Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

VIRAL! Jasad ABK WNI di Kapal Tiongkok Dibuang Ke laut Bikin Pemerintah indo Geram!



Jasad ABK WNI di Kapal Tiongkok Dibuang ke Laut, Negara Tirai Bambu Itu Buka Suara
Sahabat Mumtaz - Viral sebuah video yang diberitakan media Korea Selatan, MBC News, soal eksploitasi Anak Buah Kapal (ABK) di kapal penangkap ikan milik Tiongkok.
Dalam tayangan berita MBC News tersebut disebutkan telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap pekerja asal Indonesia. Di mana mereka harus bekerja selama 18 jam per hari atau lebih.


"Bahkan, kadang-kadang, saya harus bekerja hingga 30 jam. Saya tidak boleh istirahat maupun duduk kecuali ketika nasi keluar setiap 6 jam," ujar salah satu ABK yang selamat sebagaimana dikutip dari MBC News.

Selain jam kerja tak wajar, mereka pun harus meminum air laut (yang disuling) sedangkan ABK Tiogkok meminum air mineral botol. Mereka juga hanya mendapatkan gaji sekitar Rp1,7 juta selama 13 bulan atau hanya mendapatkan Rp130.000-an per bulan.


Disebutkan dalam laporan tersebut, perlakuan yang tak wajar, menurut MBC News, berujung pada tewasnya sejumlah ABK asal Indonesia.Dan lebih mengenaskan, ABK berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) ini dihanyutkan dan dibuang ke laut jasadnya jika meninggal. 

Menurut MBC, pembuangan jenazah ABK WNI terjadi di Samudera Pasifik pada 30 Maret.
Video itu juga dipublikasikan melalui kanal YouTube MBCNEWS berjudul "(Eksklusif) 18 jam kerja sehari, jika sakit dan meninggal, buang ke laut."

Dikabarkan ada tiga ABK berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal, mereka berinisial A (24), Al (19), dan S (24). Yang tidak terbayangkan oleh ABK Indonesia lainnya, jenazah ternyata dilarung atau dihanyutkan ke laut. Para ABK dikabarkan meminta tolong kepada pemerintah setempat saat kapal Tiongkok itu berlabuh di pelabuhan Busan. MBC News sebut bahwa dibutuhkan investigasi internasional segera guna mengetahui kebenaran atas kasus eksploitasi itu.


Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia bakal segera memanggil Duta Besar Republik Rakyat (KBRI) Tiongkok terkait adanya pelarungan atau menghanyutkan jasad WNI yang menjadi ABK berbendera Tiongkok di Samudera Pasifik itu.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI ‎Judha Nugraha memastikan pemerintah‎ memberikan perhatian yang sangat serius atas permasalahan para WNI yang menjadi awak kapal ikan Tiongkok, Long Xin 605 dan Tian Yu 8 yang beberapa hari lalu berlabuh di Busan, Korea Selatan.

Kedua kapal tersebut membawa 46 awak kapal WNI dan 15 di antaranya berasal dari Kapal Long Xin 629. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul, Korea Selatan juga berkoordinasi dengan otoritas setempat dan telah memulangkan 11 awak kapal pada 24 April 2020. Sedangkan 14 awak kapal lainnya akan dipulangkan pada 8 Mei 2020. 

KBRI Seoul juga sedang mengupayakan pemulangan jenazah awak kapal (inisial) E yang meninggal di Rumah Sakit Busan karena pneumonia. Sementara 20 awak kapal lainnya melanjutkan bekerja di kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8. Pada Desember 2019 dan Maret 2020 terjadi kematian 3 awak WNI pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604 saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. Jasad-jasad tersebut kemudian dilarung ke laut.

"‎KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi mengenai kasus ini," kata Judha dalam keterangan tertulisnya, Kamis 7 Mei 2020 pagi.

Dalam penjelasannya, Kemlu Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menerangkan pelarungan itu telah dilakukan sesuai praktek kelautan internasional untuk menjaga kesehatan para awak kapal lainnya. Kapten kapal menyatakan keputusan melarung jenazah lantaran kematian WNI tersebut akibat penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.


Meski demikian, Kemlu tetap akan‎ meminta penjelasan tambahan dengan memanggil Duta Besar Tiongkok mengenai alasan pelarungan jenasah itu apakah sudah sesuai dengan ketentuan ILO dan perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya.

Seperti diketahui, ILO Seafarer’s Service Regulation telah mengatur prosedur pelarungan jenazah (burial at sea). Dalam ketentuan ILO, kapten kapal dapat memutuskan melarung jenazah dalam kondisi ketika jenazah meninggal karena penyakit menular atau kapal tidak memiliki fasilitas menyimpan jenazah sehingga dapat berdampak pada kesehatan.

‎Sebelumnya, Kemlu bersama kementerian/lembaga terkait persoalan itu juga telah memanggil manning agency untuk memastikan pemenuhan hak-hak awak kapal WNI.
"Kemlu juga telah menginformasikan perkembangan kasus dengan pihak keluarga," ucap Judha. Persoalan pelarungan jasad WNI itu mencuat dalam tayangan video televisi berita Korea Selatan.
Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com
VIRAL! Jasad ABK WNI di Kapal Tiongkok Dibuang Ke laut Bikin Pemerintah indo Geram! Reviewed by Kharis Almumtaz on May 07, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.