Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Ponorogo, Berikut Fakta Menarik di Balik Alasan Rumah Wisnu Dipagar Tembok Tetangga!


CNNJAVA.COM- Pagar tembok setinggi satu meter yang mengelilingi rumah Wisnu Widodo (48) ternyata berdiri di jalan desa. Yang membangun pagar tembok adalah Mistun dan Edy, tetangga Wisnu.

Ini diungkapkan oleh Kades Gandu Kepuh Suroso berdasarkan hasil keputusan dari Pengadilan Negeri Ponorogo yang menyatakan tembok tersebut berdiri di atas jalan desa.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Ponorogo Nomor 25/Pdt.Plw/2019/PN, saudari Mistun diminta untuk segera melaksanakan putusan pengadilan yaitu pembongkaran tembok.

"Dalam putusan tertulis lokasi sengketa merupakan jalan umum atau jalan desa menuju jalan utama," ujar Suroso kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).

Sebab, di peta desa jalan menurut Suroso muncul dan diklaim sebagai jalan desa. Bahkan nantinya, jalan tersebut bisa dibangun dengan menggunakan dana APBDes.

"Kalau melihat peta desa memang muncul jalan, sesuai aturan ahli waris memang ada jalan ke belakang. Muncul jalan pada akhirnya jalan desa bisa diajukan bangunan lewat APBDes," jelas Suroso.

Sejak tahun 2017 lalu, keduanya sudah naik ke pengadilan untuk menyelesaikan masalah ini. Terakhir, sejak 3 bulan lalu kasus ini dimenangkan oleh pihak Widodo. Sebab, sesuai peta desa jalan tersebut merupakan jalan desa.

"Harusnya dibongkar itu, karena punya jalan desa," pungkas Suroso.

  • Fakta Baru di Balik Alasan Rumah Wisnu Dipagar Tembok Tetangga 

Kotoran ayam menjadi penyebab ditemboknya akses jalan rumah Wisnu Widodo. Ternyata ada satu sebab lain mengapa Mistun tega menutup akses jalan Wisnu dengan pagar tembok.

Sebab itu adalah jual beli tanah. Mistun pernah mencoba membeli tanah milik Wisnu, tetapi karena tak cocok dalam soal harga, Mistun kecewa dan melampiaskannya dengan menembok sekeliling rumah Wisnu dan tanah tersebut.

"Selain kotoran ayam, penyebab lainnya tanah yang disebelahnya Widodo itu kan dijual. Sama Mistun ditawar, tapi rendah sekali," tutur Kades Gandu Kepuh Suroso kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).

Menurut Suroso, keluarga Wisnu menawarkan harga Rp 16 juta. Namun Mistun menawar dengan harga Rp 6 juta. Karena terlalu rendah, oleh keluarga Widodo tanah itu dijual ke orang lain, Budi dengan harga Rp 16 juta.

"Nah sudah dijual ke Budi sebesar Rp 16 juta, Mistun mungkin nggak terima. Akhirnya dipagar sekalian biar nggak bisa lewat," terang Suroso.

Awalnya permasalahan ini sejak tahun 2017 lalu sudah mulai diselesaikan. Baik musyawarah di Balai Desa maupun ke rumah Kades. Namun pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil.

"Sampai akhirnya ke pengadilan terus putusannya memenangkan Widodo, kalau itu jalan desa," jelas Suroso.

Sebab, di peta desa jalan itu muncul dan diklaim sebagai jalan desa. Bahkan menurut Suroso, jalan tersebut bisa dibangun dengan menggunakan dana APBDes.

Kalau melihat peta desa memang muncul jalan, sesuai aturan ahli waris memang ada jalan ke belakang. kalau muncul jalan pada akhirnya jalan desa bisa diajukan bangunan lewat APBDes.

"Di peta desa muncul jalan makanya ke depan bisa diajukan pembangunan lewat APBDes," imbuh Suroso.

Karena tak mendapatkan akses akhirnya Budi bersama Wisnu mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Ponorogo. Hasilnya, mereka menang sebab jalan tersebut merupakan jalan desa.

