Top Ad unit 728 × 90

Berita Terbaru

recentposts

Sewa Hotel Berbintang Lebih Dari Satu Kamar untuk Layani pelanggan, Modus Prostitusi Pelajar Pontianak ini Terbongkar!



CNNJAVA.COM- PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) Kalbar, Devi Tiomana prihatin dengan kasus prostitusi yang menimpa dua pelajar yang diungkap jajaran Polresta Pontianak Kota, Jumat (17/7/2020).

Devi mengatakan kasus tersebut bukanlah pertama kali terjadi di Kota Pontianak. YNDN mencatat ada 77 kasus serupa yang terjadi periode  Januari hingga Juni 2020. Korbannya rata-rata pelajar dengan rincian dua kasus SD, 61 kasus SMP dan 14 kasus SMA sederajat.

“Jaringan yang terbongkar kali ini baru sebagian dari jaringan prostitusi pelajar Kota Pontianak. Masih banyak jaringan lain dan melibatkan pelajar di sebagian besar SMP Negeri di kota ini,” kata Devi Tiomana kepada insidepontianak.com, Kamis (23/7/2020).

Devi menilai, kasus tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan orang tua kepada anak. Adapula karena gaya hidup dan pengisian waktu luang yang tidak tepat. Kasus serupa diakuinya semakin tinggi saat pandemi Covid-19 terjadi.


Apalagi saat sekolah membuat kebijakan belajar dari rumah, harapannya anak dapat berada di rumah. Namun faktanya, mereka justru berada di luar rumah, dan luput dari tanggung jawab orang tua.

“Anak yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA sederajat lebih memilih berkeliaran di luar rumah, hingga mereka  masuk dalam dunia prostitusi,” terangnya.



Bahkan yang membuat prihatin, orang tua kaget ketika dipertemukan dengan anaknya di kantor polisi. Mereka seakan tak percaya kalau anaknya terjerat kasus prostitusi dan pemakaian narkotika.

Devi mengatakan, modus berpacaran menjadi modal pelaku menjerat korbannya untuk dieksploitasi secara seksual dan ekonomi. Korbannya, tak hanya dijual kepada pria hidung belang, tapi juga menjadi pemuas syahwat para pelaku.



“Mereka juga menikmati narkotika jenis ekstasi yang dibeli dari hasil prostitusi,” jelasnya.


Hebatnya lagi, pelakunya seakan sudah paham betul memilih tempat yang luput dari razia. Mereka menyewa hotel-hotel besar dan berbintang yang dinilai semua orang punya pengawasan yang cukup ketat bagi tamu-tamu di bawah umur.


“Dalam satu hotel mereka bisa buka kamar sampai tiga, satu kamar dipakai untuk istirahat, dua kamar dipakai untuk menerima dan melayani pria hidung belang,” terangnya.


Hasilnya pun tak tanggung-tanggung. Satu korban bahkan bisa menghasilkan uang Rp3 juta per hari. Dan mereka menjadi tamu hotel selama berminggu-minggu untuk pindah ke hotel lain.

Dia berharap pemerintah bisa ikut berperan menanggulangi kasus ini secara intensif. Apalagi momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional Indonesia (Hani).


“Peringatan HANI kali ini juga harus dijadikan sebagai momentum semua orang tua dan keluarga menjadikan rumah masing-masing sebagai tempat paling aman dan nyaman untuk anak, sehingga anak-anak tidak berada di luar rumah dan terlibat berbagai kasus kriminal,” pungkasnya.


Sebelumnya, dua anak di bawah umur yang masih menempuh pendidikan SMP dan SMA di Pontianak dan Kubu Raya menjadi korban ekploitasi seksual yang dilakukan empat rekannya sendiri yakni AZ (16), SH (18), FR (17) serta NS seorang perempuan (18). Terduga pelaku ini nekat menjual gadis belia yang baru berusia 16 dan 15 tahun kepada pria hidung belang melalui aplikasi Mi Chat.


Kapolresta Pontianak Kota melalui Kasat Reskrim AKP Rully Robinson Polly mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan kedua orang tua korban ke Mapolresta Pontianak Kota.

Berangkat dari laporan itulah petugas melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan empat terduga pelaku yang tengah berada di salah satu kamar di Hotel Ibis, di Jalan Ahmad Yani di Kota Pontianak, Jumat (17/7/2020). (andi)
https://insidepontianak.com
Sewa Hotel Berbintang Lebih Dari Satu Kamar untuk Layani pelanggan, Modus Prostitusi Pelajar Pontianak ini Terbongkar! Reviewed by Kharis Almumtaz on July 27, 2020 Rating: 5
Powered By Blogger, Designed by Kharis Mujahada

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.