Almumtaz on May 01, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.