Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Ferdian diganjar Masuk tong Sampah akibat ulahnya !

https://www.cnnjava.com/2020/05/ferdian-diganjar-masuk-tong-sampah.html

Prank "Sampah" Ferdian Paleka hingga "Hukuman" Masuk Tong Sampah
CNNJAVA- Di pekan kedua bulan Ramadhan, masyarakat dihebohkan dengan video prank tiga pemuda Ferdian Paleka, Aidil dan Tubagus Fahddinar, yang melakukan aksi prank bantuan terhadap beberapa waria di Kota Bandung.
Sontak aksi ketiganya pun menjadi dikecam masyarakat. Para korban prank pun, melaporkan ketiganya ke pihak kepolisian.

Ada empat waria yang menjadi korban prank youtuber Ferdian Paleka cs. Diantaranya Sani, Dini (56) alias Dani, Luna (25) dan Pipiw (30). Dalam laporannya, mereka melaporkan tak terima atas prank Ferdian yang memberikan bantuan berisi sampah.

Karena menjadi sorotan masyarakat, polisi pun mengejar ketiga terlapor tersebut, yang saat ini sudah menjadi tersangka. Dari tiga pelaku aksi prank, salah seorangnya yang bernama, Tubagus Fahddinar, menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Sementara Ferdian dan Aidil, dalam status buron.

Tepat pada Jumat 8 Mei, polisi berhasil meringkus Ferdian dan Aidil dan paman Ferdian, bernama Jamaludin. Mereka diamankan di Jalan Tol Jakarta-Merak.
"Selama pelarian mereka bersembunyi di Palembang," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Suhartiono, beberapa waktu lalu.
https://www.cnnjava.com/2020/05/ferdian-diganjar-masuk-tong-sampah.html

Untuk mengibuli polisi selama pelarian, Ferdian dan Aidil, merubah penampilannya. Rambut Ferdian yang tadinya pirang dirubah menjadi hitam. Dirinya pun, mencukur kumisnya. Sementara Aidil, hanya mencukur rambutnya yang asalnya gondrong, di cukur menjadi cepak.

Ferdian mengungkapkan, aksi prank tersebut hanya ingin para waria tidak mangkal saat bulan Ramadhan.
"Kalau menurut saya di bulan Ramadhan ini waria gak boleh, makanya saya ngelakuin itu," kata Ferdian.
Ia pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat, atas kegaduhan yang ia buat. Ia mengaku khilaf dan menyesal atas perbuatannya itu.
"Saya minta maaf kepada rakyat Indonesia khususnya rakya Bandung, dan transpuan yang telah saya prank, dengan ngasih sembako isi sampah, saya sangat menyesal. Semoga saya di maafkan," katanya.
Alasan aksi pranknya tersebut kepada para waria, hanya sebagai bahan hiburan di chanel youtube-nya. Tidak ada motif untuk naikan subcriber seperti yang diberitakan.
"Hanya hiburan saja, enggak ada buat naikin subcriber," kata dia.
Pada kasus ini, polisi menerapkan pasal 45 ayat 3 huruf e Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transksi Elektronik (ITE), dan Pasal 36 dan Pasal 51 ayat 2 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, ancaman 12 tahun penjara.


Setelah diamankan, kasus ini tidak begitu saja rampung. Baru sehari ditahan, Ferdian dan dua temannya mengalami kejadian persekusi di dalam tahanan. Aksi perundungan itu, direkam oleh seseorang tahanan dan beredar di beberapa grup whatsapp serta facebook.

Pada video tersebut, nampak Ferdian mendapat perlakukam kasar dari sesama tahanan.Kemudian video lainnya, merekam Ferdian dimasukan ke sebuah tong, yang mirip dengan tong sampah.

Polisi membenarkan adanya kejadian perundungan terhadap Ferdian cs. Kejadian perundungan tersebut, terjadi di sel tahanan Satreskrim Polreatabes Bandung.

Kejadian tersebut setelah didalami, diketahui jika para tahanan yang berada di sel tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung, kesal dengan perlakuan pelaku sebelum di tahan.

Pihak kepolisian tengah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh anggotanya yang terkait dalam kejadian tersebut.
Dalam kejadian perundungan ini ayah Ferdian Paleka, Herman (46) mengatakan ingin polisi pun turut mengusut kejadian tersebut.
"Saya ingin (kasus perundungan di sel) bisa diusut," ucap dia.
Ditemui diwaktu dan tempat yang sama, orang tua tersangka Aidil, Roni, mengaku dirinya kecewa atas perlakuan perundungan yang dilakukan para tahanan terhadap anaknya.
"Orang tua mana yang ga marah dengan perundungan di tahanan," kata dia.
"Orang tua tidak akan pernah menerima perbuatan mereka," kata dia.
Keduanya pun berencana mengajukan penangguhan terhadap anaknya. Herman mengaku sudah membuat surat pengangguhan penahanan yang rencananya dikirim pada Senin (10/5/2020) ke pihak Polrestabes Bandung.

Menanggapi itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, ia sudah mendalami kejadiann perundungan tersebut. Soal rencana penangguhan, dirinya mempersilahkan pengajuan tersebut.

Namun kebijakan disetujui atau tidaknya penangguhan tersebut, nanti akan diperhitungkan oleh penyidik.
"Nanti penyidik yang meneliti, layak atau tidak diberi penangguhan," kata Kapolrestabes.
Adanya tindakan perundungan terhadap Ferdian cs, Komisiomer Komisi Komnas HAM, Sandrayati Moniaga menilai perbuatan tersebut telah merendahkan martabat manusia. Komnas HAM juga meminta pelaku perundungan diproses hukum.

Lebih lanjut, Sandrayati menyebutkan, anggota Polri telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dengan membiarkan aksi para tahanan memasukkan Ferdian ke dalam tong sampah.
"Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh anggota polisi adalah melakukan pembiaran tindakan tersebut terjadi," ujarnya.
Diluar proses hukum dan kejadian perundungan terhadap Ferdian cs, Psikolog Intan Ertila menilai, aksi gurauan atau prank yang dilakukan Ferdian dengan memberikan sembako berisikan sampah kepada waria didasari tuntutan konten untuk mendatangi subcriber dan menjadikannya viral.
"Jadi fenomena prank sembako isi sampah ini fenomena yang sudah mulai terjadi di genarasi muda. Mereka menyukai konten segala-galanya biar banyak suka, berlangganan, pengikut, yang buat miris ini buat mereka yang suka viral, cari tahu," katakan Intan dalam keterangannya, Selasa (5/5/2020).
Menurut Intan, saat ini banyak generasi muda yang telah kehilangan moralitas sehingga mereka lupa dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Selain itu, banyak generasi muda yang ingin mendapatkan popularitas dengan cara instan.
"Tapi mereka lupa akan norma bagaimana berperilaku terhadap orang lain. Norma bagaimana meminta, empati, simpati," tururnya.
Intan memuji prihatin dengan perkembangan medsos di kalangan anak muda yang tak lagi menimbang manfaat baik atau buruknya konten-konten yang mereka bagikan di medsos miliknya.
"Kalau aku melihat ini mereka ingin mendapatkan nama dengan cara yang instan. Perlu, ada efek generasi sekarang perlu tidak menghasilkan proses kemudian Menghadapi dari mereka menentang yang hilang bukan kepintaran mereka. Kalau pintar, baliklah mereka lebih cepat tapi tidak ada sisi moral, etika, sopan dan santun," katanya.
sumber: https://nasional.okezone.com
Ferdian diganjar Masuk tong Sampah akibat ulahnya ! Reviewed by Kharis Almumtaz on May 11, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.