"Kami nanti saya bersama Sekdes, Kasun jam 10 mau ada pengarahan dari Bu Camat, seperti apa ke depannya," pungkas Suroso.
  • Ini Surat Peringatan Pembongkaran Tembok yang Tutup Akses Rumah Wisnu

Kasus pagar tembok rumah Wisnu Widodo (48) sebenarnya sudah dimenangkan Wisnu di pengadilan. Surat peringatan sudah dilayangkan, namun Mistun tak membongkar tembok.

Kades Gandu Kepuh, Suroso mengatakan pada tanggal 5 Juli 2020 lalu pihaknya sudah mengirimkan surat peringatan pertama kepada Mistun.

Didalamnya tertulis berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Ponorogo Nomor 25/Pdt.Plw/2019/PN, saudari Mistun diminta untuk segera melaksanakan putusan pengadilan yaitu pembongkaran tembok.

"Dalam putusan tertulis lokasi sengketa merupakan jalan umum atau jalan desa menuju jalan utama," jelas Suroso kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).

Jika tidak segera membongkar, lanjut Suroso, maka pihak berwenang akan melakukan eksekusi berdasarkan surat peringatan.

"Di dalam surat peringatan itu juga saya tegaskan apabila Mistun belum atau tidak mau melaksanakan pembongkaran maka akan dieksekusi pihak berwenang," pungkas Suroso.

Kasus pagar tembok rumah Wisnu Widodo (48), warga Desa Gandu Kepuh, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo pernah diatensi Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo. Pihak PN Ponorogo sempat mengecek langsung lokasi.

"Pada Oktober 2019 lalu tim pengadilan sempat mengecek lokasi," tutur Suroso. Menurut Suroso, pengecekan dilakukan pada Senin (21/10/2019). Suroso sempat mendampingi pengecekan tersebut.


"Ya, saya diminta untuk mendampingi lokasi sengketa, saya ikuti," tandas Suroso.

  • Ini Respons Bupati Ipong Soal Rumah Wisnu Ditutup Pagar Tembok Tetangga

Permasalahan pagar tembok yang menutupi rumah Wisnu Widodo ternyata sampai ke telinga Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. Apa respons Ipong?

"Masalah ini ada sejak 2017, Pemdes sudah melakukan mediasi agar diselesaikan secara kekeluargaan tapi tidak berhasil," tutur Ipong kepada wartawan, Minggu (26/7/2020).


Ipong mengatakan akhirnya Wisnu melakukan gugatan perdata ke pengadilan. Hasilnya, keputusan pengadilan Ponorogo memutuskan untuk membongkar pagar tersebut.

"Dan tanah itu tanah aset atau kas desa, sampai hari ini bu Mistun belum bersedia membongkar," terang Ipong. Dari pengadilan, lanjut Ipong, sudah ada peringatan satu dan dua. Dan Senin (27/7) besok akan diberi peringatan ketiga. Namun jika peringatan ketiga tersebut tidak digubris maka pagar tembok setinggi satu meter tersebut terpaksa dirobohkan paksa.

"Senin besok diberi peringatan ketiga. Ketika tidak diindahkan akan dilakukan pembongkaran paksa," tandas Ipong.

Sebelumnya, Kades Gandu Kepuh Suroso menjelaskan awalnya kedua orang tersebut, Widodo dan Mistun tidak ada permasalahan.

Widodo kebagian rumah di belakang sedangkan dua saudaranya membangun dua rumah di bagian depan. Sementara Mistun yang kembali dari luar  Permasalahan muncul, kata dia, saat Widodo memelihara ayam pada 2016. Saat itu, ayam milik Widodo sering ke rumah Mistun.

"Namanya ayam kan buang kotoran sembarangan, nah Mistun kadang menginjak kotoran ayam, marah," tutur Suroso.

Akhirnya, Mistun pun memagari keliling dengan tembok setinggi satu meter. Tujuannya agar ayam Widodo tidak ke rumahnya. Akibat tembok itu, Widodo pun kesulitan akses keluar masuk rumahnya.
demikian informasi yang kami terima dan kami suguhkan kepada anda semoga bermanfaat.

Ponorogo, Berikut Fakta Menarik di Balik Alasan Rumah Wisnu Dipagar Tembok Tetangga! Reviewed by Kharis Almumtaz on July 26, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.