Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

TANTANGAN DAN BENTUK RESPON TERHADAP PERKEMBANGAN ZAMAN ERA DISRUPSI YANG WAJIB KITA KETAHUI

TANTANGAN DAN BENTUK RESPON TERHADAP PERKEMBANGAN ZAMAN ERA DISRUPSI YANG WAJIB KITA KETAHUI 

almumtaz.wiki- ERA disrupsi sedang melanda dunia, tidak terkecuali dunia pendidikan. Dinyatakan oleh Rhenald Kasali bahwa era disrupsi ditandai dengan hadirnya berbagai inovasi dan teknologi.

Sebagai salah satu pilar bangsa, dunia pendidikan harus mengambil sikap positif agar mampu bertahan dan terus berkembang dalam kancah kompetisi global tersebut. Lead Economist Bank Dunia Vivi Alatas mengingatkan bahwa kesiapan sumber daya manusia dan pendidikan merupakan ruang pembentukan yang sangat penting dalam menghadapi era disrupsi.

Seperti diketahui, dunia saat ini sedang menghadapi fenomena disrupsi, situasi dimana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linear. Perubahannya sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru.

Disrupsi menginisiasi lahirnya model bisnis baru dengan strategi lebih inovatif dan disruptif. Cakupan perubahannya sangat luas, mulai dari dunia bisnis, perbankan, transportasi, sosial masyarakat, hingga pendidikan. Era ini menuntut manusia untuk berubah atau punah. Tidak diragukan lagi, disrupsi akan mendorong terjadinya digitalisasi untuk menandai dimulainya demokratisasi pengetahuan yang menciptakan kesempatan untuk memanfaatkan dunia teknologi secara produktif.

Tantangan bagi insan pendidikan di era disrupsi adalah bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang mampu bertahan dan berkembang dalam era serba inovatif dan kreatif. Tantangan dimaksud adalah menyiapkan peserta didik yang memiliki daya inovasi dan kreativitas. Di era disrupsi, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, namun lebih berperan sebagai inspirasitor. Untuk itu, guru harus mampu menjadikan dirinya sebagai jembatan dunia pengetahuan bagi peserta didiknya.

Peran guru di era disrupsi menjadi begitu strategis, sebagai salah satu faktor penentu kesuksesan peserta didik dalam mengarungi era disrupsi.

Pertanyaan yang muncul, sudah siapkah para guru menjadikan dirinya sebagai inspirator bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan era disrupsi ini? Agar pertanyaan ini terjawab, setidaknya diperlukan data akurat tentang kesiapan guru, baik dalam konteks kompetensi maupun komitmen yang dimiliki. Guna mengetahui peta kompetensi guru, pemerintah telah menyelenggarakan Uji Kompetensi Guru (UKG), dengan titik tekan mengukur tingkat kompetensi pengetahuan guru, terutama kompetensi profesional dan kompetensi paedagogik.

Berdasarkan hasil UKG tahun 2015, diperoleh data bahwa rata-rata nilai UKG nasional adalah 53,02, padahal pemerintah sesungguhnya menargetkan rata-rata nilai di angka 55. Selain itu, diketahui pula bahwa rerata nilai kompetensi profesional adalah 54,77, dan rerata nilai kompetensi pendagogik adalah 48,94.

Sertifikasi Guru

Informasi hasil UKG tersebut harus dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama, baik oleh guru maupun para pengambil kebijakan. Seandainya hasil UKG disetarakan dengan rapor guru, maka dengan logika sederhana dapat dikatakan bahwa jika hasil UKG guru tidak baik, maka kedalaman pengetahuan guru tersebut juga tidak baik.

Terkait konteks profesionalisme guru, pemerintah juga menggulirkan kebijakan sertifikasi guru, yaitu pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang dinilai telah memenuhi standar profesi guru. Sejatinya, guru melakukan sertifikasi adalah untuk membuktikan kemampuannya dalam mengajar. Adapun pemerintah berusaha memberikan reward atas kemampuan tersebut melalui pemberian tunjangan profesi.

Namun belakangan ini tampaknya telah terjadi pergeseran makna sertifikasi guru. Sertifikasi guru baru sebatas ”menyejahterakan”, belum sampai meningkatkan kompetensi.

Mengingat bahwa guru merupakan salah satu aktor utama dalam menghadapi era disrupsi, maka berbagai permasalahan guru sebagaimana terurai di atas harus dicari solusinya. Mengawali langkah, yang perlu dilakukan adalah membangun komitmen dan sinergi bersama antara pemerintah selaku pengambil kebijakan dan para pelaku teknis di tingkat satuan pendidikan, dalam hal ini kepala sekolah dan para guru.

Saat mendapati hasil UKG yang masih jauh dari harapan, pemerintah perlu terus mengagendakan program- program untuk memberikan pembinaan dan penguatan kompetensi guru. Di tingkat satuan pendidikan, kepala sekolah perlu membangun komitmen dan budaya mutu, di antaranya dengan memastikan terselenggaranya pembelajaran berkualitas di sekolah yang dipimpinnya. Adapun bagi para guru, perlu kiranya senantiasa membangun budaya belajar sepanjang hayat dan adaptif terhadap dinamika dunia pendidikan sebagai wujud tanggung jawab profesi.

hal yang dapat kita lakukan untuk menyikapi kehidupan diera disrupsi anatar lain ebagai berikut:

  1. meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang ada dengan meggunakan fasilitas internet dalam kehidupan kita
  2. selalu respon terhadap perubahan yang ada sehingga tidak mudah tergilas oleh peradaban modern
  3. semangat menggali informasi terbaru yang positif serta berupaya untuk berpartisipasi aktif dalam peningkatan potensi
  4. selalu menjaga dari perubahan yang begitu cepat agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang memiliki ideologi
TANTANGAN DAN BENTUK RESPON TERHADAP PERKEMBANGAN ZAMAN ERA DISRUPSI YANG WAJIB KITA KETAHUI Reviewed by Kharis Almumtaz on November 28, 2018 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.