Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Presiden Donald Trump mengancam pengunjuk rasa yang berencana menggelar aksi protes jelang kampanye pemilihan presiden di Tulsa, Oklahoma!

https://www.cnnjava.com/2020/06/presiden-donald-trump-mengancam.html
Donald Trump diagendakan menggelar kampanye pertama setelah tiga bulan absen pada Sabtu (20/6) malam. (Foto: AP/Alex Brandon)
Jakarta, CNNJAVA.COM- Presiden Donald Trump mengancam pengunjuk rasa yang berencana menggelar aksi protes jelang kampanye pemilihan presiden pada Sabtu (20/6) di Tulsa, Oklahoma. Kampanye ini dilakukan di tengah kontroversi setelah Oklahoma mencatat lonjakan kasus virus corona.

"Setiap pengunjuk rasa, anarkis, agitator, penjarah, atau orang rendahan yang akan datang ke Oklahoma mohon mengerti, Anda tidak akan diperlakukan seperti di New York, Seattle, atau Minneapolis, akan menjadi tempat yang berbeda," tulis Turmp di Twitter.

"Kampanye saya belum dimulai. Itu akan berlangsung pada Sabtu malam di Oklahoma," tulisnya.

Juru bicara kampanye Trump, Marc Lotter mengatakan ucapan presiden ditujukan untuk agitator, bukan pengunjuk rasa. Lotter mengklaim Trump mendukung protes damai dan orang-orang yang menggunakan haknya.

Juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany dalam konferensi pers mengonfirmasi cuitan Trump dalam menghadapi pengunjuk rasa. McEnany mengatakan maksud Trump merujuk pada unjuk rasa yang merusak dan ia tetap mengizinkan aksi protes damai.

"Apa yang ia maksud, pengunjuk rasa yang melakukan tindak kekerasan, anarkis, penjarahan, bentuk-bentuk pelanggaran hukum yang telah kami lihat sebelumnya," ujar McEneny saat merespons pertanyaan media.

Ahli strategi dari Partai Republik, Alex Conant mengatakan kampanye Trump pada Sabtu malam akan menentukan momentum untuk menghidupkan kembali suasana Pilpres 2020.

"Kampanye di Tulsa menunjukkan dia harus melakukan sesuatu untuk mencoba membingkai ulang pemilihan," ujar Conant seperti mengutip Associated Press.

Massa yang kontra Trump berencana menggelar aksi demonstrasi menentang perlakuan diskriminatif Trump jelang kampanye di Oklahoma.
Lihat juga: Perundingan dengan Korut Gagal, Trump Salahkan Eks Penasihat

Wali kota Tusla G.T Bynum mencabut jam malam yang diberlakukan di sejumlah blok di sekitar lokasi kampanye. Diperkirakan ada lebih dari 100 ribu pendukung Trump akan mendatangi kampanye dalam ruangan perdananya.

"Hari ini, agen rahasia meminta kota untuk mencabut jam malam pada akhir pekan ini. Untuk memenuhi permintaan itu, kota mencabut perintah jam malam," ujar Bynum dalam siaran pers seperti dikutip CBS News.


Kampanye Trump di Oklahoma akan menjadi yang pertama sejak pandemi virus corona memutus semua aktivitas pada Maret lalu. Kampanye ini digelar di tengah seruan sipil anti-diskriminasi rasial terhadap warga kulit hitam.
https://www.cnnindonesia.com
Presiden Donald Trump mengancam pengunjuk rasa yang berencana menggelar aksi protes jelang kampanye pemilihan presiden di Tulsa, Oklahoma! Reviewed by Kharis Almumtaz on June 21, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.