Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Kisah Tragis Anak Kecil Dibunuh Pakai Pulpen yang Bikin Miris


tribunnews.com



CNNJAVA.COM - Sungguh kejam kelakuan Sanima (27), ibu rumah tangga itu tega menghabisi nyawa anak tirinya MT. MT menjadi pelampiasan amarahnya yang cemburu kepada bocah 4 tahun itu karena  lebih disayang ayah kandungnya. Penganiayaan nan keji itu terjadi pada Selasa 16 Juni 2020.

Ketika itu, ayah kandung MT, Herman, sedang tidak berada di rumah lantaran sedang menjalankan usaha jual beli mobil bekas. Sanima diduga kerap menganiaya MT hingga tewas. Buktinya, polisi menemukan 23 luka di sekujur tujuh bocah malang itu. Di hadapan polisi. Sanima mengaku beberapa kali menusuk-nusuk tubuh MT dengan pulpen. Bahkan, Sanima tega menginjak-injak dada MT.

Kini, Sanima telah ditangkap polisi untuk.mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya.

Berikut fakta-fakta kekejaman ibu tiri bunuh bocah di Pinrang dengan pulpen:


Tewas Ditusuk Pulpen

Korban MT (4) tewas setelah beberapa kali ditusuk pulpen oleh Sanima. Peristiwa tragis tersebut terjadi Selasa (16/6) kemarin saat Herman, ayah korban sedang bekerja di luar rumah. MT mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya.

"Ayah korban ditelepon oleh tetangganya bahwa anaknya meninggal pas sampai di rumah ayahnya mendapati korban dengan beberapa luka di bagian tubuhnya," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Praditya Negara saat dihubungi, Rabu (17/6/2020).

Ayah MT langsung melaporkan kejadian itu ke pihak polisi. Sanima sudah diamankan polisi untuk keperluan pengembangan kasus.

"Selanjutnya personel bersama tim medis melakukan pemeriksaan bagian tubuh korban dan terdapat beberapa luka, masing-masing Luka lebam pada dada, luka gigitan pada dagu, luka lebam pada perut serta luka lebam pada punggung," ujar Dharma.

Dharma menjelaskan, dari penemuan bekas luka itulah kemudian polisi melakukan interogasi terhadap ibu tiri korban. Dari pengakuan Sanima, ia menganiaya MT menggunakan pulpen hingga MT tewas.

"Berdasarkan keterangan terduga pelaku tersebut bahwa benar dirinya telah melakukan penganiayaan terhadap korban pada saat suaminya pergi bekerja. Pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan pulpen yang ditusukkan pada bagian tubuh korban lebih dari satu kali dengan tempat yang berbeda sehingga mengakibatkan korban mengalami luka dan meninggal dunia," kata Dharma.

23 Luka Penganiayaan

Polisi menemukan total 23 luka penganiayaan di sekujur tubuh bocah yang tewas dibunuh ibu tiri.

"Berdasarkan hasil identifikasi luar dari tim Inafis, di sini ada 23 luka di tubuh korban MT," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara, Rabu (17/6/2020).

Dharma mengatakan luka korban kebanyakan disebabkan hantaman benda tumpul, seperti lebam, bukan akibat benda tajam.

"Itu luka lebam kebanyakan, bukan terbuka. Akibat benda tumpul, iya," katanya.

Untuk memastikan penyebab kematian korban, kata Dharma, penyidik kini menunggu hasil visum rumah sakit.

"Penyebab kematian kita tunggu hasil visum rumah sakit. Tapi kan kalau hasil visum bisa lebih itu luka korban," pungkas Dharma.

Diinjak di Dada

MT yang masih usia 4 tahun juga beberapa kali diinjaknya.

"Korban ini juga diinjak," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara kepada detikcom, Rabu (17/6/2020).
Menurut Dharma, Sanima diketahui beberapa kali menginjak dada MT. "Kalau yang ditusuk pulpen itu (juga) dada korban," kata Dharma.

Saat korban MT lemas, Sanima sempat membawa korban ke tetangganya yang merupakan seorang bidan.

"Si korban ini kan lemas nih, akhirnya lihat lemas, dia bawa ke bidan. Si bidan bilang, 'oh tidak bisa ini, harus dibawa ke Puskesmas'," katanya. 
"Pada saat dibawa ke Puskesmas, dalam perjalanan meninggal, di situlah si bidan menelepon ke bapak korban ini, bahwa anakmu ini sudah meninggal," imbuhnya.

Sanima sendiri telah ditahan polisi di Polres Pinrang. Penyidik kini tengah mendalami keterangannya.

"Pelaku sudah diamankan, lagi kita dalami terus keterangannya," pungkas Dharma.

Cemburu Suami Lebih Sayang Anak Kandung

Motif seorang ibu di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sanima (27) tega menghabisi nyawa anak tirinya sendiri terungkap. Sanima cemburu karena sang suami lebih sayang kepada korban.

Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara mengungkapkan, Sanima dengan ayah kandung korban menikah sama-sama dengan status janda dan duda. Keduanya masing-masing telah memiliki anak dari pasangan sebelumnya.

"Ini kan duda sama janda ini ceritanya, sama-sama nikah. Mereka juga sama-sama punya anak. Jadi anaknya pelaku ini tidak diterima dengan baik oleh ayah korban," kata Dharma, Rabu (17/6/202).

Menurut keterangan pelaku ke penyidik, pelaku kesal lantaran suaminya tidak menghargai keberadaan anak pelaku. Kekesalan itulah yang akhirnya kerap dilampiaskan kepada MT, putri kandung suaminya.

"Jadi merasa ada beda perlakuan, jadi merasa kesal, jengkel," ujarnya.

Selain itu, kata Dharma, ayah kandung korban pernah meminta pelaku agar membawa anak pelaku ke mantan suaminya.

Perlakuan tersebut diduga membuat kekesalan pelaku memuncak yang akhirnya menusuk dada anak tirinya hingga lemas dan tewas saat suaminya tidak berada di rumah.

"Kan anak pelaku ini ada kelainan, terus suaminya ini disuruh kembalikan ke suami yang lama, supaya dioperasi lah. Mungkin di situ pelaku merasa, kenapa kok mentang-mentang anak saya ini ada kelainan, tidak diperhatikan," terang Dharma.


Polisi Dalami Kasus

Polisi tengah mendalami 23 luka yang diderita MT (4), bocah perempuan yang tewas dianiaya ibu tiri dengan cara ditusuk pulpen di Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dengan puluhan luka itu, ada kemungkinan korban dianiaya berkali-kali pada kesempatan waktu yang berbeda.

"Itu masih didalami, dia kan masih diperiksa, setiap luka korban itu mau ditanyakan satu per satu, bahwa luka itu dari mana dan karena apa," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara, Rabu (17/6/2020).

Dharma mengatakan temuan puluhan luka itu merupakan hasil pengamatan luar oleh tim Inafis Polres Pinrang ke tubuh korban. Kebanyakan luka tersebut merupakan luka lebam, bukan luka terbuka.

"Itu luka lebam kebanyakan, bukan terbuka. Akibat benda tumpul, iya," katanya.

Oleh karena itu, kata Dharma, penyidik bakal menunggu hasil visum keluar agar bisa memastikan soal rincian luka yang diderita korban. Selain itu, visum diperlukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

"Penyebab kematian kita tunggu hasil visum rumah sakit. Tapi kan kalau hasil visum bisa lebih itu luka korban," katanya.


Sumber : https://news.detik.com/
Kisah Tragis Anak Kecil Dibunuh Pakai Pulpen yang Bikin Miris Reviewed by Ervinha Blog's on June 18, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.