Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Pemblokiran akses internet di Rakhine, Myanmar, memasuki tahun kedua guna antisipasi gerak pemberontak!

Ilustrasi. Pemblokiran akses internet di Rakhine, Myanmar, memasuki tahun kedua. Pemblokiran meningkatkan kekhawatiran di tengah pandemi Covid-19.

Jakarta, CNNJAVA.COM- Pemblokiran akses internet di Rakhine, Myanmar, memasuki tahun kedua pada Minggu (21/6). Pemblokiran dilakukan untuk membatasi gerak pemberontak Arakan Army di wilayah tersebut.

Melansir AFP, pada awal Juni lalu, pejabat pemerintah menyebutkan bahwa pemblokiran akses internet akan berlanjut setidaknya hingga 1 Agustus mendatang. Perusahaan telekomunikasi juga mengaku telah diminta untuk melakukan pemblokiran untuk mencegah kegiatan ilegal.

Sejak Januari 2019, militer Myanmar telah terlibat perang saudara melawan Arakan Army, kelompok pemberontak yang memperjuangkan otonomi bagi umat Buddha etnis Rakhine.

Untuk membatasi gerak para pemberontak, pemerintah pun menutup akses internet di sejumlah kota di negara bagian Rakhine pada 21 Juni 2019. Penutupan ini sempat menyebabkan kepanikan di antara penduduk yang putus asa untuk mendapatkan informasi tentang kerusuhan yang terjadi.

Pada Jumat (19/6) lalu, Human Rights Watch (HRW) menyerukan agar pemerintah segera mengakhiri pemadaman internet terpanjang yang pernah diberlakukan ini. Pemblokiran dirasa begitu mengkhawatirkan, apalagi saat ini dunia tengah dilanda pandemi Covid-19.
"Sangat penting bagi warga sipil mendapatkan informasi yang diperlukan untuk tetap aman selama pandemi," kata Linda Lakhdhir, selaku perwakilan dari HRW.

Sejauh ini, Myanmar telah mencatat 287 kasus positif infeksi virus Corona (Covid-19), termasuk di antaranya enam kematian yang diakibatkan. Namun, para ahli khawatir bahwa angka yang rendah disebabkan oleh tes massal atau pengujian yang tidak dilakukan secara masif.

Hanya sedikit warga Myanmar yang memiliki komputer pribadi. Mayoritas dari mereka bergantung pada ponsel dan akses internet untuk keperluan komunikasi dan informasi. Mereka yang tak mendapatkan akses internet dinilai sangat rentan terhadap Covid-19.

Abdullah, seorang warga Rohingya di Rakhine, mengaku ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai Covid-19. Tak tersedianya akses internet membuat Abdullah tertinggal banyak informasi terkait pandemi.
"Kami ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai Covid-19. Apa yang terjadi pada orang-orang terlantar di Sittwe [ibu kota Rakhine] dan apa yang terjadi di Bangladesh," kata Abdullah.

Abdullah menambahkan, kini dia bersama yang lain juga tengah berjuang untuk menghubungi kerabat atau bahkan mengirimi uang.

Tak tersedianya akses internet juga dikeluhkan oleh Aung Win, seorang guru di Kota Buthidaung. Win mengaku tak dapat mengakses pelajaran yang diberikan Departemen Pendidikan setempat.

"Kami hanya ingin internet kembali sesegera mungkin," kata Win.
https://www.cnnindonesia.com

Pemblokiran akses internet di Rakhine, Myanmar, memasuki tahun kedua guna antisipasi gerak pemberontak! Reviewed by Kharis Almumtaz on June 23, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.